Tingkatkan Kapasitas Relawan, PMI Semarang Gelar Pelatihan Pertolongan Pertama dan Simulasi K9

waktu baca 2 menit
Sabtu, 23 Mei 2026 19:13 7 Fajrul Amien

NALARMEDIA.COM – Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Semarang kembali berupaya meningkatkan kapasitas anggota Tenaga Sukarela (TSR) dengan menyelenggarakan “Pelatihan Pertolongan Pertama”. Politeknik Bina Trada dan kawasan Tinjomoyo Semarang menjadi lokasi pelaksanaan kegiatan kemanusiaan ini selama dua hari, yakni pada hari Sabtu dan Minggu (23-24 Mei 2026).

Sebanyak 27 peserta sangat antusias mengikuti rangkaian pelatihan ini. Mereka terdiri dari 22 relawan PMI Kota Semarang dan lima orang relawan yang mewakili Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB) Kota Semarang.

Turut hadir meramaikan acara tersebut, Pengurus PMI Kota Semarang Bidang Relawan dan Kebencanaan, Wiwit Trijanto SH MH, bersama Koordinator TSR, Rahmat Hidayat, serta sejumlah tamu undangan lainnya.

Ketua Panitia, Sri Djatmiko, menyampaikan bahwa pelatihan ini menargetkan peningkatan kemampuan dasar para relawan. Bekal keterampilan ini sangat mereka butuhkan saat turun memberikan pertolongan langsung ketika menjalankan tugas kemanusiaan di lapangan.

“Relawan PMI harus memiliki kompetensi terutama pertolongan pertama agar penugasan di lapangan seorang relawan bisa memberikan pertolongan yang benar dan sesuai dengan prosedur,” ungkap Sri Djatmiko.

Ia menilai penguasaan keahlian dasar ini merupakan hal krusial bagi anggota. Pasalnya, para relawan selalu berada di barisan paling depan untuk menolong masyarakat setiap kali kondisi darurat atau bencana alam melanda.

Pada kesempatan yang sama, Pengurus PMI Kota Semarang Bidang Relawan dan Kebencanaan, Wiwit Trijanto SH MH, menguraikan kelengkapan materi yang panitia siapkan untuk membekali peserta selama pelatihan dua hari tersebut.

“Pelatihan ini digelar selama dua hari yaitu hari pertama para peserta akan mendapatkan matri tentang pengantar pertolongan pertama, anatomi, penilaian, bantuan hidup dasar, pengangan cidera, evakuasi, dan teori K9,” ungkap Wiwit Trijanto SH MH.

Panitia ternyata tidak sekadar memaparkan teori di dalam ruang kelas. Para peserta juga langsung mempraktikkan ilmu mereka melalui simulasi lapangan di kawasan Tinjomoyo pada hari kedua. Menariknya, panitia turut mengerahkan unit anjing pelacak (K9) untuk melatih pengalaman relawan secara langsung dalam proses pencarian korban bencana.

“Selain itu para peserta akan mengikuti simulasi pada hari kedua di Tinjomoyo dan melibatkan anjing pelacak guna membrikan bekal pengetahuan kepada relawan dalam pencarian korban,” tambahnya.

Wiwit kembali menekankan identitas PMI sebagai organisasi kemanusiaan yang bertumpu pada kekuatan relawan. Oleh karena itu, langkah peningkatan kapasitas seperti ini mutlak organisasi perlukan agar setiap personel dapat mengeksekusi tugasnya secara maksimal.

Ia menaruh harapan besar bahwa melalui program pelatihan yang relevan dan terus berlanjut, relawan PMI Kota Semarang akan semakin tangguh dan responsif dalam memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat, khususnya saat menghadapi bencana maupun situasi kegawatdaruratan lainnya.

LAINNYA