Lewat Inovasi Teknologi, Tambak Udang Pemprov Jateng Sukses Panen Raya di Tengah Kawasan Industri

waktu baca 3 menit
Senin, 6 Jul 2026 12:31 39 Fajrul Amienurrahman Mahmud

NALARMEDIA.COM – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Tengah sukses menggelar panen raya udang vaname di Kawasan Industri Wijayakusuma (KIW), Kota Semarang, pada Senin (6/7/2026).

Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, meninjau langsung jalannya panen di lahan kelolaan Loka Perbenihan dan Budidaya Ikan (PBI) Tugu, Dinas Kelautan dan Perikanan Jawa Tengah tersebut.

Pemprov Jateng memanfaatkan rekayasa teknologi mutakhir pada tambak seluas 1.561 meter persegi ini. Inovasi tersebut tidak hanya berhasil memproduksi udang berkualitas tinggi, tetapi juga menjadikan lokasi ini sebagai model percontohan revitalisasi tambak modern di kawasan Pantura.

Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Jawa Tengah, Endi Faiz Efendi, menjelaskan bahwa para pekerja melakukan panen di area Petak B3 Loka PBI Tugu. Setelah melewati masa budidaya selama sekitar 82 hari, pemerintah menargetkan produksi udang vaname mampu menembus angka 1,3 ton dengan ukuran sekitar 60 ekor per kilogram.

Endi menguraikan, pengelola tambak sengaja menerapkan sistem tertutup (closed system) mengingat lokasinya yang berada tepat di tengah kawasan industri. Melalui metode ini, pengelola bisa menekan penggunaan air seminimal mungkin.

“Kita menggunakan sedikit air dari luar, kemudian kita treatment dengan dolomit, kaporit, dan aerasi sebelum digunakan untuk budidaya,” ujarnya.

Endi menambahkan, instansinya akan memasarkan hasil panen kali ini untuk memenuhi kebutuhan pasar lokal dengan banderol harga sekitar Rp60 ribu per kilogram.

Di sisi lain, Loka PBI Tugu juga terus menorehkan kinerja positif karena sukses merealisasikan Pendapatan Asli Daerah (PAD) hingga menyentuh angka 72 persen dari target tahunan pada Semester I 2026 ini.

Pada kesempatan yang sama, Gubernur Ahmad Luthfi menginstruksikan Dinas Kelautan dan Perikanan untuk segera menggenjot produktivitas sentra pembibitan ikan dan udang di wilayahnya.

Luthfi menilai sektor pembibitan memberikan manfaat yang jauh lebih besar bagi masyarakat luas. Ia beralasan bahwa proses pembibitan memakan biaya produksi yang lebih murah, menawarkan perputaran usaha yang lebih cepat, sekaligus mampu menopang ketahanan pangan daerah.

Ia menegaskan bahwa seluruh balai perikanan milik pemerintah harus bertransformasi menjadi pusat pembibitan unggul. Para pembudidaya di berbagai penjuru daerah nantinya bisa memanfaatkan fasilitas ini sehingga mereka tidak lagi kesulitan memburu benih berkualitas.

Gubernur turut menuntut seluruh tenaga ahli dan petugas penyuluh di lingkungan Dinas Kelautan dan Perikanan untuk tampil lebih aktif. Ia meminta mereka mendampingi masyarakat secara totalitas, mulai dari tahap penyediaan benih, pembinaan metode budidaya, hingga strategi pemasaran hasil panen.

“Sehingga masyarakat tidak akan mencari ke mana-mana. Dengan begitu, dinas kita benar-benar bermanfaat bagi masyarakat,” ujarnya.

Luthfi menyebut sektor perikanan memegang peran krusial dalam menyokong program swasembada pangan nasional. Jawa Tengah sendiri memiliki garis pantai yang membentang panjang melintasi 17 kabupaten dan kota.

Namun, para petambak mayoritas masih mengelola kawasannya secara tradisional, sehingga pemerintah merasa perlu segera merevitalisasi aset-aset perikanan tersebut.

Lebih lanjut, Luthfi membeberkan bahwa pihaknya telah menjalin koordinasi intensif dengan Menteri Kelautan dan Perikanan. Pemerintah pusat dan daerah tengah merancang rencana strategis untuk merevitalisasi tambak di pesisir Pantai Utara Jawa Tengah yang luas keseluruhannya mencapai sekitar 72 ribu hektare.

“Dalam waktu dekat Pak Menteri KKP akan backup penuh untuk wilayah Pantai Utara kita. Prinsipnya nanti segera dikawal agar tambak-tambak yang tidak berfungsi bisa segera kita fungsikan,” katanya.

Fajrul Amienurrahman Mahmud

LAINNYA