Semarang Bersiap Meriah, Karnaval Paskah 2026 Tutup Jalan Pemuda Besok Siang

waktu baca 2 menit
Kamis, 16 Apr 2026 18:49 16 Ella Elisa

NALARMEDIA.COM – Kota Semarang akan menjadi ruang kebersamaan pada Jumat (17/4) melalui Karnaval dan Perayaan Paskah 2026. Ribuan peserta dari berbagai latar belakang dijadwalkan turun ke jalan, memeriahkan rute dari kawasan Kota Lama hingga Balai Kota dalam kirab yang sarat warna, pesan damai, dan semangat persatuan.

Rangkaian kegiatan dimulai pukul 13.00 WIB dari kawasan Gereja Blenduk di Kota Lama, diawali dengan pembukaan dan ibadah. Selanjutnya, peserta akan bergerak menuju Balai Kota Semarang, melintasi jalur utama yang sementara waktu difungsikan sebagai ruang publik untuk perayaan.

Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng, menegaskan bahwa karnaval ini tidak hanya bersifat seremonial keagamaan, tetapi juga menjadi wujud kolaborasi lintas sektor dan lintas iman.

Peserta kirab berasal dari berbagai unsur, mulai dari sekolah Kristen dan Katolik, gereja-gereja, perguruan tinggi, rumah sakit, organisasi perempuan, hingga komunitas lintas agama seperti PELITA dan perwakilan PHDI. Keterlibatan beragam elemen ini mencerminkan praktik toleransi yang diwujudkan secara nyata di ruang publik Kota Semarang.

Untuk mendukung kelancaran acara, Pemerintah Kota Semarang menerapkan rekayasa lalu lintas terpadu. Pengalihan arus mulai diberlakukan pukul 13.00 WIB secara bertahap di sejumlah titik strategis seperti Imam Bonjol, Agus Salim, Gajahmada, Letjen Suprapto, Sendowo, hingga Ki Nartosabdo.

Sebagai jalur utama kirab, Jalan Pemuda akan ditutup sementara selama kegiatan berlangsung. Penutupan juga dilakukan di kawasan Simpang Paragon dan Cendrawasih, dengan pengaturan lanjutan yang bersifat situasional menyesuaikan kondisi di lapangan.

Guna mengantisipasi kepadatan, masyarakat diimbau memanfaatkan kantong parkir yang telah disediakan, di antaranya Gedung Parkir Balai Kota, DP Mall, Udinus, SMU 3, Museum Mandala Bhakti, area belakang Spiegel, serta Metro Point.

Pemerintah Kota Semarang juga mengingatkan warga untuk mengatur perjalanan, menghindari jalur terdampak, serta mengikuti arahan petugas. Kegiatan ini tidak hanya menjadi perayaan, tetapi juga menunjukkan kesiapan kota dalam mengelola aktivitas publik secara tertib.

Karnaval Paskah 2026 sekaligus menegaskan Semarang sebagai kota yang inklusif dan harmonis dalam keberagaman, di mana ruang jalan dimanfaatkan tidak hanya untuk mobilitas, tetapi juga sebagai ruang bersama untuk merayakan nilai-nilai kemanusiaan. (*)

LAINNYA