Pimpin Upacara HUT RI ke-81, Ahmad Luthfi: Kemerdekaan Harus Wujudkan Kesejahteraan Rakyat

waktu baca 3 menit
Jumat, 21 Agu 2026 15:47 2 Fajrul Amienurrahman Mahmud

NALARMEDIA.COM – Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, menegaskan bahwa perayaan kemerdekaan tidak boleh sekadar berhenti pada acara seremonial. Pemerintah dan seluruh elemen bangsa harus mewujudkan makna kemerdekaan melalui peningkatan kualitas layanan dasar dan kesejahteraan masyarakat secara nyata.

Oleh karena itu, di tengah pusaran tantangan geopolitik global dan tekanan fiskal, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Tengah terus memacu pembangunan. Pemerintah memastikan proyek infrastruktur, kemudahan layanan kesehatan, pemerataan pendidikan, hingga penguatan ekonomi kerakyatan benar-benar menyentuh langsung denyut kehidupan rakyat.

Luthfi menyampaikan gagasan tersebut usai memimpin jalannya Upacara Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia tingkat Provinsi Jawa Tengah. Ia bertindak sebagai Inspektur Upacara di Lapangan Pancasila, kawasan Simpang Lima, Kota Semarang, pada Senin (17/8/2026).

“Kita harus mampu berbuat hal yang bermanfaat bagi seluruh masyarakat,” kata Ahmad Luthfi didampingi Wakil Gubernur Taj Yasin Maimoen dan Sekda Jateng Sumarno.

Luthfi memaparkan, pemerintah mengeksekusi berbagai program pembangunan infrastruktur serta pemenuhan layanan pendidikan dan kesehatan demi memangkas angka kemiskinan daerah. Kebijakan strategis ini sukses mendongkrak taraf hidup warga Jawa Tengah di berbagai pelosok.

Bukti keberhasilan ini tecermin kuat dari data statistik pada semester I tahun 2026. Pertumbuhan ekonomi Jawa Tengah sukses melesat hingga 5,80 persen, angka yang berhasil menumbangkan rata-rata pertumbuhan nasional di level 5,45 persen. Pemprov Jateng juga sukses menarik realisasi investasi senilai Rp59,94 triliun yang menyerap sekitar 213 ribu tenaga kerja baru.

Rentetan pencapaian ekonomi ini berdampak langsung pada menyusutnya persentase warga miskin. Per Maret 2026, angka kemiskinan di Jawa Tengah turun dari 9,48 persen menjadi 9,21 persen. Tren positif juga terlihat pada Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) per Februari 2026 yang turun ke angka 4,24 persen, menyusut 0,09 persen ketimbang periode Februari 2025 yang berada di posisi 4,33 persen.

Luthfi meyakini seluruh capaian impresif tersebut bermuara pada satu titik, yakni kesejahteraan rakyat. Guna menjaga tren positif ini, ia mengajak seluruh pihak untuk memperkuat fondasi kolaborasi.

“Kita harus punya suatu semangat kolaborasi dengan dasar semangat kemerdekaan, seluruh elemen masyarakat Jawa Tengah perlu bersatu bahu-membahu, sehingga masyarakat bisa sejahtera,” katanya.

Gubernur menilai pemerintah harus proaktif menyelesaikan berbagai persoalan masyarakat secara berjenjang dan berkelanjutan. Pada sektor kesehatan, Jawa Tengah berhasil mencatatkan rekor tertinggi nasional dalam pelaksanaan program Cek Kesehatan Gratis (CKG) dan Dokter Spesialis Keliling (Speling). Tim medis pemerintah secara konsisten blusukan menyambangi ribuan desa untuk memeriksa warga.

Pada sektor pendidikan, Pemprov Jateng juga terus mempercepat pemerataan akses belajar. Melalui Program Sekolah Kemitraan, pemerintah daerah rutin memberikan jatah sekolah gratis bagi 5.004 anak dari keluarga prasejahtera agar mereka bisa mengenyam pendidikan di sekolah swasta tanpa memikirkan biaya. Sementara itu untuk sektor perumahan, pemerintah giat merenovasi ribuan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) di berbagai penjuru daerah setiap tahunnya.

Visi dan misi yang Gubernur Luthfi gaungkan ini ternyata sangat selaras dengan denyut harapan masyarakat yang antusias menyaksikan upacara di kawasan Simpang Lima.

Hal ini tergambar jelas dari pandangan Sukarno (64), seorang pedagang kaki lima yang sehari-hari mencari nafkah di area tersebut. Ia memaknai kemerdekaan secara luas, yakni terciptanya kehidupan masyarakat yang rukun, damai, dan tenteram (tentrem ayem).

“Harapan saya masalah ekonomi ini ditata dengan rapi. Kita sambut kemerdekaan ini dengan gembira, rukun, damai,” ujar warga Kebonharjo, Kota Semarang itu.

Fajrul Amienurrahman Mahmud

LAINNYA