NALARMEDIA.COM – Mangkunegaran Run 2026 sukses menyedot perhatian ribuan pelari dari berbagai daerah di Indonesia. Event yang digelar di Kota Surakarta pada Minggu, 3 Mei 2026 ini tak hanya menjadi ajang olahraga, tetapi juga menjadi wadah promosi budaya, pariwisata, sekaligus penggerak ekonomi lokal.
Mengusung konsep sport tourism, Mangkunegaran Run menghadirkan pengalaman berbeda bagi para peserta. Sebanyak 20 komunitas seni turut dilibatkan untuk memeriahkan acara melalui penampilan di 50 titik cheering point yang tersebar di sepanjang rute. Dukungan tersebut datang dari pelajar, seniman Institut Seni Indonesia (ISI) Surakarta, hingga mahasiswa Universitas Sebelas Maret (UNS).
Rute lomba dimulai dari Stadion Manahan dan berakhir di kawasan bersejarah Pura Mangkunegaran. Sebanyak 7.750 peserta ambil bagian dalam gelaran ini, termasuk Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi dan Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Tengah, Sumarno. Ahmad Luthfi mengikuti kategori 5K, sedangkan Sumarno turun pada kategori 10K.
Sepanjang perjalanan, para pelari disambut antusiasme warga yang memberikan semangat di sisi lintasan. Nuansa budaya khas Solo juga begitu terasa melalui berbagai dekorasi di area start dan finish, serta deretan stan UMKM yang menawarkan aneka produk unggulan lokal.
Gubernur Ahmad Luthfi mengaku terkesan dengan semarak acara tersebut. Menurutnya, rute 5K terasa singkat karena tingginya antusiasme masyarakat yang menular kepada para peserta.
“Ini luar biasa. Masyarakat sangat antusias. Saya ambil 5K, rasanya belum banyak berkeringat, tahu-tahu sudah finis,” ujarnya.
Ia menilai, kegiatan seperti ini memberikan dampak positif bagi berbagai sektor, mulai dari kesehatan masyarakat, pariwisata, hingga pertumbuhan ekonomi daerah.
“Olahraga yang mendukung kesehatan tentu sangat baik. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi sarana promosi wisata. UMKM bergerak, masyarakat sehat, dan suasana menjadi lebih hidup,” katanya.
Salah satu peserta, Arnold Poernomo, mengaku sangat menikmati pengalaman berlari di Mangkunegaran Run untuk kedua kalinya. Ia memuji kualitas rute yang tertata rapi serta atmosfer yang begitu meriah.
“Seru sekali. Start dari Manahan dengan suasana yang epic. Rutenya jelas, tertib, dan udaranya sangat mendukung,” ungkapnya.
Arnold juga menilai sentuhan budaya menjadi daya tarik tersendiri. Pertunjukan tari dan musik tradisional di sepanjang lintasan memberikan pengalaman yang unik bagi para peserta.
“Budayanya terasa sekali. Ada tarian, musik tradisional, dan setelah ini saya mau kulineran sekaligus menikmati suasana Mangkunegaran,” tuturnya.
Kesan serupa disampaikan Dina, peserta asal Jakarta, yang datang bersama 30 anggota komunitas larinya. Ia mengaku terpesona dengan atmosfer khas Solo yang begitu kental.
“Seru banget. Saya ikut kategori 10K. Ada gamelan, anak-anak memakai pakaian adat Jawa, benar-benar mencerminkan Solo. Kami sengaja menginap empat hari untuk lari sekaligus wisata kuliner,” ujarnya.
Mangkunegaran Run 2026 merupakan bagian dari rangkaian perayaan Adeging Mangkunegaran ke-269. Jumlah peserta tahun ini meningkat sekitar 40 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Keterlibatan masyarakat dan tingginya jumlah peserta diperkirakan mampu mendorong perputaran ekonomi melebihi Rp40 miliar.
Dengan perpaduan olahraga, budaya, dan wisata, Mangkunegaran Run 2026 kembali menegaskan posisinya sebagai salah satu event lari paling bergengsi di Jawa Tengah. Ajang ini tidak hanya menyehatkan, tetapi juga mempererat hubungan antara tradisi, masyarakat, dan dunia pariwisata. (*)