Pariwisata dan Ekonomi Syariah Siap Jadi Motor Penggerak Ekonomi Jateng 2027

waktu baca 2 menit
Rabu, 27 Mei 2026 19:12 23 Fajrul Amienurrahman Mahmud

NALARMEDIA.COM – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah tengah mematangkan pariwisata berkelanjutan dan ekonomi syariah sebagai dua sektor utama untuk menggerakkan roda ekonomi pada tahun 2027.

Langkah strategis ini bertujuan menggenjot target pertumbuhan ekonomi Jawa Tengah agar mampu menembus angka 6% hingga 7,4%.

“Pertumbuhan ekonomi kita sudah 5,89% di triwulan I 2026. Kalau bisa kita tingkatkan lagi,” tegas Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, saat menghadiri acara Rembug Pembangunan Jawa Tengah 2026 di Pendopo Kabupaten Kudus, Selasa (26/5/2026).

Sekretaris Daerah (Sekda) Jateng Sumarno, jajaran Forkopimda Jateng, serta para bupati dan wakil bupati dari wilayah eks Karesidenan Pati (Jepara, Kudus, Pati, Rembang, dan Blora) turut meramaikan agenda penting tersebut.

Pemerintah daerah tentu tidak melupakan sektor ketahanan pangan yang sudah berjalan sejak awal 2026 dan terus memacu realisasi investasi demi mencapai target ekonomi tersebut.

Ahmad Luthfi sangat yakin bahwa sektor pariwisata memiliki potensi besar untuk menopang sekaligus mendongkrak laju ekonomi daerah.

Berdasarkan catatan statistik, Jawa Tengah sukses membukukan pertumbuhan ekonomi sebesar 5,37% pada tahun 2025. Sektor pariwisata, khususnya industri akomodasi serta makanan dan minuman yang melesat tumbuh 10,60%, tampil sebagai penyumbang terbesar dalam pencapaian ini.

Sumbangsih sektor pariwisata terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Jateng juga terus merangkak naik sejak 2022 hingga 2025. Angka kontribusi bermula dari 3,29% pada 2022, melangkah ke 3,40% pada 2023, melonjak tajam menjadi 3,56% pada 2024, dan puncaknya menyentuh 3,74% pada tahun 2025. Tren positif ini semakin mengukuhkan pariwisata sebagai motor penggerak ekonomi andalan bagi Jawa Tengah.

Tren serupa tampak pada lonjakan jumlah wisatawan, yang meroket tajam dari 46,6 juta pengunjung pada 2022 menjadi 74,4 juta pengunjung pada tahun 2025. Kenaikan drastis hingga 59,73% ini membuktikan posisi Jawa Tengah yang semakin kokoh sebagai destinasi liburan favorit masyarakat.

Forum Rembug Pembangunan tersebut juga merumuskan target spesifik pengembangan pariwisata untuk wilayah Kudus, Jepara, Rembang, Pati, dan Blora.

Kabupaten Kudus mematok target kunjungan tertinggi yang mencapai sekitar 3,7 juta wisatawan. Kabupaten Rembang menyusul dengan target nyaris 3 juta pelancong, lalu Jepara yang mengejar 2,4 juta pengunjung. Sementara itu, Kabupaten Blora dan Pati masing-masing membidik sekitar 1,2 juta dan 1,1 juta wisatawan.

Pemerintah daerah juga menaruh perhatian besar pada pengembangan desa wisata. Kabupaten Kudus, Pati, Rembang, dan Blora sepakat menargetkan pembentukan 30 desa wisata, sementara Jepara fokus merintis 3 desa wisata baru. Kesepakatan target ini mencerminkan komitmen kuat pemerintah untuk memeratakan sektor pariwisata dan memberdayakan ekonomi warga sekitar melalui pemanfaatan potensi lokal yang maksimal.

Fajrul Amienurrahman Mahmud

LAINNYA