Tim gabungan padamkan karhutla 50 hektare di Kutai Barat Kalimantan Timur.NALARMEDIA.COM – Bencana kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di wilayah Kalimantan Timur (Kaltim) terus menunjukkan tren perluasan selama sepekan terakhir. Titik api terbaru melahap kawasan lahan belukar di Kampung Pepas Eheng, Kecamatan Barong Tongkok, Kabupaten Kutai Barat, sejak Jumat (28/8/2026) menjelang siang, tepatnya pukul 11.20 WIB.
Plt. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Berton SP Panjaitan, mencatat total luas area terdampak karhutla di Kalimantan Timur kini telah menembus angka 50 hektare. Pihak berwenang saat ini masih mengumpulkan bukti di lapangan untuk menelusuri pemicu utama kebakaran hebat tersebut.
“Penyebab kejadian masih dalam penyelidikan,” kata Berton dalam keterangannya pada Minggu (30/8/2026).
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kutai Barat merespons cepat situasi ini dengan menggelar asesmen dan memperkuat koordinasi lintas sektor. Tim gabungan bahu-membahu menjinakkan kobaran api secara langsung menggunakan semburan air dari armada pemadam. Untuk memadamkan titik api di area terjal yang sulit tertembus kendaraan darat, petugas tanggap darurat terpaksa mengandalkan metode pemadaman manual.
Operasi penanganan karhutla di Kaltim ini melibatkan kekuatan penuh dari BPBD Kutai Barat, pasukan Manggala Agni, personel TNI-Polri, hingga dinas pemadam kebakaran setempat. BPBD Kutai Barat menerjunkan lima unit mobil penanganan kebakaran, satu truk penyuplai air (water supply), mobil komando, mobil operasional patroli, dan kendaraan dinas Kepala Bidang Penanganan Kedaruratan untuk menopang jalannya operasi.
Sementara itu, pasukan Manggala Agni turut mengirimkan satu unit mobil operasional, menyusul tim pemadam kebakaran yang menyokong dua armada tambahan. Dalam menjalankan tugasnya, para petugas harus berhadapan dengan kepungan asap tebal yang sangat mengganggu saluran pernapasan sekaligus membatasi jarak pandang secara drastis.
Kepulan asap pekat ini menciptakan tantangan berat bagi petugas saat mencoba menembus pusat titik api. Meskipun situasi di lapangan sangat berisiko, otoritas terkait memastikan insiden lingkungan ini tidak sampai menelan korban jiwa.
“Tidak terdapat laporan korban jiwa akibat kejadian tersebut,” terang Berton.
Mengacu pada pemutakhiran data pada Sabtu (29/8/2026), tim gabungan akhirnya berhasil meredam amukan api dan memulihkan kondisi di lokasi menjadi kondusif. Walau api telah padam, petugas tetap berjaga dan memantau area secara intensif guna mencegah kemunculan titik api susulan.
“Penanganan karhutla berlangsung dalam periode status siaga bencana hidrometeorologi di Provinsi Kalimantan Timur berdasarkan Keputusan Gubernur Kalimantan Timur Nomor 100.3.3.1/K.76/2026 yang berlaku 1 April hingga 31 Desember 2026,” pungkasnya.
Fajrul Amienurrahman Mahmud






Agustina Wilujeng Ahmad Luthfi BGN Dishub Kota Semarang DLH Kota Semarang DPRD Jateng DPRD Kota Semarang DPRD Semarang DPR RI Gubernur Ahmad Luthfi Hasil Pertandingan Hasil Piala Dunia Infrastruktur Investasi jateng Iswar Aminuddin JATENG Jawa Tengah KETAHANAN PANGAN Kota Semarang MBG Mohammad Saleh MTQ Nasional mtq nasional 2026 muktamar nu PDAM Tirta Moedal Pemkot Semarang Pemprov Jateng Piala Dunia 2026 presiden prabowo SEKDA JATENG sekda jateng sumarno Semarang Simpang Lima sudaryono Sumarno Taj Yasin Taj Yasin Maimoen TPA Jatibarang UIN Walisongo UMKM UNDIP Wakil Gubernur Jateng Wakil Wali Kota Semarang wali kota agustina Wali Kota Semarang
