Mohammad Saleh: Beasiswa Santri Jadi Kesempatan Tingkatkan Daya Saing Generasi Pesantren

waktu baca 3 menit
Minggu, 24 Mei 2026 09:27 8 admin

NALARMEDIA.COM — Wakil Ketua DPRD Jawa Tengah, Mohammad Saleh, mengajak kalangan santri untuk memanfaatkan Program Beasiswa Santri dan Pengasuh Pesantren Tahun 2026 yang dibuka Pemerintah Provinsi Jawa Tengah. Program tersebut dinilai menjadi peluang penting dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia sekaligus memperluas akses pendidikan tinggi bagi santri di Jawa Tengah.

Menurut Saleh, beasiswa yang disiapkan Pemprov Jateng merupakan bentuk keseriusan pemerintah dalam mendukung pendidikan bagi lingkungan pesantren, mulai jenjang vokasi hingga doktoral atau S3, baik di dalam maupun luar negeri.

“Program ini sangat baik untuk mendukung peningkatan kualitas SDM santri. Kesempatan seperti ini harus dimanfaatkan sebaik mungkin,” ujarnya di Semarang.

Ketua DPD Partai Golkar Jawa Tengah itu mengatakan, santri memiliki potensi besar untuk menjadi generasi unggul apabila mendapatkan akses pendidikan yang memadai. Karena itu, ia berharap para santri tidak ragu memanfaatkan peluang tersebut untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi.

“Santri memiliki potensi besar. Dengan dukungan pendidikan yang baik, mereka dapat menjadi generasi yang unggul dan berdaya saing,” tegasnya.

Program Beasiswa Santri dan Pengasuh Pesantren Tahun 2026 yang dibuka Pemerintah Provinsi Jawa Tengah mencakup berbagai skema pendidikan. Untuk program vokasi dan S1 dalam negeri, pendaftaran dibuka mulai 18 Februari hingga 10 Juli 2026. Tahapan seleksi berlangsung pada 13 Juli sampai 1 Agustus 2026, sedangkan hasil seleksi diumumkan pada 3 Agustus 2026.

Sementara itu, program luar negeri membuka kesempatan bagi santri untuk menempuh pendidikan S1 internasional, program double degree, hingga studi keislaman di sejumlah kampus luar negeri seperti Universitas Al-Azhar, serta perguruan tinggi di Yaman seperti Al Ahqof dan Imam Syafi’i. Pendaftaran program luar negeri dibuka mulai 18 Februari hingga 13 Juni 2026.

Saleh menilai terbukanya akses pendidikan bagi kalangan pesantren menjadi langkah penting dalam pemerataan kesempatan belajar sekaligus penguatan kualitas SDM berbasis pesantren di Jawa Tengah.

Selain menyediakan akses pendidikan, program tersebut juga memberikan fasilitas pembiayaan yang cukup lengkap. Untuk penerima beasiswa dalam negeri, Pemprov Jateng menanggung penuh Uang Kuliah Tunggal (UKT) hingga delapan semester.

Sedangkan untuk program luar negeri, bantuan mencakup biaya pendidikan, biaya hidup, pengurusan visa, asuransi, hingga tiket pesawat pulang-pergi dari Semarang menuju negara tujuan.

“Karena santri yang memiliki pendidikan dan kompetensi yang baik akan menjadi kekuatan penting bagi kemajuan daerah dan bangsa,” ucap Saleh.

Sebagai informasi, proses pendaftaran dilakukan melalui aplikasi JNN (Jateng Ngopeni Nglakoni) yang dapat diunduh melalui Playstore maupun Appstore. Setelah masuk ke aplikasi, calon peserta dapat memilih banner “Beasiswa Santri” pada halaman utama untuk membaca petunjuk teknis dan mengakses formulir pendaftaran.

Selain melalui aplikasi, petunjuk teknis pendaftaran juga tersedia di situs resmi Pemerintah Provinsi Jawa Tengah.

LAINNYA