Usai OTT Bupati Pekalongan, Ahmad Luthfi Serukan Penguatan Integritas Kepala Daerah

waktu baca 1 menit
Selasa, 3 Mar 2026 19:47 16 Ella Elisa

NALARMEDIA.COM – Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, kembali menegaskan pentingnya membangun birokrasi yang bersih dan berintegritas menyusul Operasi Tangkap Tangan (OTT) yang dilakukan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap Bupati Pekalongan, Fadia Arafiq.

Pernyataan tersebut disampaikan Luthfi usai Rapat Koordinasi Penyelenggaraan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Gedung Gradhika Bhakti Praja, Kota Semarang, Selasa (3/3).

“Kita menghormati proses penyidikan yang dilakukan KPK. Ini menjadi pembelajaran bagi seluruh pejabat publik untuk menjalankan prinsip good governance,” ujarnya.

Ia menuturkan telah mengingatkan seluruh bupati dan wali kota di Jawa Tengah agar senantiasa menjaga integritas serta menjauhi praktik yang melanggar hukum.

“Kita harus menciptakan birokrasi yang bersih dengan tidak melakukan pelanggaran hukum,” tegasnya.

Sebagai informasi, KPK sebelumnya mengamankan Fadia Arafiq bersama orang kepercayaan serta ajudannya dalam operasi yang dilakukan di Semarang. Ketiganya kemudian dibawa ke Jakarta untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.

Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, menyebut OTT tersebut berkaitan dengan dugaan suap dalam proyek pengadaan di lingkungan Pemerintah Kabupaten Pekalongan.

Pemprov Jawa Tengah menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat tata kelola pemerintahan yang transparan dan akuntabel demi menjaga kepercayaan publik. (*)

LAINNYA
x