Sekda Jateng Kukuhkan Komisi Irigasi Baru, Dorong Optimalisasi Air untuk Lumbung Pangan

waktu baca 2 menit
Senin, 29 Jun 2026 19:13 62 Fajrul Amienurrahman Mahmud

NALARMEDIA.COM – Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Jawa Tengah, Sumarno, mendorong Komisi Irigasi setempat agar mengelola sumber daya air secara lebih optimal. Langkah ini sangat krusial mengingat tingginya kebutuhan air di Jawa Tengah yang berstatus sebagai salah satu pilar lumbung pangan nasional.

Sumarno menyampaikan pesan strategis tersebut saat menghadiri acara Pengukuhan Komisi Irigasi Provinsi Jawa Tengah Periode 2026–2029. Agenda penting ini berlangsung di Kantor Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Provinsi Jawa Tengah, Kota Semarang, pada Kamis, 25 Juni 2026.

Susunan Komisi Irigasi ini melibatkan 40 anggota dari berbagai latar belakang instansi. Mereka mencakup perwakilan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS), kelompok petani, jaringan pengguna air, hingga sejumlah pemangku kepentingan dari sektor strategis lainnya.

Sekda menekankan bahwa komisi ini mengemban tugas dan tanggung jawab yang cukup besar. Upaya menjaga ketersediaan air di Jawa Tengah memerlukan tata kelola yang terukur serta kolaborasi erat antar pihak. Karena itu, seluruh anggota komisi harus terus membangun koordinasi yang intensif guna merumuskan kebijakan yang tepat sasaran.

“Dengan Komisi Irigasi ini, sumber daya air yang ada di Jawa Tengah akan dikelola dengan lebih baik,” ucapnya.

Ia juga mengingatkan bahwa sistem tata kelola air yang buruk dapat memicu berbagai persoalan baru yang merugikan masyarakat di masa depan.

“Air ini sangat berharga, sehingga butuh manajemen yang baik. Yang jauh lebih penting adalah bagaimana kita menjaga kelestarian,” ucap Sekda.

Menanggapi tantangan tersebut, Ketua Komisi Irigasi Jawa Tengah, Henggar Budi Anggoro, menyoroti ancaman fenomena kemarau panjang. Ia menargetkan jajarannya mampu memastikan kesiapan suplai sumber daya air untuk memenuhi kebutuhan harian masyarakat maupun irigasi lahan para petani.

“Sebagai lumbung pangan nasional, semoga kita mampu mewujudkan kebutuhan air irigasi, sehingga (Jateng) tidak akan mengalami kesulitan air pada musim tanam,” ucapnya.

Henggar optimis target tersebut bisa tercapai karena Jawa Tengah memiliki infrastruktur penunjang yang memadai. Pemerintah dan masyarakat dapat memaksimalkan fungsi berbagai embung dan jaringan saluran irigasi yang sudah ada untuk terus menopang produktivitas sektor pertanian daerah.

Fajrul Amienurrahman Mahmud

LAINNYA