Peringati Hari Kartini, DEMA FDK UIN Walisongo Dorong Generasi Muda Wujudkan Kesetaraan Gender di Era Digital

waktu baca 3 menit
Senin, 27 Apr 2026 20:49 1 Ella Elisa

NALARMEDIA.COM – Dalam rangka memperingati Hari Kartini, Dewan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Dakwah dan Komunikasi (DEMA FDK) UIN Walisongo Semarang menggelar Dialog Interaktif bertajuk “Setara dan Berdaya” pada Senin, 27 April 2026. Kegiatan ini berlangsung di Laboratorium Dakwah UIN Walisongo Semarang mulai pukul 08.00 WIB hingga selesai.

Mengusung tema “Peran Generasi Muda dalam Menjawab Tantangan Gender dan Mewujudkan Kesetaraan di Era Digital”, acara ini menjadi ruang diskusi bagi mahasiswa untuk memperkuat pemahaman tentang kesetaraan gender sekaligus menjawab berbagai tantangan yang muncul di tengah perkembangan teknologi dan media sosial.

Kegiatan yang diselenggarakan oleh DEMA FDK Kabinet Eskalasi Transformatif ini menghadirkan sejumlah akademisi perempuan dari Fakultas Dakwah dan Komunikasi. Mereka adalah Dr. Siti Prihatiningtyas, M.Pd., selaku Wakil Dekan III FDK, Dr. Ema Hidayati, M.S.I., Ketua Program Studi S2 KPI, Silvia Riskha Febriar, M.S.I., Ketua Program Studi KPI, Dr. Ulin Nihayah, M.Pd.I., Ketua Program Studi BPI, serta Usfiyatun Marfuah, M.S.I., Sekretaris Jurusan PMI. Acara dipandu oleh moderator M. Yusrul Muna S, E.

Dalam pemaparannya, para narasumber menekankan bahwa perjuangan perempuan di era modern tidak lagi sekadar menuntut hak, tetapi juga membangun kemitraan yang setara antara laki-laki dan perempuan. Kesetaraan dimaknai sebagai kondisi di mana setiap individu memiliki kesempatan, hak, dan tanggung jawab yang sama dalam berbagai aspek kehidupan.

Salah satu isu yang menjadi sorotan adalah tantangan generasi muda di era digital. Media sosial dinilai menjadi ruang yang strategis untuk menyuarakan keadilan, namun juga berpotensi melahirkan diskriminasi apabila tidak digunakan secara bijak. Generasi muda didorong untuk tidak hanya aktif bersuara di dunia maya, tetapi juga berani bertindak nyata ketika menyaksikan ketidakadilan di lingkungan sekitar.

Para pemateri juga mengingatkan pentingnya solidaritas, khususnya antarperempuan. Diskriminasi tidak boleh dilanggengkan, apalagi dilakukan sesama perempuan. Sikap saling mendukung, menghargai, dan menguatkan menjadi kunci dalam menciptakan lingkungan yang inklusif dan berkeadilan.

Selain itu, diskusi ini menegaskan bahwa perempuan memiliki kesempatan yang sama untuk berkiprah di berbagai bidang, termasuk kepemimpinan. Namun, keberhasilan tersebut tetap diiringi dengan kesadaran akan peran, tanggung jawab, serta kemampuan membangun keseimbangan dalam kehidupan pribadi maupun sosial.

Melalui dialog ini, DEMA FDK berharap semangat Kartini terus hidup dalam diri generasi muda. Kesetaraan gender bukan hanya slogan, tetapi harus diwujudkan melalui tindakan nyata, keberanian melawan diskriminasi, serta komitmen untuk menciptakan ruang yang aman dan setara bagi semua.

Dengan terselenggaranya kegiatan ini, diharapkan mahasiswa semakin peka terhadap isu gender, berani menyuarakan keadilan, serta mampu menjadi agen perubahan dalam mewujudkan lingkungan kampus dan masyarakat yang lebih setara, inklusif, dan berdaya di era digital. (*)

LAINNYA