Puncak Musim Hujan, Pantura Genuk Relatif Bebas Banjir Berkat Sinergi Pemkot Semarang dan BBWS Pemali-Juana NALARMEDIA.COM – Memasuki puncak musim hujan pada Januari, kawasan Pantura Genuk, khususnya di sepanjang Jalan Raya Kaligawe, terpantau relatif aman dari genangan banjir. Kondisi tersebut merupakan hasil langkah antisipatif dan kerja sama antara Pemerintah Kota Semarang melalui Dinas Pekerjaan Umum (DPU) dengan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pemali-Juana dalam pengendalian banjir.
Kepala DPU Kota Semarang, Suwarto, menjelaskan bahwa salah satu upaya utama yang dilakukan adalah mengoptimalkan operasional rumah pompa di wilayah hilir. BBWS Pemali-Juana memaksimalkan kinerja Rumah Pompa Tenggang dan Sringin guna mengendalikan debit air dari hulu.
Di Rumah Pompa Tenggang, enam unit pompa dioperasikan penuh dengan total kapasitas 12.000 liter per detik. Setiap pompa memiliki daya angkut 2.000 liter per detik dan dijalankan secara nonstop untuk mengurangi potensi genangan. Sementara itu, Rumah Pompa Sringin mengoperasikan lima unit pompa dengan total kapasitas 10.000 liter per detik. Pengoperasian pompa ini difokuskan untuk mencegah limpasan air yang dapat mengganggu Jalan Raya Kaligawe, sebagai jalur nasional Pantura dengan volume lalu lintas yang tinggi.
Selain pengoperasian pompa, DPU Kota Semarang bersama BBWS Pemali-Juana juga melakukan pengerukan sedimen di sejumlah titik strategis. Kegiatan ini mencakup saluran air di sepanjang sisi selatan Jalan Kaligawe sebagai bagian dari upaya kolaboratif menjaga kapasitas aliran tetap optimal.
Suwarto mengungkapkan bahwa pengerukan telah berlangsung selama kurang lebih satu bulan dengan melibatkan alat berat dari DPU dan BBWS, serta didukung armada dump truk. Selain di Kaligawe, pengerukan juga dilakukan di wilayah Kelurahan Bangetayu Wetan dan Kelurahan Karangroto guna mengurangi endapan sedimen yang berpotensi menghambat aliran air.
Ke depan, DPU Kota Semarang berencana melanjutkan pengerukan di Jalan Padi Raya yang selama ini kerap menjadi titik genangan di kawasan Genuk, serta di saluran samping rel kereta api dan sepanjang Jalan Muktiharjo Raya. Untuk beberapa titik di bawah jembatan, jalan, dan rel kereta, pengerukan dilakukan secara manual guna menghindari risiko terhadap utilitas dan sistem persinyalan kereta api.
Melalui langkah-langkah terpadu tersebut, Pemerintah Kota Semarang terus memperkuat pengendalian banjir di kawasan Genuk, sehingga aktivitas masyarakat dan kelancaran mobilitas di jalur Pantura dapat tetap terjaga selama musim penghujan. (*)