Pemkot Semarang Mulai Perbaiki Jalan Jembawan, Kualitas Infrastruktur Makin Ditingkatkan

waktu baca 2 menit
Sabtu, 27 Jun 2026 21:35 58 Fajrul Amienurrahman Mahmud

NALARMEDIA.COM – Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang langsung mengambil langkah cepat untuk memulihkan Jalan Jembawan di Kelurahan Kalibanteng Kulon. Sebelumnya, akses jalan ini mengalami kerusakan parah akibat terjangan banjir dan jebolnya tanggul di kawasan tersebut.

Langkah perbaikan jalan ini berjalan setelah Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pemali-Juana menuntaskan rehabilitasi tanggul yang retak. Keretakan tanggul inilah yang sebelumnya memicu jalan permukiman warga menjadi ambles.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kota Semarang, Suwarto, menjelaskan bahwa pemerintah pusat telah merampungkan penanganan tanggul sesuai kewenangannya. Oleh karena itu, Pemkot Semarang kini mengalihkan fokus utama pada pemulihan infrastruktur jalan.

“Tanggul yang rusak sudah diperbaiki oleh BBWS. Selanjutnya jalan yang sempat ambles akan ditangani oleh Pemerintah Kota Semarang,” kata Suwarto, Kamis (25/6/2026).

Suwarto menambahkan, Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Disperkim) Kota Semarang akan memegang kendali atas pekerjaan pembangunan kembali jalan tersebut, mengingat pembagian kewenangan yang berlaku saat ini.

“Penanganan jalan nanti dilakukan oleh Disperkim karena masuk wilayah tugas mereka. Tujuannya mengembalikan kondisi jalan seperti sebelum mengalami kerusakan,” ujarnya.

Pada kesempatan berbeda, Kepala Disperkim Kota Semarang, Murni Ediati, memastikan pihaknya akan membangun ulang akses jalan yang terdampak dengan kualitas yang jauh lebih baik. Langkah ini sejalan dengan arahan langsung dari Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng Pramestuti.

“Pekerjaan tanggul sudah selesai. Sesuai arahan Ibu Wali Kota, jalan akan dikembalikan seperti semula bahkan dibuat lebih baik agar lebih nyaman dan aman digunakan warga,” kata perempuan yang akrab disapa Pipie tersebut.

Pipie juga memaparkan bahwa Disperkim akan memperkuat konstruksi Jalan Jembawan melalui proses betonisasi. Pihaknya telah mengalokasikan anggaran pemeliharaan khusus untuk merealisasikan proyek infrastruktur tersebut.

“Nanti jalannya akan kami beton menggunakan anggaran pemeliharaan yang tersedia,” ujarnya.

Lebih lanjut, Pipie menyebutkan bahwa banjir dan gangguan tanggul memicu kerusakan jalan di berbagai lokasi, bukan hanya di Jalan Jembawan. Meski begitu, Pemkot Semarang harus menyelaraskan tahapan perbaikan jalan dengan penanganan infrastruktur sungai yang mayoritas berada di bawah wewenang pemerintah pusat.

“Banyak jalan lingkungan yang membutuhkan perbaikan karena terdampak banjir atau kerusakan tanggul. Namun kami harus berkoordinasi lebih dulu dengan BBWS karena sekitar 30 persen sungai di Kota Semarang merupakan kewenangan pemerintah pusat,” jelasnya.

Fajrul Amienurrahman Mahmud

LAINNYA