Jasirah Heritage Cycling 2026: Menyusuri Jejak Sejarah dan Pesona Wisata Jawa Tengah

waktu baca 3 menit
Sabtu, 20 Jun 2026 14:07 8 Fajrul Amienurrahman Mahmud

NALARMEDIA.COM – Sinar matahari pagi yang hangat menyapa pelataran Kantor Perwakilan Wilayah Bank Indonesia Provinsi Jawa Tengah pada Sabtu (20/6/2026).

Suasana pagi Kota Semarang yang tenang berubah meriah oleh tawa dan suara kayuhan sepeda. Puluhan peserta bersiap memulai perjalanan istimewa, bukan sekadar bersepeda menempuh jarak, tetapi menjelajahi lorong waktu sejarah.

Mengusung nama Jasirah Heritage Cycling 2026, ajang ini tidak mencari siapa yang tercepat. Para peserta justru melakukan tur budaya untuk menyusuri jejak sejarah masa lalu sekaligus menikmati keindahan wisata Jawa Tengah.

Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Jawa Tengah, Sumarno, resmi mengibarkan bendera flag off tepat pukul 06.10 WIB. Para peserta mulai mengayuh sepeda dari Semarang menuju arah selatan, memadukan semangat olahraga dengan promosi wisata. Mereka akan mengakhiri perjalanan panjang ini di kawasan Candi Borobudur, Kabupaten Magelang, yang menjadi saksi bisu kemegahan abad ke-8.

Rute pesepeda menyajikan pengalaman yang jauh dari kata membosankan. Sepanjang jalan, mereka merangkai kembali cerita masa lalu yang tersebar di berbagai sudut Jawa Tengah.

Perjalanan ini mengajak peserta melintasi berbagai situs ikonik, mulai dari Kota Lama Semarang, Lawang Sewu, Benteng Willem II Ungaran, Benteng Fort Willem I Ambarawa, hingga Museum KAI Ambarawa. Sesampainya di Magelang, mereka juga menyambangi Museum Diponegoro, Candi Mendut, Candi Pawon, sebelum akhirnya finis di Candi Borobudur.

Sumarno sendiri ikut mengayuh sepeda dari garis start hingga Benteng Fort Willem I Ambarawa. Ia menilai acara ini menunjukkan kolaborasi apik antara pemerintah daerah dan Bank Indonesia dalam menciptakan cara baru mempromosikan potensi Jawa Tengah.

“Terima kasih kepada teman-teman BI yang selalu konsisten membantu dan berkolaborasi dengan program-program yang ada di Jawa Tengah. Salah satunya kegiatan hari ini yang mendukung pengembangan spot tourism (pariwisata olahraga),” ujar Sumarno.

Ia menambahkan bahwa sektor pariwisata memegang peranan vital untuk menggerakkan roda ekonomi daerah. Jawa Tengah menyimpan banyak potensi wisata yang mampu menarik wisatawan luar daerah untuk berkunjung.

“Pertumbuhan ekonomi kita banyak ditopang sektor konsumsi, sehingga mendatangkan masyarakat dari luar Jawa Tengah menjadi penting, dan salah satunya melalui pariwisata,” katanya.

Sumarno sangat berharap sinergi antara Pemprov Jateng dan BI terus berlanjut. Apalagi, pengembangan pariwisata kini menjadi fokus utama pembangunan Jawa Tengah di masa depan.

Pada kesempatan yang sama, Kepala KPw BI Provinsi Jateng, Mohamad Noor Nugroho, menjelaskan bahwa panitia sengaja merancang konsep Jasirah Heritage Cycling agar masyarakat bisa mengenal wisata sejarah Jawa Tengah dengan cara yang lebih segar dan menarik.

“Kali ini kita bersepeda untuk melewati beberapa tempat wisata bersejarah. Makanya tahun ini kita menamakannya Jasirah Heritage Cycling,” jelasnya.

Noor menyebutkan bahwa pemilihan jalur sengaja menghubungkan berbagai destinasi sejarah. Tujuannya, agar masyarakat luas semakin mengenal kekayaan wisata warisan leluhur di Jawa Tengah.

Lebih lanjut, ia menegaskan acara ini tidak sekadar kampanye olahraga. Jasirah Heritage Cycling juga menjadi strategi efektif untuk mendongkrak ekonomi daerah, khususnya bagi pelaku UMKM di sekitar lokasi wisata.

“Harapannya ini memberi manfaat buat masyarakat sekitar untuk mengembangkan perekonomian daerah, UMKM, dan ekonomi secara keseluruhan,” katanya.

Noor juga memaparkan bahwa Jasirah sebenarnya merujuk pada sebuah platform digital hasil pengembangan bersama. Platform ini bertugas mempromosikan wisata sejarah Jawa Tengah sehingga masyarakat dari berbagai daerah tertarik untuk datang berkunjung.

“Ini platform digital yang kita bangun bersama untuk mempromosikan wisata sejarah yang ada di Jawa Tengah. Dari mana pun bisa mengakses dan mengetahui tempat-tempat wisata tersebut,” ujarnya.

Rangkaian Jasirah Heritage Cycling 2026 ternyata tidak berhenti pada garis finis sepeda. Panitia akan melanjutkan acara dengan pelatihan pengelolaan media sosial bagi perwakilan pemerintah daerah. Langkah ini bertujuan untuk memperkuat kemampuan promosi digital guna mengenalkan potensi wisata dan ekonomi lokal secara lebih masif.

Melalui perpaduan olahraga, sejarah, dan pariwisata, Jasirah Heritage Cycling 2026 menawarkan sudut pandang baru dalam menikmati Jawa Tengah. Wilayah ini bukan sekadar jalur pelintasan, melainkan ruang kaya cerita, budaya, dan peluang ekonomi yang menjanjikan.

Fajrul Amienurrahman Mahmud

LAINNYA