Pakuwon Jati membukukan pendapatan Rp5,21 triliun hingga September 2026. Recurring revenue tumbuh 8 persen dengan kontribusi mencapai 85 persen.NALARMEDIA.COM – PT Pakuwon Jati Tbk (PWON) semakin mengandalkan pendapatan berulang atau recurring revenue untuk menopang kinerja bisnisnya. Hingga September 2026, pendapatan berulang perseroan mencapai Rp4,44 triliun atau tumbuh 8 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp4,10 triliun.
Kontribusi recurring revenue terhadap total pendapatan bersih juga meningkat menjadi 85 persen, dari sebelumnya 80 persen. Penguatan tersebut ditopang terutama oleh operasional pusat perbelanjaan dan sektor perhotelan.
Secara keseluruhan, Pakuwon Jati membukukan pendapatan bersih Rp5,21 triliun selama sembilan bulan pertama 2026. Nilai tersebut meningkat 2 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp5,12 triliun.
Direktur sekaligus Corporate Secretary Pakuwon Jati, Minarto Basuki, menyampaikan bahwa pertumbuhan pendapatan berulang mencerminkan ketahanan portofolio properti investasi perseroan, termasuk pusat perbelanjaan, hotel, dan aset komersial lainnya.
Dari sejumlah segmen recurring revenue, pendapatan retail mal menjadi penyumbang terbesar dengan nilai Rp3,12 triliun, tumbuh 7 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp2,92 triliun.
Sementara itu, pendapatan hospitality meningkat 17 persen menjadi Rp1,13 triliun dari Rp966 miliar. Adapun pendapatan sewa perkantoran tercatat Rp187 miliar, turun 11 persen dibandingkan sebelumnya Rp211 miliar.
Dari sisi profitabilitas, laba bruto perseroan tumbuh 4 persen menjadi Rp2,96 triliun. EBITDA juga meningkat 4 persen menjadi Rp2,86 triliun dibandingkan Rp2,74 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Perseroan mencatat laba bersih konsolidasian sebesar Rp1,78 triliun. Namun, setelah mengecualikan dampak selisih kurs mata uang asing dan perubahan nilai investasi, adjusted net income mencapai Rp2,13 triliun atau meningkat 5 persen dibandingkan Rp2,03 triliun pada periode yang sama tahun lalu.
Di sisi lain, penjualan pemasaran atau marketing sales mencapai Rp811 miliar, turun 10 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp903 miliar. Sekitar 49 persen dari capaian tersebut berasal dari program insentif Pajak Pertambahan Nilai Ditanggung Pemerintah (PPN DTP).
Pakuwon Jati juga melanjutkan pengembangan sejumlah proyek properti. Belanja modal atau capital expenditure (capex) yang disiapkan antara lain untuk pengembangan Pakuwon Mall Surabaya Tahap 5, Superblock Pakuwon Mall Bekasi, serta Kota Kasablanka Tahap 4.
Dengan portofolio pusat perbelanjaan, perhotelan, perkantoran, dan hunian, perseroan berupaya menjaga pertumbuhan pendapatan berulang sekaligus mempertahankan profitabilitas dan menciptakan nilai jangka panjang.