Pemkot Semarang Rilis Pharma City, Layanan Digital Terpadu untuk Cek Ketersediaan Obat

waktu baca 3 menit
Kamis, 16 Jul 2026 17:08 33 Fajrul Amienurrahman Mahmud

NALARMEDIA.COM – Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang kembali melahirkan inovasi brilian untuk menjawab kebutuhan dasar masyarakat. Saat ini, warga tak perlu lagi membuang waktu dan tenaga berpindah dari satu apotek ke apotek lainnya hanya untuk memburu obat tertentu.

Lewat platform digital bernama Pharma City (Pelayanan Farmasi Apotek Terintegrasi Kota Semarang), masyarakat bisa melacak lokasi apotek, memantau ketersediaan stok obat secara seketika (real time), hingga membuka sesi konsultasi langsung dengan apoteker. Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Semarang, Handi Priyanto, meluncurkan inovasi ini secara resmi pada acara Bimbingan Teknis Pelayanan Kefarmasian di Hotel MG Setos, Rabu (15/7/2026).

Handi Priyanto menegaskan bahwa digitalisasi sektor kefarmasian ini mewujudkan komitmen kuat Pemkot Semarang. Pemerintah bertekad menghadirkan layanan publik yang bergerak lebih cepat, sangat mudah terakses, dan senantiasa berpihak pada kepentingan kesehatan warga.

“Pelayanan kesehatan harus semakin dekat dengan masyarakat. Melalui Pharma City, warga tidak lagi mengandalkan informasi dari mulut ke mulut atau harus mendatangi beberapa apotek untuk mencari obat. Informasi yang dibutuhkan kini dapat diakses lebih cepat sehingga masyarakat bisa memperoleh layanan kesehatan secara lebih efektif,” kata Handi.

Ia membeberkan fakta bahwa data pelayanan kefarmasian selama ini masih berserakan di berbagai fasilitas kesehatan dan belum terintegrasi dengan baik. Situasi pelik ini otomatis merepotkan petugas saat melakukan pengawasan. Lebih parah lagi, sistem yang terpisah-pisah ini memutus akses masyarakat untuk mendapatkan informasi akurat mengenai layanan apotek maupun stok ketersediaan obat.

Kini, kehadiran aplikasi Pharma City sukses menghubungkan 445 apotek di seantero Kota Semarang ke dalam satu sistem digital raksasa yang berfungsi sebagai pusat data kefarmasian. Integrasi canggih ini menjamin masyarakat mendapat informasi secara instan. Di sisi lain, sistem ini juga memperkuat daya kontrol pemerintah dalam mengawasi mutu pelayanan serta memastikan keamanan rantai peredaran obat di pasaran.

Bukan sekadar memanjakan masyarakat, manuver digitalisasi ini turut mendongkrak kualitas tata kelola pemerintahan daerah. Aparat kini bisa mengeksekusi proses pendataan, pelaporan, hingga pengawasan layanan apotek dengan sangat cepat dan presisi. Akurasi data terpadu ini memampukan pemerintah merumuskan kebijakan yang jauh lebih tajam. Sistem ini juga mendorong transparansi alur perizinan dan memberikan kepastian hukum bagi para pemilik usaha apotek.

Handi menilai transformasi layanan kesehatan tidak boleh berhenti pada sekadar pembangunan fasilitas fisik semata. Pemerintah wajib turun tangan memastikan warganya menikmati akses informasi yang praktis dan pelayanan bermutu tinggi.

Merespons tantangan tersebut, Pemkot Semarang rutin menggembleng kapasitas tenaga farmasi melalui bimbingan teknis. Pemerintah juga aktif merajut kolaborasi strategis dengan Kementerian Kesehatan, Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah, Balai Besar POM Semarang, organisasi profesi, hingga seluruh jaringan pengusaha apotek.

“Transformasi digital bukan tujuan akhir, tetapi sarana untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Ketika warga lebih mudah mendapatkan informasi obat, memperoleh pelayanan yang aman, dan dilayani secara cepat, maka di situlah manfaat pembangunan benar-benar dirasakan,” tegasnya.

Menatap target ke depan, Pemkot Semarang berencana terus menyempurnakan fitur Pharma City dan mengintegrasikannya langsung dengan ekosistem digital kesehatan level nasional, seperti platform SatuSehat. Melalui langkah progresif ini, pemerintah menaruh harapan besar untuk menciptakan iklim pelayanan kefarmasian yang modern, transparan, dan responsif. Muara akhirnya adalah memastikan setiap warga Semarang berhasil mengakses layanan kesehatan yang aman, berkualitas, dan tanpa hambatan jarak.

Fajrul Amienurrahman Mahmud

LAINNYA