Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng menerima penghargaan opini WTP ke-10 dari BPK RI atas LKPD 2025. NALARMEDIA.COM – Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang sukses mempertahankan opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI. BPK memberikan predikat bergengsi ini atas Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD) Tahun Anggaran 2025. Prestasi ini sekaligus membuktikan bahwa Pemkot Semarang mampu menjalankan tata kelola keuangan daerah secara transparan, akuntabel, serta penuh tanggung jawab.
Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng, menilai pencapaian WTP ini bernilai lebih dari sekadar apresiasi terhadap tertib administrasi. Menurutnya, penghargaan ini menunjukkan keseriusan Pemkot Semarang dalam menjaga amanah rakyat. Ia memastikan pemerintah selalu mengelola setiap rupiah dalam APBD secara cermat dan tepat sasaran sehingga warga bisa merasakan manfaat nyatanya secara langsung.
“Capaian ini adalah hasil kerja bersama seluruh jajaran Pemerintah Kota Semarang, DPRD, dan berbagai pihak yang terus mengawal jalannya pemerintahan. Namun bagi saya, yang paling penting bukan sekadar mendapatkan WTP, melainkan memastikan bahwa uang rakyat benar-benar kembali kepada rakyat dalam bentuk pelayanan yang lebih baik dan pembangunan yang dirasakan manfaatnya,” ujar Agustina usai menerima LHP BPK, Rabu (11/6).
Agustina juga mengingatkan jajarannya untuk memandang pengelolaan keuangan daerah sebagai alat utama guna mewujudkan kesejahteraan masyarakat. Oleh karena itu, Pemkot Semarang memfokuskan anggaran tahun 2025 untuk mendanai berbagai program prioritas yang langsung menyentuh kebutuhan warga. Program tersebut mencakup pembangunan jalan, perbaikan drainase, penanganan banjir, peningkatan kualitas permukiman, serta layanan pendidikan dan kesehatan. Selain itu, pemerintah juga gencar menyasar program penguatan ekonomi kerakyatan dan perlindungan sosial.
Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa indikator keberhasilan tata kelola keuangan tidak bergantung pada tebalnya tumpukan laporan atau banyaknya deretan trofi penghargaan. Pemerintah mengukur kesuksesan tersebut dari seberapa besar masyarakat merasakan dampak positifnya dalam kehidupan sehari-hari.
“Warga ingin melihat jalan yang lebih baik, lingkungan yang lebih nyaman, pelayanan yang semakin cepat, serta kesempatan ekonomi yang semakin terbuka. Karena itu saya selalu menekankan bahwa setiap rupiah APBD harus bekerja untuk rakyat dan hasilnya harus bisa dirasakan masyarakat,” tegasnya.
Agustina menjelaskan bahwa sistem keuangan yang sehat bertindak sebagai fondasi krusial bagi kemajuan Kota Semarang. Melalui tata kelola yang prima, pemerintah berhasil membangun kapasitas fiskal yang kuat guna merespons beragam kebutuhan masyarakat sekaligus menjamin keberlanjutan roda pembangunan kota.
Wali kota perempuan tersebut turut mengimbau seluruh perangkat daerah agar tidak cepat berpuas diri dengan raihan WTP ini. Ia justru meminta jajarannya menjadikan pencapaian ini sebagai pendorong semangat. Tujuannya tidak lain untuk terus mendongkrak kualitas perencanaan, eksekusi program, hingga pengawasan anggaran supaya makin efektif, efisien, dan tepat guna.
“Saya ingin budaya pengelolaan keuangan yang bersih, transparan, dan bertanggung jawab terus menjadi nafas pemerintahan di Kota Semarang. Kepercayaan masyarakat harus dijaga melalui kinerja yang nyata dan pengelolaan anggaran yang memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi warga,” katanya.
Pencapaian opini WTP pada LKPD 2025 ini secara tegas memperkuat komitmen kepemimpinan Agustina Wilujeng dalam menciptakan pemerintahan yang bersih, profesional, serta berorientasi pada pelayanan publik. Pada akhirnya, tolak ukur utama keberhasilan manajemen keuangan daerah tidak cuma terpampang di atas laporan yang rapi, melainkan terlihat nyata dari peningkatan kualitas hidup seluruh masyarakat Kota Semarang.