
NALARMEDIA.COM — Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, melakukan silaturahmi ke kediaman Pengasuh Pondok Pesantren Asrama Perguruan Islam (API) Tegalrejo, KH Muhammad Yusuf Chudlori (Gus Yusuf), di Kabupaten Magelang, Senin (6/4).
Kunjungan tersebut menjadi bagian dari upaya mempererat sinergi antara Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dengan berbagai elemen masyarakat, khususnya tokoh agama dan tokoh masyarakat.
Setibanya di lokasi, Gubernur Ahmad Luthfi disambut hangat oleh Gus Yusuf. Keduanya tampak berjabat tangan dan berpelukan sebagai tanda keakraban dalam pertemuan tersebut.
Dalam perbincangan yang berlangsung, Gubernur Ahmad Luthfi dan Gus Yusuf membahas sejumlah isu strategis, di antaranya arah pembangunan daerah serta langkah-langkah konkret dalam pengentasan kemiskinan di Jawa Tengah.
Gubernur Ahmad Luthfi menegaskan bahwa upaya penanggulangan kemiskinan harus dilakukan secara terstruktur dan terintegrasi, tidak bisa berjalan secara parsial.
Menurutnya, indikator kemiskinan tidak hanya berkaitan dengan kebutuhan dasar seperti pangan dan tempat tinggal, tetapi juga mencakup sektor pendidikan, kesehatan, hingga ekonomi.
“Penanganan kemiskinan tidak cukup hanya melalui perbaikan rumah tidak layak huni (RTLH). Harus ada intervensi di berbagai sektor secara menyeluruh,” ujarnya.
Gus Yusuf menyatakan sependapat dengan pandangan tersebut. Sebagai tokoh ulama yang juga memiliki pengalaman di dunia politik, ia memahami kompleksitas persoalan dalam upaya pengentasan kemiskinan.
Selain itu, dalam pertemuan tersebut juga dibahas mengenai antisipasi ketersediaan cadangan minyak di tengah dinamika geopolitik global, khususnya di kawasan Timur Tengah.
Menanggapi hal itu, Gubernur Ahmad Luthfi memastikan bahwa stok bahan bakar minyak (BBM) di wilayah Jawa Tengah dalam kondisi aman. Sementara terkait harga, menurutnya merupakan kewenangan pemerintah pusat, namun pemerintah provinsi tetap melakukan langkah antisipatif.
“Untuk stok BBM di Jawa Tengah masih aman. Terkait harga menjadi kewenangan pemerintah pusat, tetapi kami tetap menyiapkan langkah antisipasi,” jelasnya. (*)