Respons Cepat Gempa NTT, Pemprov Jateng Terjunkan 16 Personel dan Ribuan Paket Logistik

waktu baca 4 menit
Jumat, 21 Agu 2026 15:51 2 Fajrul Amienurrahman Mahmud

NALARMEDIA.COM – Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, resmi memberangkatkan 16 personel gabungan beserta ribuan paket bantuan logistik. Bantuan kemanusiaan ini menyasar masyarakat yang menjadi korban bencana gempa bumi di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Senin (17/8/2026).

Pengiriman armada ini menandai langkah responsif tahap pertama dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Tengah. Tim relawan tidak hanya membawa logistik pangan dan kebutuhan dasar, tetapi juga mengangkut perlengkapan medis demi mempercepat penanganan darurat di lokasi bencana.

Luthfi menegaskan bahwa ia terus memantau perkembangan situasi di NTT. Ia menginstruksikan seluruh tim agar langsung berkoordinasi dengan Pemprov NTT begitu tiba di lokasi. Langkah strategis ini sangat penting supaya penyaluran donasi benar-benar sesuai dengan kebutuhan riil warga terdampak.

“Setiap hari kita update kegiatannya agar bantuan itu betul-betul tepat sasaran. Jadi, pastikan bantuan itu tepat sasaran,” kata Luthfi.

Sang Gubernur juga mengingatkan para relawan untuk memprioritaskan keselamatan dan menjaga kekompakan selama menempuh perjalanan darat maupun laut yang cukup panjang. Ia meminta tim bergerak penuh kehati-hatian agar seluruh personel dan logistik tiba dengan selamat tanpa kendala.

Lebih jauh, Luthfi menitipkan pesan khusus agar para relawan senantiasa menjaga nama baik Provinsi Jawa Tengah. Ia mendorong tim untuk menghadirkan pelayanan paling maksimal bagi para penyintas bencana.

“Jaga marwah Jawa Tengah. Ini adalah kegiatan kemanusiaan. Berikan yang terbaik, bahwa Jawa Tengah sangat peduli terhadap masyarakat yang membutuhkan,” tegasnya.

Ia memandang misi kemanusiaan ini sebagai amanah mulia yang menuntut rasa tanggung jawab dan keikhlasan penuh. Luthfi juga menganjurkan para personel untuk terus membekali diri dengan doa selama mengemban tugas negara tersebut.

Pemprov Jateng memastikan dukungan ini tidak akan berhenti pada pengiriman tahap pertama saja. Gubernur telah menugaskan Sekretaris Daerah dan Wakil Gubernur Jawa Tengah untuk segera merangkul para bupati dan wali kota guna menyiapkan rencana bantuan lanjutan.

“Pak Sekda dan Pak Wagub koordinasi dengan bupati dan wali kota lainnya untuk kita merencanakan tahap kedua. Ini baru tahap satu karena kondisi di sana fluktuatif sekali,” ujarnya.

Pada momen pelepasan tersebut, Luthfi tidak lupa menyampaikan rasa belasungkawa mendalam kepada keluarga yang kehilangan orang-orang tercinta akibat guncangan gempa.

“Saya mengucapkan belasungkawa dan dukacita atas meninggalnya saudara-saudara kita di wilayah NTT,” katanya.

Kepala Pelaksana Harian BPBD Provinsi Jawa Tengah, Bergas Catursasi Penanggungan, merinci komposisi 16 personel yang berangkat. Mereka mewakili BPBD Provinsi Jawa Tengah, BPBD Kabupaten Temanggung, BPBD Kabupaten Banjarnegara, Dinas Sosial, Dinas Kesehatan, serta PMI Jawa Tengah.

Tim tangguh ini mengemban tiga tugas utama, yaitu pencarian dan penyelamatan (Urban Search and Rescue/SAR), manajemen logistik, serta penanganan medis. Mereka bersiap memulihkan kondisi darurat sekaligus mendistribusikan langsung bantuan kepada masyarakat.

Rincian logistik pangan yang Pemprov Jateng kirim mencakup empat ton beras, makanan siap saji, biskuit, paket sembako, hingga obat-obatan dengan total mencapai 3.795 paket.

Selain itu, tim turut mengangkut 1.115 paket kebutuhan sandang dan keluarga. Paket ini berisi matras, selimut, kasur lipat, sarung, handuk, daster, family kit, popok balita dan lansia, serta beragam perlengkapan harian lainnya.

Untuk kebutuhan tempat tinggal darurat, pemerintah menyalurkan 6.587 paket papan dan perlengkapan pendukung. Komponen ini meliputi terpal, tenda gulung, tenda keluarga, peralatan dapur lapangan, lampu darurat, hingga perlengkapan mandi.

Kolaborasi berbagai pihak sukses mewujudkan pengumpulan logistik berskala besar ini. Sumbangan mengalir dari jajaran organisasi perangkat daerah Pemprov Jateng, BPBD Temanggung, BPBD Banjarnegara, Baznas Jateng, PMI Jateng, Pramuka Kwarda Jateng, Yayasan Telogorejo, Phapros, hingga sumbangsih sejumlah BUMD Jawa Tengah.

Guna mendukung misi kemanusiaan ini, pemerintah mengoperasikan 10 unit armada kendaraan. Rombongan ini membawa enam unit truk, dua unit mobil gardan ganda (double cabin), serta dua unit sepeda motor.

Iring-iringan kendaraan akan membelah rute lintas pulau dari Semarang menuju Tanjung Perak, menyeberang ke Lembar, Kayangan, Poto Tano, Sape, Labuan Bajo, Nagekeo, dan bermuara di Ende.

Setibanya di sana, tim menjadikan posko lapangan di Kabupaten Ende sebagai basis utama pergerakan. Para relawan gabungan ini juga akan menyalurkan logistik langsung ke wilayah Kabupaten Manggarai, Manggarai Timur, dan Sikka.

Mewakili semangat tim, relawan Tagana Dinas Sosial, Agus Budianto, menegaskan kesiapan seluruh personel dalam melayani masyarakat terdampak. Ia turut mengimbau seluruh rakyat Indonesia agar menunjukkan rasa kepedulian kepada warga NTT.

“Kepada saudara-saudara di Nusa Tenggara Timur, kalian tidak sendirian. Kami, kontingen dari Jawa Tengah, siap membantu dan mengulurkan tangan untuk menyembuhkan luka-luka saudara kita di sana,” ujarnya.

Fajrul Amienurrahman Mahmud

LAINNYA