Motor Terbakar di SPBU, Damkar: Petugas Kurang Sigap Gunakan APAR

waktu baca 2 menit
Kamis, 9 Apr 2026 11:15 7 Ella Elisa

NALARMEDIA.COM – Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kota Semarang mengkritisi respons petugas SPBU dalam menangani insiden kebakaran sepeda motor yang terjadi di salah satu stasiun pengisian bahan bakar di kota tersebut. Lambannya penggunaan alat pemadam api ringan (APAR) dinilai menjadi faktor yang memperparah situasi.

Kepala Damkar Kota Semarang, Sih Rianung, mengatakan bahwa dalam kondisi darurat, kecepatan dan kepekaan petugas sangat dibutuhkan. Ia menegaskan, kebakaran yang masih dalam skala kecil seharusnya bisa segera dikendalikan menggunakan APAR sebelum api membesar.

Menurutnya, keberadaan APAR di area SPBU seharusnya menjadi langkah awal dalam penanganan kebakaran. Namun, tanpa kesiapan dan keberanian petugas untuk menggunakannya, alat tersebut menjadi tidak efektif.

“Kalau ada potensi kebakaran, jangan menunggu api besar. APAR harus segera digunakan agar tidak meluas,” ujarnya.

Damkar juga menilai masih kurangnya pemahaman dan keterampilan petugas dalam mengoperasikan APAR. Padahal, penggunaan alat tersebut merupakan prosedur dasar dalam penanganan kebakaran tahap awal di area berisiko tinggi seperti SPBU.

Selain itu, anggapan bahwa penggunaan APAR akan menambah biaya operasional dianggap sebagai alasan yang tidak tepat. Damkar menegaskan bahwa biaya pengisian ulang APAR jauh lebih kecil dibandingkan kerugian akibat kebakaran.

Sebagai langkah antisipasi, Damkar Kota Semarang mendorong adanya pelatihan rutin bagi petugas SPBU terkait penanganan kebakaran. Edukasi tersebut dinilai penting agar petugas dapat bertindak cepat, tepat, dan tidak panik saat menghadapi situasi darurat.

Damkar juga mengingatkan bahwa pencegahan dan kesiapsiagaan merupakan kunci utama dalam meminimalkan risiko kebakaran. Dengan respons awal yang sigap, potensi kerugian dapat ditekan semaksimal mungkin. (*)

LAINNYA