UIN Walisongo Terjunkan 960 Mahasiswa KKN MIT ke Kabupaten Semarang, Dorong Inovasi Desa

waktu baca 2 menit
Rabu, 22 Jul 2026 14:19 26 Fajrul Amienurrahman Mahmud

NALARMEDIA.COM – Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo Semarang menerjunkan 960 mahasiswanya untuk mengabdi di Kabupaten Semarang. Kampus ini resmi melepas ratusan peserta Kuliah Kerja Nyata Mandiri Inisiatif Terpadu (KKN MIT) ke-22 Tahun 2026 pada Selasa (21/7/2026).

Panitia menggelar prosesi pelepasan ini di Pendopo Kabupaten Semarang, Ungaran, dengan menghadirkan 320 perwakilan mahasiswa secara langsung. Para mahasiswa akan menjalankan program pengabdian selama 45 hari penuh, mulai 21 Juli hingga 3 September 2026.

Peserta KKN akan menyebar ke enam wilayah kecamatan, meliputi Banyubiru, Ungaran Timur, Tuntang, Bawen, Jambu, dan Pringapus. Selama bertugas, sebanyak 32 Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) siap mendampingi dan mengarahkan kegiatan para mahasiswa.

Rektor UIN Walisongo, Prof. Dr. Musahadi, M.Ag., hadir langsung untuk mengawal para mahasiswanya. Turut mendampingi Rektor, Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Prof. Dr. Abdul Ghofur, M.Ag., dan Kepala Pusat Pengabdian kepada Masyarakat (Kapus PPM) UIN Walisongo, Moh. Masrur, M.Ag.

Untuk edisi tahun 2026 ini, pelaksana KKN MIT ke-22 menitikberatkan program pengabdian pada tema “Pemberdayaan Masyarakat melalui Ekonomi Kreatif, Literasi Kesehatan, dan Inovasi Sosial Berbasis Desa”.

Saat memberikan arahan, Prof. Musahadi meminta seluruh mahasiswa menjadikan momentum KKN sebagai wadah pembelajaran nyata. Ia melarang mahasiswa menganggap program ini sekadar rutinitas untuk menggugurkan kewajiban akademik semata.

“KKN ini bukan sekadar formalitas akademik, tetapi wadah sungguh-sungguh untuk mengabdi dan belajar dari masyarakat. Jadilah versi terbaik diri kalian di lokasi KKN,” ujar Prof. Musahadi.

Sang Rektor juga mengingatkan mahasiswa untuk terus mengutamakan keselamatan selama berada di lokasi pengabdian. Kampus memang telah mendaftarkan seluruh peserta ke dalam asuransi BPJS Ketenagakerjaan. Namun, pihak universitas tetap memprioritaskan prinsip tanpa risiko (zero risk) selama mahasiswa menjalankan program di lapangan.

Pada kesempatan yang sama, Bupati Semarang, Ngesti Nugraha, S.H., M.H., menyambut baik kehadiran jajaran pimpinan dan mahasiswa UIN Walisongo. Ia menginstruksikan para peserta KKN agar segera beradaptasi dan membaur dengan kearifan adat masyarakat lokal.

“Saya minta anak-anakku mahasiswa melaksanakan tugas dengan sungguh-sungguh, disiplin, serta mampu menyesuaikan diri dengan kultur di dusun, desa, maupun kelurahan tempat bertugas,” tutur Ngesti.

Bupati Semarang tidak hanya menyoroti pelaksanaan program tematik mahasiswa. Ia juga menitipkan misi khusus agar mahasiswa UIN Walisongo turut andil mendongkrak kualitas sumber daya manusia (SDM) di pelosok desa.

“Saya titip pesan, tolong beri motivasi kepada anak-anak muda usia sekolah (SMA/sederajat) di desa-desa agar mereka tergerak untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang perguruan tinggi, salah satunya di UIN Walisongo,” pungkasnya.

Fajrul Amienurrahman Mahmud

LAINNYA