Dorong Ekonomi Daerah, Ahmad Luthfi Tekankan Peran Kreativitas Pengusaha Muda

waktu baca 2 menit
Senin, 20 Apr 2026 11:38 11 Ella Elisa

NALARMEDIA.COM – Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, mendorong para pengusaha muda untuk terus menghadirkan inovasi dan terobosan kreatif dalam menjalankan usaha. Kreativitas dinilai menjadi kunci utama dalam mengungkit perekonomian daerah di tengah dinamika geopolitik dan ekonomi global.

Hal tersebut disampaikan Luthfi saat menghadiri Forum Bisnis Daerah (Forbisda) Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi) Jawa Tengah di Bandungan, Kabupaten Semarang, Minggu (19/4/2026).

Menurutnya, pengusaha muda harus mampu menciptakan peluang baru, termasuk membuka lapangan kerja dan membangun sektor ekonomi baru. Ia menegaskan, pelaku usaha tidak cukup hanya menunggu peluang, tetapi harus aktif menjemput dan menciptakannya.

“Pengusaha muda harus punya kreativitas untuk menciptakan lapangan kerja dan ekonomi baru, tidak menunggu tetapi menjemput bola,” tegasnya.

Untuk mendukung hal tersebut, Luthfi mendorong Hipmi Jawa Tengah agar memperkuat kolaborasi dengan pemerintah provinsi maupun kabupaten/kota. Ia menekankan pentingnya konsep collaborative government, yakni sinergi antara pemerintah, swasta, dan berbagai pemangku kepentingan dalam pembangunan daerah.

Gubernur juga meminta agar program-program Hipmi dapat diselaraskan dengan program pemerintah daerah, sehingga mampu memberikan dampak nyata bagi pertumbuhan ekonomi di masing-masing wilayah.

Dalam paparannya, Luthfi menyebut pertumbuhan ekonomi Jawa Tengah saat ini berada di angka sekitar 5,37 persen. Capaian tersebut merupakan hasil dari kolaborasi berbagai pihak, termasuk kontribusi pengusaha muda.

Ia berharap tren positif tersebut dapat terus dipertahankan dan ditingkatkan, terutama di tengah upaya pemerintah dalam mendorong investasi di berbagai sektor.

Dalam forum tersebut, Luthfi juga berdialog langsung dengan para pengusaha muda untuk menyerap aspirasi. Berbagai masukan disampaikan, mulai dari persoalan perizinan hingga optimalisasi aset pemerintah.

Sementara itu, Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Tengah, Ali Said, menyampaikan bahwa pertumbuhan investasi di Jawa Tengah menunjukkan tren positif. Pada tahun 2025, pertumbuhan investasi tercatat mencapai 6,76 persen, meningkat dibandingkan tahun sebelumnya sebesar 6,5 persen.

Menurutnya, peningkatan tersebut menjadi sinyal positif bagi perekonomian daerah, dengan peran pengusaha sebagai salah satu motor penggerak utama.

Salah satu pengusaha yang hadir juga mengapresiasi komitmen Gubernur dalam mendorong sinergi antara pemerintah daerah dan pelaku usaha, khususnya dalam membuka akses komunikasi dan koordinasi yang lebih luas.

Melalui forum ini, diharapkan lahir berbagai ide dan inovasi baru dari generasi muda yang mampu memperkuat daya saing ekonomi Jawa Tengah di tingkat nasional maupun global. (*)

LAINNYA