Kepala OJK Jawa Tengah memberikan keterangan terkait dampak skor SLIK OJK dan pinjol bagi pelamar kerja. NALARMEDIA.COM – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Jawa Tengah mengeluarkan peringatan penting bagi generasi muda terkait kebiasaan menggunakan pinjaman online (pinjol). Saat ini, banyak instansi perusahaan menjadikan Sistem Layanan Informasi Keuangan (SLIK) sebagai syarat utama dalam merekrut pegawai baru.
Kepala OJK Jateng, Hidayat Prabowo, menegaskan bahwa pelamar kerja bisa gagal lolos seleksi hanya karena memiliki rekam jejak finansial yang buruk. Perusahaan-perusahaan modern kini menerapkan standar seleksi yang jauh lebih ketat, menuntut calon karyawan untuk memiliki kesehatan finansial, bukan sekadar kesehatan jasmani.
“Saat ini banyak instansi yang mulai mensyaratkan calon pegawai harus sehat secara finansial. Bukan hanya sehat fisik, tetapi juga sehat finansial,” papar Hidayat, Jum’at 12/6/2026.
Hidayat menjelaskan, kebiasaan generasi muda menggunakan pinjol maupun paylater secara tidak terkendali sering memicu masalah gagal bayar. Situasi ini secara otomatis merusak skor kredit mereka.
Saat tim HRD menyeleksi kandidat potensial, mereka akan menjadikan riwayat kredit macet di SLIK OJK sebagai bahan evaluasi utama. Perusahaan cenderung menghindari pelamar dengan rekam jejak utang bermasalah karena khawatir kondisi tersebut akan mengganggu produktivitas dan profesionalisme kerja.
“Tidak ada lembaga yang ingin mempekerjakan orang dengan catatan kredit macet karena dikhawatirkan akan berdampak pada kinerja yang bersangkutan di perusahaan,” tambahnya.
Oleh karena itu, mahasiswa dan pelajar wajib menghentikan gaya hidup konsumtif yang mengandalkan pinjaman daring demi menjaga masa depan karier mereka. Hidayat menyayangkan banyaknya anak muda yang terjerat utang sekadar untuk memenuhi gengsi atau kebutuhan yang sebenarnya tidak esensial.
Sistem OJK akan merekam secara otomatis setiap aktivitas pinjaman yang sembrono. Data rekam jejak ini pasti akan tim HRD temukan saat mereka melakukan verifikasi latar belakang pelamar.
“Hati-hati bagi mahasiswa maupun pelajar apabila sudah terjerat pinjaman online atau paylater. Jika bermasalah, catatan kredit atau SLIK-nya bisa jadi buruk.”
Pada masa lalu, perusahaan mungkin hanya melihat Surat Keterangan Catatan Kepolisian (SKCK) dan hasil tes kesehatan medis. Namun kini, indikator penilaian telah bertambah luas. Tim rekrutmen menggunakan data kesehatan finansial untuk mengukur tingkat kedisiplinan dan karakter calon pegawai.
“Kalau dulu yang dilihat adalah catatan kepolisian dan catatan kesehatan, sekarang mulai ditambah dengan kesehatan finansial. Salah satu indikatornya SLIK,” ujarnya.
Lebih jauh lagi, perusahaan tidak hanya mengecek data SLIK saat rekrutmen awal. Banyak instansi juga menggunakannya sebagai bahan pertimbangan saat menyeleksi karyawan untuk promosi jabatan.
“Beberapa instansi sudah melihat SLIK sebagai bagian dari track record seseorang. Apakah dia memiliki kebiasaan menunggak atau tidak, itu bahan pertimbangan,”lanjutnya.
Merespons tren rekrutmen baru ini, OJK Jawa Tengah langsung bergerak mengintensifkan program literasi keuangan. Tujuannya jelas, yakni mencegah masyarakat terjerumus ke dalam lubang kredit macet di masa depan. OJK memfokuskan edukasi pada tiga pilar utama untuk membekali masyarakat menghadapi era ekonomi digital.
“Kami selalu menekankan tiga hal dalam edukasi keuangan. Pertama, pengenalan produk dan layanan keuangan. Kedua, pengelolaan keuangan. Ketiga, perlindungan konsumen,” imbuh Hidayat.
OJK juga mengimbau anak muda untuk selalu memeriksa legalitas aplikasi pinjaman daring agar terhindar dari jeratan pinjol ilegal. Memahami risiko setiap produk keuangan adalah langkah awal untuk menjaga masa depan karier. OJK berharap standar rekrutmen yang ketat ini bisa mendorong generasi muda untuk mengambil keputusan finansial secara lebih bertanggung jawab.
Memiliki rekam jejak SLIK yang bersih adalah modal utama untuk memenangkan persaingan di dunia kerja profesional saat ini. Kepedulian terhadap profil risiko keuangan pribadi menunjukkan tingkat kedewasaan seseorang.
Oleh karena itu, setiap individu harus berpikir dua kali sebelum mengambil utang daring, mengingat riwayat kredit tersebut akan bertahan hingga bertahun-tahun. Ke depannya, integritas finansial akan memiliki nilai tawar yang sangat tinggi di mata perusahaan besar maupun instansi pemerintah. Menjaga skor kredit tetap prima sama artinya dengan menjaga prospek karier tetap cerah.
OJK Jawa Tengah berkomitmen untuk terus mengawal literasi keuangan masyarakat. Harapannya, generasi muda mampu menjadi pelaku ekonomi yang cerdas dengan reputasi finansial yang baik. Mari kelola layanan keuangan secara bijak hari ini, karena catatan kredit tersebut akan menentukan peluang karier Anda di masa mendatang.