Wali Kota Agustina Tegaskan Kerukunan Sebagai Fondasi Utama Pembangunan Semarang

waktu baca 3 menit
Selasa, 16 Jun 2026 18:28 14 Fajrul Amienurrahman Mahmud

NALARMEDIA.COM – Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng, menekankan bahwa harmoni dan kerukunan masyarakat merupakan kekuatan terbesar bagi Kota Semarang. Meskipun warga memiliki latar belakang suku, agama, dan budaya yang beragam, mereka selalu mengutamakan persatuan. Hal ini membuat Semarang terus berkembang menjadi kota yang aman dan nyaman.

Agustina menyampaikan pesan tersebut saat menghadiri acara Malam Tirakatan, Doa Bersama, dan Pagelaran Wayang Kulit. Acara ini berlangsung di halaman Balai Kota Semarang pada Senin (15/6) malam untuk memperingati Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 Hijriah.

Ia menilai tolak ukur keberhasilan pembangunan tidak sebatas pada berdirinya infrastruktur atau masuknya investasi baru. Lebih dari itu, kesuksesan juga terlihat dari bagaimana masyarakat mampu merawat rasa saling menghormati dan hidup damai berdampingan.

“Semarang adalah rumah bersama. Kekuatan kota ini bukan hanya pada pembangunan fisiknya, tetapi pada warganya yang mampu menjaga kerukunan di tengah keberagaman. Inilah modal sosial yang membuat Semarang terus bergerak maju dan menjadi kota yang nyaman bagi semua,” ujar Agustina.

Wali Kota Semarang tersebut juga mengapresiasi berbagai elemen masyarakat yang konsisten menjaga harmoni lingkungan. Ia menyebutkan peran aktif dari tokoh agama, Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB), Forkopimda, ASN, organisasi masyarakat, komunitas, hingga warga umum yang rutin menebarkan semangat toleransi dan gotong royong.

Menurut Agustina, warga Semarang telah menunjukkan kedewasaan melalui sikap bijak dalam menghadapi berbagai perbedaan. Ia mencontohkan aksi penyampaian aspirasi oleh sejumlah mahasiswa pada hari yang sama, yang tetap berjalan dengan sangat tertib dan damai.

“Perbedaan pandangan adalah bagian dari kehidupan demokrasi. Yang membanggakan, masyarakat kota Semarang mampu menyampaikan pendapat dengan santun dan tetap menjaga suasana yang kondusif. Ini menunjukkan bahwa budaya dialog dan saling menghargai tumbuh kuat di kota kita,” katanya.

Agustina menambahkan bahwa peringatan Tahun Baru Hijriah yang bertepatan dengan Malam Satu Suro ini berfungsi sebagai momentum pengingat. Ia mengajak semua pihak untuk menyadari bahwa kebersamaan dan ketenangan hati sangat penting untuk membangun kemajuan kota, bukan sekadar mengandalkan kerja keras secara fisik.

“Tahun Baru Hijriah mengajarkan semangat hijrah menuju kebaikan, sementara Satu Suro mengajak kita melakukan refleksi. Keduanya mengingatkan pentingnya memperbaiki diri, memperkuat persaudaraan, dan menata masa depan bersama,” tuturnya.

Pemerintah Kota Semarang, lanjut Agustina, berkomitmen penuh untuk selalu menyediakan ruang kebersamaan agar seluruh warga bisa hidup rukun. Ia meyakini bahwa kerukunan bertindak sebagai fondasi utama untuk mewujudkan pembangunan yang inklusif dan bermanfaat bagi seluruh lapisan masyarakat.

“Kota yang maju bukan hanya kota yang infrastrukturnya baik, tetapi juga kota yang masyarakatnya rukun. Kerukunan, toleransi, gotong royong, dan kepedulian sosial adalah energi yang membuat Semarang semakin hebat, semakin membahagiakan, dan semakin terbuka bagi siapa saja,” tegasnya.

Sebagai penutup acara, masyarakat menikmati pertunjukan wayang kulit dengan lakon Ngamarta Binangun. Agustina menganggap nilai-nilai dalam cerita pewayangan ini sangat selaras dengan visi pembangunan Kota Semarang saat ini.

“Lakon ini mengajarkan bahwa kemajuan hanya dapat dicapai melalui kebersamaan, kolaborasi, dan kesediaan menempatkan kepentingan bersama di atas kepentingan pribadi. Semangat itulah yang terus kita bangun di Kota Semarang,” ujarnya.

Memanfaatkan momen pergantian tahun ini, Agustina mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus menjaga kerukunan serta merawat kebersihan dan keindahan kota. Ia juga berharap warga semakin memperkuat rasa memiliki terhadap Semarang agar senantiasa menjadi rumah bersama yang aman, harmonis, dan terus melangkah maju.

Fajrul Amienurrahman Mahmud

LAINNYA