Jaga Stabilitas Harga, Wali Kota Agustina Minta Gerakan Pangan Murah Diperluas ke Tiap RW

waktu baca 3 menit
Rabu, 2 Sep 2026 13:10 14 Fajrul Amienurrahman Mahmud

NALARMEDIA.COM – Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng Pramestuti, terus mendorong perluasan jangkauan Gerakan Pangan Murah (GPM) melalui program andalan Kempling Semar hingga menyentuh skala Rukun Warga (RW). Langkah strategis ini bertujuan untuk mendekatkan akses masyarakat terhadap bahan pangan berkualitas dengan harga miring, sekaligus memastikan stabilitas pasokan dan harga sembako di Kota Semarang tetap terjaga.

Agustina menegaskan komitmen tersebut saat memantau langsung pelaksanaan GPM Serentak Kempling Semar di Kecamatan Banyumanik, Senin (31/8/2026). Kehadirannya di lokasi tersebut sekaligus menutup seluruh rangkaian program pasar murah tingkat RW yang bergulir sepanjang bulan Agustus 2026.

“Harapannya kegiatan pangan murah ini tidak berhenti pada hari ini saja, tetapi tetap berlanjut dan konsisten sepanjang tahun,” kata Agustina.

Melalui sesi dialog interaktif secara daring bersama jajaran di 16 kecamatan, Agustina menemukan fakta bahwa komoditas seperti beras dan telur selalu ludes paling cepat. Menindaklanjuti tingginya animo masyarakat tersebut, ia menjadikan temuan ini sebagai dasar untuk mendongkrak kuota pasokan dan meningkatkan frekuensi pelaksanaan GPM di berbagai titik lapangan.

“Jika memungkinkan, frekuensinya bisa ditingkatkan, paling tidak sepekan sekali. Semakin sering digelar, tentu manfaatnya akan semakin dirasakan oleh masyarakat,” ujarnya.

Pemerintah Kota Semarang mengoperasikan program Kempling Semar ini setiap hari secara bergantian dari satu kampung ke kampung lainnya. Kesuksesan program ini tak lepas dari kolaborasi solid antara pemerintah daerah, mitra jaringan distributor pangan, dan jajaran pengurus wilayah setempat.

Berdasarkan data pencatatan sejak Januari hingga Agustus 2026, Pemkot Semarang telah sukses menggelar GPM di 1.085 titik lokasi dan mencetak total omzet penjualan mencapai Rp5,013 miliar. Khusus untuk agenda GPM Serentak tingkat RW edisi Agustus, pemerintah berhasil menyisir 729 RW dari total 1.532 RW se-Kota Semarang. Dalam periode ini, petugas mendistribusikan hingga 80 ton beras SPHP, 35.040 liter minyak goreng, serta beragam kebutuhan dapur esensial lainnya.

Selain mengandalkan operasi pasar, Agustina juga memperkuat fondasi ketahanan pangan lewat kemandirian keluarga dengan meluncurkan program Bulir Padi (Budi Daya Pekarangan Pangan dan Gizi). Melalui program inovatif ini, ia mengajak warga untuk memaksimalkan fungsi lahan pekarangan rumah sebagai area budi daya tanaman pangan, kolam lele ternak, hingga pemeliharaan ayam petelur skala RT/RW.

“Kita perlu membangun ‘rumah pangan’ mandiri dari tingkat keluarga untuk mengantisipasi potensi gejolak maupun tantangan ekonomi di masa depan,” jelas Agustina.

Manuver cerdas Wali Kota Semarang dalam menjaga stabilitas dan ketahanan pangan daerah ini sukses menuai apresiasi tinggi dari pihak Bank Indonesia (BI). Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Tengah, Andi Reina Sari, menilai program Kempling Semar sebagai inovasi yang sangat tepat sasaran karena mampu memotong jalur distribusi dan mengantarkan akses pangan langsung ke tangan masyarakat.

“Kami mengapresiasi komitmen Kota Semarang yang konsisten melakukan langkah nyata dalam menjaga stabilitas pasokan dan keterjangkauan harga. Kempling Semar menjadi bentuk intervensi yang tepat waktu dan langsung dirasakan masyarakat,” puji Andi.

Fajrul Amienurrahman Mahmud

LAINNYA