Lumpiavaganza Semarang, Ribuan Warga Tukar Botol Plastik dengan Lumpia di Simpang Lima

waktu baca 2 menit
Senin, 4 Mei 2026 07:59 23 Ella Elisa

NALARMEDIA.COM – Ribuan warga memadati kawasan Simpang Lima, Minggu (3/5), untuk mengikuti Lumpiavaganza, salah satu rangkaian perayaan Hari Jadi ke-479 Kota Semarang. Kegiatan ini menghadirkan konsep unik dengan menggabungkan kepedulian terhadap lingkungan sekaligus promosi kuliner khas Kota Atlas.

Dalam program tersebut, masyarakat dapat menukarkan lima botol plastik bekas dengan satu voucher lumpia. Setiap peserta diperbolehkan memperoleh maksimal dua voucher. Inisiatif ini menjadi langkah nyata Pemerintah Kota Semarang dalam mengajak masyarakat melihat sampah plastik sebagai sesuatu yang memiliki nilai ekonomis.

Pengumpulan botol plastik telah dilakukan sejak 26 hingga 30 April 2026 melalui bank sampah di masing-masing kelurahan. Puncak penukaran voucher kemudian berlangsung di Lapangan Simpang Lima, yang dipenuhi antusiasme warga dari berbagai penjuru kota.

Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng, menekankan pentingnya keterlibatan seluruh masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan.

“Kebersihan adalah tanggung jawab bersama. Mulailah dari hal sederhana, seperti membuang sampah pada tempatnya. Botol plastik pun bisa memiliki nilai manfaat,” ujarnya.

Selain membawa pesan lingkungan, Lumpiavaganza juga memberikan dampak positif bagi perekonomian lokal. Sebanyak 33 pelaku UMKM lumpia turut ambil bagian dalam kegiatan ini, sehingga perputaran ekonomi masyarakat tetap berjalan sekaligus memperkuat posisi lumpia sebagai ikon kuliner Kota Semarang.

Antusiasme masyarakat terlihat dari panjangnya antrean di lokasi penukaran. Banyak warga bahkan telah mengumpulkan botol plastik sejak beberapa hari sebelumnya demi ikut berpartisipasi dalam acara tersebut.

Melalui Lumpiavaganza, Pemerintah Kota Semarang menghadirkan perayaan ulang tahun kota yang tidak hanya meriah, tetapi juga sarat edukasi. Program ini menjadi bukti bahwa pelestarian lingkungan, pemberdayaan UMKM, dan promosi budaya lokal dapat berjalan beriringan dalam satu momentum. (*)

LAINNYA