Pemprov Jateng Pastikan Hewan Kurban Iduladha 2026 Sehat dan Aman Dikonsumsi

waktu baca 3 menit
Jumat, 22 Mei 2026 22:17 6 Reza Fikri

NALARMEDIA.COM – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah memastikan kesiapan hewan kurban untuk memenuhi kebutuhan masyarakat pada Iduladha 2026. Berbagai langkah dilakukan agar hewan kurban tetap sehat, aman, dan layak dikonsumsi.

Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan Provinsi Jawa Tengah, Defransisco Dasilva Tavares, mengatakan salah satu upaya yang dijalankan adalah layanan kesehatan hewan keliling atau healing. Program tersebut mencakup pemeriksaan kesehatan ternak, vaksinasi, pemberian vitamin, hingga pengawasan lalu lintas ternak yang masuk dan keluar wilayah Jawa Tengah.

“Program ini mencakup pemeriksaan lalu lintas ternak yang masuk dan keluar Jawa Tengah, pemeriksaan kesehatan, serta pelaksanaan vaksinasi dan pemberian vitamin,” katanya saat menghadiri Jambore Inseminator dan Kontes Ternak Piala Gubernur Jateng 2026 di Kompleks Tarubudaya Provinsi Jawa Tengah, Jumat (22/5/2026).

Selain pengawasan kesehatan, Pemprov Jateng juga memperkuat penanganan penyakit zoonosis dan temuan cacing hati pada ternak. Edukasi kepada pedagang dan masyarakat terkait kriteria hewan kurban sehat turut digencarkan.

Tak hanya itu, pemerintah juga melakukan uji kompetensi bagi juru sembelih halal agar proses penyembelihan sesuai syariat Islam dan standar kesehatan.

“Pengawasan lalu lintas ternak dan penerjunan petugas kesehatan hewan juga terus ditingkatkan, untuk mengantisipasi potensi penyebaran hewan menular,” kata Frans.

Menurutnya, koordinasi lintas sektor terus diperkuat bersama pemerintah kabupaten/kota, dokter hewan, petugas lapangan, dan berbagai pihak terkait guna menjaga kesiapsiagaan menjelang Hari Raya Iduladha.

“Jawa Tengah dalam kondisi aman dan siap memenuhi kebutuhan hewan kurban masyarakat pada momentum Hari Raya Iduladha 2026,” ujarnya.

Berdasarkan data proyeksi 2026, populasi ternak di Jawa Tengah diperkirakan mencapai 6.413.010 ekor. Jumlah itu terdiri atas 1.393.159 ekor sapi, 1.421.246 ekor domba, dan 3.598.605 ekor kambing.

Dengan jumlah tersebut, Jawa Tengah menjadi salah satu daerah penyangga utama subsektor peternakan nasional. Kebutuhan hewan kurban masyarakat diperkirakan hanya sekitar 10 persen dari total populasi ternak yang ada.

Frans menjelaskan, sektor peternakan memiliki peran penting dalam mendukung swasembada pangan nasional. Karena itu, dukungan peternak menjadi faktor utama untuk meningkatkan produksi dan kualitas ternak di Jawa Tengah.

“Kegiatan ini juga menjadi ruang bersama untuk memperkuat semangat transfer informasi peternakan menuju sistem yang modern berbasis teknologi, efisien, serta mampu menjawab kebutuhan pasar,” ujarnya.

Di sisi lain, produksi peternakan Jawa Tengah pada 2026 juga menunjukkan tren positif. Produksi daging diproyeksikan mencapai 942.496 ton, produksi telur sebesar 917.862.000 ton, dan produksi susu mencapai 76.570 ton.

Capaian tersebut tidak lepas dari peran inseminator yang tersebar di berbagai daerah. Saat ini Jawa Tengah memiliki 766 inseminator yang aktif mendampingi peternak dalam pelayanan inseminasi buatan dan peningkatan mutu genetik ternak.

Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Tengah, Sumarno, turut memberikan apresiasi kepada peternak dan inseminator yang dinilai menjadi ujung tombak pengembangan sektor peternakan.

Menurutnya, swasembada daging nasional masih menjadi tantangan besar sehingga membutuhkan dukungan dari seluruh pihak, khususnya peternak sebagai pelaku utama di lapangan.

Sementara itu, pada ajang Kontes Ternak Piala Gubernur Jateng 2026, Aditya Bayu Purnomo berhasil meraih juara pertama kategori Domba Jantan Poel dengan bobot 152 kilogram. Domba miliknya yang diberi nama Bruno berhasil mengungguli peserta lain dari berbagai daerah.

Adit mengaku memberikan perhatian khusus dalam merawat domba andalannya. Menurutnya, perawatan penuh kasih sayang menjadi salah satu kunci keberhasilan.

“Kuncinya memelihara dengan kasih sayang. Selain itu kebersihan kandang, pakan, serat dan protein kita seimbangkan dan perawatan kasih sayang. Kadang diajak lari dan dimandikan,” ujarnya.

LAINNYA