Target Investasi Jawa Tengah 2025 Terlampaui, Industri Padat Modal Dorong Sektor Alas KakiNALARMEDIA.COM – Kinerja penanaman modal di Jawa Tengah sepanjang 2025 menunjukkan capaian yang sangat positif. Realisasi investasi tercatat mencapai Rp88,50 triliun atau 112,98 persen dari target yang ditetapkan sebesar Rp78,33 triliun. Di tengah capaian tersebut, sektor industri padat modal mulai menunjukkan peningkatan signifikan dan mengejar dominasi investasi sektor alas kaki yang selama ini identik sebagai industri padat karya.
Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Jawa Tengah, Sakina Rosellasari, menyampaikan bahwa Jawa Tengah selama ini dikenal sebagai basis industri alas kaki. Namun dalam beberapa waktu terakhir, sektor industri dengan nilai investasi besar mulai semakin banyak masuk ke wilayah ini.
Menurutnya, pertumbuhan investasi padat modal terlihat dari masuknya sejumlah sektor strategis, seperti fiber optik, alat kesehatan, industri karet dan plastik, hingga industri baterai.
Sebagai contoh, Sakina menyebutkan pembangunan pabrik anoda baterai di Kawasan Ekonomi Khusus Kendal dengan nilai investasi mencapai Rp1,5 triliun. Selain itu, investasi juga masuk dari industri ban yang berlokasi di Jatengland Demak dengan nilai sebesar Rp1,08 triliun.
Menanggapi perkembangan tersebut, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah di bawah kepemimpinan Gubernur Ahmad Luthfi membuka peluang seluas-luasnya bagi investor. Pemerintah berkomitmen memberikan pelayanan optimal, baik bagi industri padat modal yang mendorong nilai investasi, maupun industri padat karya yang berperan dalam penyerapan tenaga kerja dan pengurangan pengangguran.
Sakina menegaskan bahwa kedua sektor tersebut diharapkan dapat tumbuh secara seimbang. Meski sejumlah kawasan industri mulai didominasi investasi padat modal, sektor padat karya tetap menjadi perhatian utama karena ekosistem industri alas kaki di Jawa Tengah masih sangat kuat.
Lebih lanjut, Sakina memaparkan bahwa realisasi investasi 2025 terdiri atas penanaman modal dalam negeri sebesar Rp37,64 triliun dan penanaman modal asing sebesar Rp50,86 triliun.
Total investasi tersebut berasal dari 105.078 proyek dengan penyerapan tenaga kerja mencapai 418.138 orang. Lima sektor terbesar penyumbang investasi meliputi industri barang dari kulit dan alas kaki senilai Rp11,37 triliun, industri mesin dan elektronik termasuk alat kedokteran sebesar Rp9,70 triliun, industri karet dan plastik Rp8,96 triliun, industri tekstil Rp7,97 triliun, serta sektor perumahan, kawasan industri, dan perkantoran sebesar Rp7,47 triliun.
Sementara itu, daerah tujuan utama investasi di Jawa Tengah meliputi Kabupaten Kendal dengan nilai Rp15,86 triliun, disusul Kota Semarang Rp11,15 triliun, Kabupaten Demak Rp9,06 triliun, Kabupaten Batang Rp6,73 triliun, dan Kabupaten Semarang Rp4,38 triliun.
Untuk asal investor, Hong Kong masih menjadi penanam modal terbesar, diikuti Singapura, Tiongkok, Korea Selatan, dan Samoa Barat. (***)