Raih 36 Gelar Juara MTQ, Kafilah Jateng Dapat Hadiah Uang Pembinaan hingga Umroh

waktu baca 4 menit
Jumat, 25 Sep 2026 01:51 42 Fajrul Amienurrahman Mahmud

NALARMEDIA.COM – Kerja keras kafilah Jawa Tengah pada ajang Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Nasional XXXI Tahun 2026 menuai hasil memuaskan. Sukses memborong 36 gelar juara dari berbagai nomor pertandingan, delegasi tuan rumah langsung menerima kucuran apresiasi dari Pemerintah Provinsi Jawa Tengah berupa bonus uang tunai hingga tiket ibadah umroh.

Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menyerahkan langsung bonus penghargaan tersebut di hadapan jemaah Jateng Bersholawat dalam agenda Tasyakuran MTQ Nasional XXXI di Lapangan Pancasila Simpang Lima, Kota Semarang, Rabu (23/9/2026).

“Saya sendiri bersyukur menjadi saksi sejarah bahwa MTQ pernah berkibar di Jawa Tengah,” kata Luthfi.

Pemerintah provinsi memberikan hadiah istimewa bagi pemenang terbaik pertama berupa uang pembinaan sebesar Rp50 juta serta paket umroh bernilai Rp50 juta. Sementara itu, peraih juara kedua mengantongi dana pembinaan Rp40 juta, disusul pemenang juara ketiga yang membawa pulang Rp30 juta.

Apresiasi juga mengalir bagi jajaran juara harapan. Pemprov memberikan bonus Rp20 juta bagi peraih harapan pertama, Rp15 juta untuk harapan kedua, serta Rp10 juta bagi penerima juara harapan ketiga.

Melengkapi dukungan pemda, Baznas Jawa Tengah menyalurkan dana insentif tambahan senilai Rp282 juta bagi kontingen Jateng. Lembaga amil zakat ini bahkan membagikan apresiasi tersebut secara merata kepada peserta yang belum berkesempatan naik podium.

Secara keseluruhan, kafilah Jawa Tengah mengamankan 36 trofi kejuaraan sepanjang gelaran MTQ Nasional XXXI. Capaian mentereng ini mencakup delapan predikat terbaik pertama, tujuh peringkat kedua, 15 gelar juara ketiga, dua juara harapan pertama, dua juara harapan kedua, serta dua gelar juara harapan ketiga.

Salah satu sosok berprestasi yang menerima penghargaan adalah Muhammad Abdul Faqih asal Kota Semarang. Faqih mengukuhkan posisinya di podium tertinggi pada nomor Tafsir Bahasa Indonesia Putra.

Penghargaan ini terasa sangat berkesan bagi Faqih karena ajang MTQ kali ini menandai penampilan terakhirnya sebagai peserta lomba.

“Alhamdulillah sangat bersyukur tentunya kami dari peserta sangat haturkan terima kasih kepada Bapak Gubernur, Bapak Wakil Gubernur, Pemprov Jateng, dan seluruh pejabat pemerintahan Jawa Tengah yang telah mendukung dan mensukseskan kami sebagai kafilah Jawa Tengah tercinta ini,” katanya.

Nama Faqih bukan sosok asing dalam kompetisi musabaqah nasional. Pada kompetisi edisi terdahulu, ia mewakili Jawa Tengah pada cabang tahfiz 30 juz dan berhasil meraih trofi juara pertama tingkat nasional.

Memasuki MTQ XXXI, ia mencoba tantangan baru dengan beralih ke cabang Tafsir Bahasa Indonesia. Keputusan berani tersebut kembali mengantarkannya ke puncak prestasi tertinggi.

“Alhamdulillah sangat bersyukur kali ini saya pindah cabang ke cabang tafsir dan alhamdulillah diberi penghargaan juara satu,” ujarnya.

Faqih menilai penambahan hadiah umroh bagi kampiun juara pertama membakar motivasi para penghafal Al-Qur’an untuk terus memperdalam khazanah ilmu agama.

“Kalau dulu kami yang juara itu hanya diberi uang pembinaan. Alhamdulillah sekarang diberi penambahan yaitu hadiah umrah untuk yang juara satu. Tentunya ini sangat berterima kasih kepada Pemprov Jawa Tengah yang terus-menerus mendukung masyarakatnya untuk semakin semangat dalam mempelajari Alquran,” katanya.

Rasa syukur serupa menyelimuti Zumrotul Luthfiyyah, delegasi asal Kabupaten Rembang yang menyabet gelar terbaik pertama pada cabang Tafsir Bahasa Inggris Putri.

Zumrotul memuji kebijakan Pemprov Jateng yang memperhatikan seluruh anggota kafilah, termasuk peserta yang belum berhasil membawa pulang piala.

“Alhamdulillah, bersyukur senang banget atas apresiasi yang sudah diberikan oleh Bapak Gubernur,” tuturnya.

Perjalanan prestasi Zumrotul menyimpan cerita penuh perjuangan. Setelah sempat bertanding di cabang tahfiz 10 juz dan 20 juz, ia mencoba peruntungan di cabang Tafsir Bahasa Inggris pada MTQ Nasional 2024 dengan raihan harapan ketiga.

Dua tahun berselang, ketekunan belajarnya berbuah manis di cabang yang sama saat ia sukses mengamankan posisi juara pertama nasional.

“Ini menurut saya cabang yang paling sulit yang pernah saya ikuti,” katanya.

Zumrotul mengingatkan bahwa penguasaan materi MTQ membutuhkan kedisiplinan dan proses persiapan yang matang sejak jauh hari.

Ia mendorong lembaga pembina agar merancang pelatihan kafilah berikutnya sedini mungkin guna menjamin kesiapan materi teknik serta ketenangan mental peserta di panggung kompetisi.

“Kalau untuk teman-teman yang lain mungkin disiapkan dari sekarang karena kan kebanyakan yang juara-juara itu mulainya enggak secara mendadak, belajarnya enggak secara mendadak,” katanya.

Adapun malam tasyakuran MTQ Nasional XXXI berlangsung meriah melalui balutan lantunan selawat yang dipimpin Majelis Shalawat Azzahir Pekalongan bersama Habib Ali Zaenal Abidin Assegaf.

Menutup rangkaian malam penuh berkah tersebut, ulama kondang asal Bojonegoro KH Ahmad Anwar Zahid menyampaikan mauidhoh hasanah di hadapan para kafilah dan ribuan warga yang memadati Simpang Lima.

Fajrul Amienurrahman Mahmud

LAINNYA