Pemprov Jateng Siapkan 123 Juta Liter Air Bersih Hadapi Kemarau 2026, Ini Langkah Mitigasinya

waktu baca 2 menit
Selasa, 5 Mei 2026 11:43 19 Ella Elisa

NALARMEDIA.COM – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah melalui Pemerintah Provinsi Jawa Tengah mulai memperkuat langkah mitigasi menghadapi musim kemarau 2026 dengan menyiapkan sedikitnya 123 juta liter air bersih untuk daerah rawan kekeringan.

Kesiapsiagaan ini dilakukan melalui koordinasi bersama BPBD Jawa Tengah dan BPBD kabupaten/kota, menyusul pemetaan 18 daerah yang diperkirakan terdampak kekeringan pada musim kemarau tahun ini. Air bersih tersebut akan didistribusikan sebagai bantuan darurat bagi masyarakat yang mengalami krisis air bersih.

Kepala BPBD Jateng, Bergas Catursasi Penanggungan, menyampaikan bahwa kesiapan ini merupakan hasil koordinasi lintas daerah sejak awal tahun, sekaligus pembaruan data wilayah rawan kekeringan secara berkala. Ia juga menyebutkan bahwa distribusi air sudah disiapkan termasuk armada tangki dan skema penyaluran ke wilayah terdampak.

Menurutnya, pada tahun 2026 pola kemarau diperkirakan serupa dengan tahun 2024, yang sebelumnya mencatat penyaluran sekitar 54 juta liter air bersih. Namun tahun ini jumlahnya meningkat signifikan sebagai bentuk antisipasi dampak kekeringan yang lebih luas.

Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, menegaskan bahwa pemerintah provinsi juga memperkuat koordinasi dengan berbagai pihak, termasuk BUMD, untuk memastikan kebutuhan air masyarakat tetap terpenuhi selama musim kemarau. Fokus utama tidak hanya pada air bersih, tetapi juga dampak lanjutan terhadap sektor pertanian dan ketahanan pangan.

Berdasarkan perkiraan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), wilayah Pulau Jawa mulai memasuki musim kemarau pada Juni hingga akhir 2026. Kondisi ini menjadi dasar utama pemerintah daerah dalam mempercepat langkah mitigasi sejak dini.

Dengan kesiapan 123 juta liter air bersih ini, Pemprov Jateng berharap dampak kekeringan dapat ditekan, terutama di wilayah yang selama ini menjadi langganan krisis air saat musim kemarau tiba. (*)

LAINNYA