Perkuat Sinergi Kebijakan Publik, Pemprov Jateng Gandeng 6 UIN Eksekusi Program Pengentasan Kemiskinan

waktu baca 3 menit
Rabu, 2 Sep 2026 22:29 16 Fajrul Amienurrahman Mahmud

NALARMEDIA.COM – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Tengah terus merapatkan barisan dengan enam kampus Universitas Islam Negeri (UIN) di wilayahnya guna mengeksekusi beragam program strategis. Langkah penguatan sinergi ini tergambar jelas saat Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, menjamu langsung kedatangan Forum Rektor UIN se-Jawa Tengah di kantor gubernuran pada Rabu (2/9/2026).

Dalam pertemuan penting tersebut, para pimpinan sepakat untuk mematangkan tindak lanjut kerja sama sekaligus mengokohkan peran perguruan tinggi dalam menyokong rentetan program peningkatan kesejahteraan masyarakat. Kedua belah pihak membidik sejumlah target utama, mulai dari penerjunan mahasiswa dalam Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik untuk mengentaskan wilayah miskin ekstrem, peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM), percepatan sertifikasi halal, hingga inovasi pendidikan vokasi dan tata kelola pengolahan sampah.

Ketua Forum Rektor UIN se-Jawa Tengah, Zaenal Mustakim, menegaskan komitmen institusinya untuk mengawal penuh visi pemerintah daerah.

“Kami siap support (dukung) program Gubernur dan kami ingin program apapun di Pemprov juga melibatkan Universitas Islam Negeri di Jateng,” kata Zaenal Mustakim seusai acara.

Zaenal, yang juga menjabat sebagai Rektor UIN K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan, memaparkan bahwa nota kesepahaman (MoU) antara Pemprov Jateng dan enam kampus UIN sebenarnya telah terjalin sejak lama. Ia berharap pertemuan ini mampu mengurai detail teknis kerja sama dengan dinas-dinas terkait, sehingga kolaborasi tersebut bisa segera berwujud menjadi aksi nyata di lapangan.

“Kami bidang kajiannya kan keislaman, jadi literasi keagamaan menjadi salah satu fokus utama. Kita juga punya program pemberdayaan masyarakat untuk ekonomi dan UMKM, juga soal sertifikasi halal,” katanya.

Terkait urusan sertifikasi halal, Zaenal memastikan timnya akan segera menyusun peta jalan teknis bersama dinas terkait. Langkah ini sangat krusial mengingat kerangka pembangunan Jawa Tengah ke depan akan sangat fokus pada pengembangan sektor pariwisata dan perekonomian terpadu, termasuk mewujudkan ekosistem wisata ramah muslim.

Momentum strategis ini turut menghadirkan tokoh-tokoh akademik kunci, termasuk Rektor UIN Walisongo Semarang, Musahadi. Keterlibatan aktif kampus seperti UIN Walisongo ini membuka ruang yang sangat ideal bagi elemen sivitas akademika mulai dari riset mahasiswa, pergerakan senat, hingga analisis kebijakan publik untuk terjun langsung mengawal harmonisasi regulasi daerah. Turut hadir pula Rektor UIN Raden Mas Sahid Surakarta Toto Suharto, Rektor UIN Sunan Kudus Abdurrahman Kasdi, Wakil Rektor 1 UIN Salatiga Miftahudin, dan Wakil Rektor 3 UIN Saizu Purwokerto Sunhaji.

Masing-masing pimpinan kampus tidak datang dengan tangan kosong. Mereka langsung menyodorkan proposal program unggulan yang potensial untuk pemerintah kolaborasikan di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota.

Sebagai contoh, UIN Raden Mas Sahid Surakarta menyatakan kesiapannya untuk mengembangkan pendidikan profesi dan vokasi. Kampus ini telah merajut jaringan dengan berbagai mitra untuk memfokuskan kurikulum vokasi pada ranah komunitas digital dan media.

Di sisi lain, UIN Salatiga memamerkan terobosan program pengolahan sampah terpadu. Kampus ini telah menggandeng Pemkot Salatiga untuk menyusun cetak biru tata kelola sampah yang akurat, dan kini mereka meminta sokongan langsung dari Pemprov Jateng agar program inovatif ini bisa berekspansi lebih luas.

Merespons antusiasme tersebut, Gubernur Ahmad Luthfi langsung menginstruksikan para perwakilan UIN untuk segera berkoordinasi lintas sektoral dengan dinas-dinas terkait agar program-program brilian tersebut bisa segera berjalan. Ia secara khusus menyoroti urgensi penyelesaian masalah sampah dan pendidikan vokasi yang para rektor tawarkan.

“Vokasi itu penting, nanti langsung koordinasi dengan Dinas Tenaga Kerja Jateng, agar terserap kebutuhan industri atau perusahaan,” kata Luthfi.

Lebih lanjut, Luthfi turut mengapresiasi program KKN Tematik ke kawasan miskin ekstrem yang telah bergulir sukses bersama sejumlah kampus. Ia menuntut agar seluruh kolaborasi ini terus mencetak indikator keberhasilan yang terukur.

“Intinya setiap kegiatan kita harus berorientasi pada hasil, yaitu kesejahteraan masyarakat. Nanti harus ada evaluasi,” pungkas Luthfi.

Fajrul Amienurrahman Mahmud

LAINNYA