Sukses Peremajaan Armada Trans Semarang, Dishub Raih Penghargaan Tingkat Nasional

waktu baca 3 menit
Senin, 3 Agu 2026 15:03 3 Fajrul Amienurrahman Mahmud

NALARMEDIA.COM – Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang kembali membuktikan komitmennya dalam memajukan kualitas transportasi publik. Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Semarang sukses menyabet penghargaan bergengsi pada ajang Transportasi Indonesia Award 2026 di Gedung Binakarna, Hotel Bidakara, Jakarta, pada Kamis (30/7/2026). Penyelenggara memberikan apresiasi ini karena pemerintah daerah terus berinovasi meningkatkan standar layanan transportasi umum secara berkelanjutan.

Penghargaan nasional ini menjadi bukti pengakuan atas berbagai pembenahan strategis dari Pemkot Semarang melalui Dishub. Mereka fokus mendongkrak kualitas pelayanan sekaligus memodernisasi armada operasional Trans Semarang. Jauh sebelum ini, Trans Semarang juga sukses membawa pulang Anugerah Jawa Pos Radar Semarang 2024 pada kategori Transportasi Ramah Disabilitas. Rangkaian prestasi tersebut menegaskan komitmen pemerintah dalam mewujudkan layanan mobilitas inklusif bagi semua kalangan.

Saat ini, Dishub tengah mengebut program peremajaan armada Bus Rapid Transit (BRT) Trans Semarang. Dari total 284 unit kendaraan yang beroperasi, pemerintah menargetkan peremajaan 132 unit bus sepanjang tahun 2026. Rencana strategis ini sudah mencakup pengadaan 27 unit bus besar bertenaga listrik untuk mempercepat transformasi menuju transportasi yang jauh lebih ramah lingkungan.

Memasuki akhir Juli 2026, Dishub mencatat realisasi peremajaan telah menyentuh 73 unit armada atau setara 55 persen dari total target tahun ini. Pemkot meremajakan puluhan unit tersebut menggunakan bus berbahan bakar diesel dengan spesifikasi pelayanan yang lebih modern. Sementara itu, pemerintah akan segera merealisasikan pengadaan bus besar listrik secara bertahap sesuai rancangan jadwal.

Tidak sekadar memoles armada, Dishub Kota Semarang dan BLU Trans Semarang terus memperkuat fasilitas khusus bagi penyandang disabilitas. Petugas menyediakan ruang khusus pengguna kursi roda di dalam setiap bus, mengoperasikan armada ramah disabilitas pada beberapa koridor utama, dan membangun jalur akses khusus di halte.

Pengelola juga mengembangkan desain halte berkonsep low deck (lantai rendah) agar seluruh pengguna bisa mengakses layanan dengan sangat mudah. Inovasi masif ini menyelaraskan visi Pemkot Semarang untuk mewujudkan tata kota yang ramah lewat program Semarang Inklusif.

Kepala Dishub Kota Semarang, Danang Kurniawan, memandang penghargaan nasional ini sebagai suntikan motivasi bagi jajarannya untuk terus mendongkrak kualitas layanan angkutan umum.

“Penghargaan ini menjadi apresiasi atas berbagai upaya pembenahan yang terus kami lakukan. Karena itu, kami akan terus melanjutkan peningkatan kualitas pelayanan, termasuk mempercepat peremajaan armada agar masyarakat semakin merasakan layanan Trans Semarang yang aman, nyaman, dan andal,” ujar Danang.

Danang menegaskan bahwa peremajaan bus bukan semata-mata untuk mempensiunkan kendaraan tua. Ia menjadikan program ini sebagai ujung tombak transformasi sistem transportasi perkotaan agar tampil lebih modern, bekerja lebih efisien, dan memberikan dampak positif yang berkelanjutan.

“Tahun ini kami menargetkan peremajaan 132 armada, termasuk 27 bus besar listrik. Hingga akhir Juli, sebanyak 73 armada atau sekitar 55 persen target telah direalisasikan. Kami optimistis seluruh target dapat tercapai sehingga layanan Trans Semarang semakin modern, nyaman, aman, sekaligus lebih ramah lingkungan,” tambahnya.

Ke depan, Pemkot Semarang memastikan akan terus memacu kualitas layanan Trans Semarang melalui modernisasi kendaraan operasional dan penguatan aksesibilitas disabilitas. Pemerintah daerah berkomitmen melahirkan berbagai inovasi pelayanan agar warga Kota Semarang bisa menikmati fasilitas mobilitas umum yang aman, nyaman, dan mudah terjangkau.

Fajrul Amienurrahman Mahmud

LAINNYA