Mas Sudar Serap Keluhan Gen Z, Isu Lingkungan hingga Rob Jadi Sorotan

waktu baca 3 menit
Sabtu, 25 Apr 2026 10:23 11 Ella Elisa

NALARMEDIA.COM – Ketua Fraksi Partai Gerindra DPRD Provinsi Jawa Tengah, Sudarsono, membuka ruang dialog bagi generasi muda untuk menyampaikan aspirasi terkait berbagai persoalan perkotaan di Kota Semarang. Isu yang dibahas mencakup infrastruktur, tata ruang, lingkungan hidup, hingga permasalahan banjir yang kerap terjadi.

Aspirasi tersebut mengemuka dalam forum “Make & Hope” yang diselenggarakan Komunitas Transformasi Kota (Kotta) di Kopi Revolusi Semarang, Jumat (24/2/2026). Kegiatan ini dihadiri ratusan peserta dari kalangan Gen Z, mulai dari pelajar, mahasiswa, hingga pekerja muda.

Selama kurang lebih dua jam, diskusi berlangsung dinamis. Peserta aktif menyampaikan keluhan, saran, serta harapan terhadap kondisi kota. Sementara itu, Sudarsono menanggapi berbagai isu dengan penjelasan yang mengacu pada kebijakan publik.

Salah satu peserta, Bima Arya dari Tlogosari, menyoroti persoalan kebersihan lingkungan, pencemaran sungai, serta keterbatasan ruang terbuka hijau yang dinilai perlu penanganan serius demi meningkatkan kualitas hidup warga.

Menanggapi hal tersebut, Sudarsono atau yang akrab disapa Mas Sudar menjelaskan bahwa pemerintah di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto tengah menggalakkan Gerakan Indonesia ASRI (Aman, Sehat, Resik, dan Indah). Program ini menitikberatkan pada pelestarian lingkungan, pengelolaan sampah dari hulu ke hilir, serta penataan ruang publik yang lebih ramah dan hijau.

Ia mengajak masyarakat, khususnya generasi muda, untuk turut berperan aktif dalam mendukung program tersebut, seperti menjaga kebersihan sungai dan tidak membuang sampah sembarangan.

Mas Sudar juga menyebut bahwa pemerintah pusat memberikan perhatian khusus terhadap persoalan darurat sampah, salah satunya melalui penyediaan TPS 3R (Reduce, Reuse, Recycle) di tingkat desa dan kelurahan. Selain itu, pengelolaan sampah di hulu juga diperkuat melalui konsep aglomerasi guna menekan volume sampah ke TPA.

Tak hanya itu, pengolahan sampah menjadi energi juga tengah diupayakan, termasuk di TPA Jatibarang, dengan tujuan menghasilkan listrik yang dapat dimanfaatkan masyarakat.

Isu lain disampaikan oleh Riski, seorang mahasiswa, yang menyoroti banjir di pusat Kota Semarang saat hujan deras serta ancaman rob di wilayah pesisir.

Menanggapi hal ini, Sudarsono meminta Pemerintah Kota Semarang untuk lebih serius dalam penanganannya, seperti rutin membersihkan saluran air, melakukan pengerukan sungai, serta mengendalikan pembangunan di wilayah hulu agar tetap memperhatikan aspek lingkungan.

Terkait rob, ia mengungkapkan rencana pembangunan tanggul laut raksasa (giant sea wall) di sepanjang Pantura Jawa yang tengah dipersiapkan pemerintah pusat. Upaya tersebut juga perlu didukung dengan pembangunan sumur resapan dan embung sebagai penampung air.

Selain itu, penguatan ekosistem pesisir melalui penanaman mangrove dinilai penting untuk menahan abrasi dan mengurangi dampak rob.

Sementara itu, Erika Sinta, pelajar SMA, menyoroti kurangnya kepatuhan terhadap fasilitas publik, khususnya guiding block bagi penyandang disabilitas yang kerap disalahgunakan oleh pengendara.

Menanggapi hal tersebut, Sudarsono berjanji akan berkoordinasi dengan Pemerintah Kota Semarang agar hak pejalan kaki, terutama penyandang disabilitas, dapat terpenuhi melalui penyediaan fasilitas yang aman dan layak.

Di akhir diskusi, ia mengajak generasi muda untuk tidak hanya menjadi pengamat, tetapi juga berperan aktif dalam pembangunan daerah dengan menyampaikan ide, kritik, dan solusi demi mewujudkan Kota Semarang yang lebih baik dan nyaman. (*)

LAINNYA