Pemkot Semarang Rilis SDG’S, Semua Layanan Publik Kini Ada di Satu Aplikasi

waktu baca 3 menit
Kamis, 11 Jun 2026 23:37 3 Fajrul Amienurrahman Mahmud

NALARMEDIA.COM – Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang baru saja merilis aplikasi layanan publik digital terpadu bernama SDG’S (Semarang Dalam Genggaman). Lewat platform pintar ini, warga bisa mengakses berbagai keperluan administrasi kependudukan, fasilitas kesehatan, pelaporan masyarakat, hingga pembayaran pajak hanya dari satu layar telepon pintar.

Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng, bersama lembaga pemerintah asal Korea Selatan, Korea Internet & Security Agency (KISA), meresmikan langsung aplikasi tersebut di Lobi Balai Kota Semarang pada Kamis (11/6/2026).

Agustina menegaskan bahwa peluncuran SDG’S menjadi wujud nyata komitmen Pemkot Semarang. Mereka ingin terus mempercepat transformasi digital sekaligus menjaga gelar sebagai kota cerdas (smart city).

“Kalau tidak dijalankan dari sekarang, Kota Semarang tidak akan tahu apa saja kekurangannya. Karena itu platform ini terus kami kembangkan dan perbaiki agar ke depan semakin optimal melayani masyarakat,” ujar Agustina.

Ia menilai inovasi ini sangat krusial untuk menciptakan pelayanan publik yang lebih cepat, efisien, dan praktis. Warga kini tidak perlu repot mengunduh banyak aplikasi atau membuka berbagai situs web demi mendapatkan pelayanan pemerintah.

Pada kesempatan yang sama, Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik, dan Persandian (Diskominfo) Kota Semarang, Didik Dwi Hartono, memaparkan detail sistem tersebut. Ia menyebutkan SDG’S sukses menyatukan layanan dari 22 lebih Organisasi Perangkat Daerah (OPD) ke dalam sebuah wadah tunggal.

Didik menyoroti kelemahan sistem terdahulu yang kerap berjalan sendiri-sendiri. Akibatnya, masyarakat harus berpindah-pindah platform ketika ingin mengurus berbagai kebutuhan administrasi.

“Platform SDG’S hadir untuk menjawab persoalan tersebut. Warga cukup menggunakan satu aplikasi untuk mengakses berbagai layanan publik yang sudah terintegrasi,” katanya.

Untuk menjamin keamanan, pengembang melengkapi aplikasi ini dengan teknologi verifikasi identitas digital mutakhir melalui metode Know Your Customer (KYC) dan autentikasi berbasis perangkat. Selain itu, Pemkot Semarang memegang kendali penuh atas seluruh pengelolaan data warganya.

Berkat sistem satu pintu ini, setiap perangkat daerah bisa memverifikasi identitas pengguna jauh lebih cepat. Mereka tidak perlu lagi membangun basis data yang tumpang tindih secara berulang.

CEO KISA sekaligus akademisi Institut Teknologi Bandung (ITB), Prof. John Choi, turut memberikan apresiasi tinggi. Ia menilai SDG’S merupakan wujud nyata implementasi layanan digital publik paling mutakhir untuk ukuran kota metropolitan.

“Layanan SDG’S mewakili ekosistem layanan publik jarak jauh penuh pertama di dunia yang diterapkan untuk populasi sekitar satu juta penduduk,” ujarnya.

John menjelaskan bahwa keunggulan utama platform ini terletak pada penggunaan teknologi Verifiable Credentials (VC). Sistem ini mampu mengubah bermacam dokumen administrasi resmi menjadi identitas digital yang terjamin keamanannya.

Teknologi tersebut menghubungkan berbagai dokumen penting, seperti Kartu Identitas Anak (KIA), kartu pelajar, hingga akses layanan transportasi ke dalam satu ekosistem terpusat. Pengguna hanya butuh satu kali verifikasi awal untuk menikmati layanan-layanan lanjutan tanpa kewajiban mengunggah ulang dokumen yang sama.

Model layanan mutakhir ini juga sangat fleksibel sehingga pemerintah dapat menerapkannya secara luas. Sektor-sektor yang bisa mengadopsi sistem ini mencakup administrasi kependudukan, pengaduan masyarakat, kesehatan, hingga pembayaran retribusi dan pajak daerah.

Kehadiran SDG’S semakin mengukuhkan reputasi Kota Semarang sebagai daerah terdepan yang aktif mendorong transformasi digital. Langkah strategis ini membuktikan keseriusan pemerintah setempat dalam menyajikan kualitas pelayanan publik yang lebih efektif, aman, dan terintegrasi bagi seluruh warganya.

Fajrul Amienurrahman Mahmud

LAINNYA