Pemkot Semarang Pastikan Penanganan Intensif untuk Siswi Korban Pembakaran

waktu baca 2 menit
Kamis, 23 Apr 2026 08:04 5 Ella Elisa

NALARMEDIA.COM – Pemerintah Kota Semarang segera mengambil langkah penanganan terhadap kasus tragis yang dialami seorang siswi kelas 2 SMP berinisial T, korban pembakaran oleh anggota keluarganya di wilayah Tambakmulyo, Semarang Utara.

Atas arahan Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng, Camat Semarang Utara Siwi Wahyuningsih bersama jajaran kelurahan langsung berkoordinasi dengan sejumlah dinas terkait, di antaranya Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A), Dinas Sosial, serta Rumah Sakit Umum Daerah K.R.M.T Wongsonegoro (RSWN).

Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan korban memperoleh perlindungan serta penanganan medis yang memadai, terlebih sebelumnya sempat mengalami kendala pembiayaan saat menjalani perawatan di rumah sakit swasta.

“Kami menindaklanjuti instruksi Ibu Wali Kota dengan melakukan atensi dan intervensi terhadap korban. Koordinasi kami lakukan bersama DP3A karena korban merupakan anak di bawah umur,” ujar Siwi Wahyuningsih, Rabu (22/4).

Penanganan diawali dengan pendampingan serta asesmen mendalam oleh DP3A Kota Semarang. Diketahui, korban sebelumnya sempat dirawat di rumah sakit swasta, namun harus dipulangkan karena keterbatasan biaya.

Melihat kondisi tersebut, pihak kecamatan bersama DP3A kemudian merujuk korban ke RSWN agar mendapatkan penanganan medis secara intensif.

“Karena sebelumnya dirawat di rumah sakit swasta dan belum ter-cover BPJS, maka dengan pendampingan DP3A kami rujuk ke RSWN untuk penanganan lebih lanjut,” jelasnya.

Korban dilaporkan mengalami luka bakar sekitar 30 persen, terutama pada bagian lengan kanan hingga punggung. Untuk mencegah risiko infeksi, korban segera dievakuasi dan mendapatkan perawatan intensif.

Selain penanganan medis, Dinas Sosial juga telah menyalurkan bantuan logistik berupa kebutuhan pokok guna membantu meringankan beban keluarga selama proses pemulihan.

“Luka yang dialami cukup serius, sehingga perlu penanganan cepat untuk menghindari infeksi,” pungkasnya.(*)

LAINNYA