Peringati Hari Bumi, Pemprov Jateng Perkuat Transisi Energi Hijau

waktu baca 3 menit
Rabu, 13 Mei 2026 15:46 3 Ella Elisa

NALARMEDIA.COM – Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen menegaskan bahwa percepatan transisi menuju energi baru terbarukan (EBT) menjadi langkah penting dalam menghadapi tantangan krisis energi dan perubahan iklim global.

Pernyataan tersebut disampaikan saat menghadiri Peringatan Hari Bumi 2026 tingkat Provinsi Jawa Tengah di Bale Agung Horison Resort Tlogo, Kecamatan Tuntang, Kabupaten Semarang, Rabu, 13 Mei 2026.

Menurut Taj Yasin, peralihan menuju energi bersih kini bukan lagi sekadar pilihan, melainkan kebutuhan yang harus segera diwujudkan demi menjaga keberlanjutan lingkungan dan ketahanan energi di masa depan.

Ia menyebut tema global Hari Bumi tahun ini, “Our Power Our Planet”, menjadi pengingat bahwa bumi merupakan satu-satunya tempat tinggal yang harus dijaga bersama oleh seluruh elemen masyarakat, mulai pemerintah, dunia usaha, akademisi, hingga generasi muda.

Pemprov Jawa Tengah sendiri terus memperkuat upaya transisi energi yang berkeadilan dan berbasis potensi lokal melalui Program Desa Mandiri Energi. Saat ini jumlah Desa Mandiri Energi di Jawa Tengah mencapai 2.331 desa, terdiri atas 28 desa kategori mapan, 165 desa berkembang, dan 2.138 desa kategori inisiatif.

Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Jawa Tengah Agus Sugiharto menjelaskan, hingga 2026 berbagai infrastruktur energi terbarukan telah berkembang di Jawa Tengah. Di antaranya PLT Mikro dan Mini Hidro berkapasitas 38 MW, PLTA 322 MW, PLTS Atap 89,5 MW, pemanfaatan biogas 40 ribu meter kubik, PLTSa 8 MW, serta PLTP Dieng Unit 1 dan small scale dengan kapasitas 60 MW.

Selain pengembangan EBT, Pemprov Jateng juga terus mendorong penggunaan kendaraan listrik. Pada triwulan pertama 2026, jumlah kendaraan listrik di Jawa Tengah tercatat mencapai 22.434 unit yang didukung 283 Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU).

Direktur Utama Institute for Essential Services Reform, Fabby Tumiwa, menyampaikan dukungannya terhadap langkah Jawa Tengah dalam membangun ekonomi hijau dan rendah karbon. Ia mengatakan, kerja sama antara IESR dan Pemprov Jawa Tengah telah berjalan sejak 2019, dimulai dari pengembangan energi surya hingga kini diperluas pada penguatan energi terbarukan dan pembangunan rendah karbon.

Dalam kesempatan itu, Pemprov Jateng juga menyerahkan penghargaan Jateng Energy Transition Awards kepada Kabupaten Boyolali, Brebes, dan Rembang. Penghargaan Desa Mandiri Energi diberikan kepada sejumlah desa, di antaranya Desa Manggihan di Kabupaten Semarang, Desa Krandegan di Kabupaten Purworejo, Desa Sempukerep di Kabupaten Wonogiri, Desa Banjarsari di Kabupaten Demak, Desa Kalinusu di Kabupaten Brebes, dan Desa Pacet di Kabupaten Batang.

Selain penyerahan penghargaan, dilakukan pula penandatanganan sejumlah kerja sama terkait pengelolaan energi dan lingkungan, termasuk pemanfaatan minyak jelantah rumah tangga, pengelolaan Fly Ash dan Bottom Ash (FABA), serta penguatan kolaborasi pengembangan energi baru terbarukan bersama Universitas Diponegoro dan Badan Riset dan Inovasi Nasional.

Rangkaian kegiatan Hari Bumi 2026 turut diisi dengan penanaman pohon di lahan pascatambang oleh Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi sebagai simbol pemulihan lingkungan dan komitmen menjaga kelestarian alam. (*)

LAINNYA