Wagub Taj Yasin Dorong Syarikat Islam Bangkitkan Ekonomi Rakyat Jawa Tengah

waktu baca 3 menit
Kamis, 18 Jun 2026 15:24 14 Fajrul Amienurrahman Mahmud

NALARMEDIA.COM – Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen, mendorong organisasi keagamaan Syarikat Islam (SI) Jawa Tengah untuk mengambil peran aktif dalam memperkuat perekonomian rakyat di wilayahnya.

Taj Yasin menyampaikan pesan tersebut saat ia menghadiri prosesi pelantikan pengurus SI Jawa Tengah di Universitas Islam Sultan Agung (Unissula) Semarang pada Kamis, 26 Juni 2026.

Ia menilai, kekuatan utama Syarikat Islam sedari awal bukan sekadar berpusat pada gerakan dakwah dan pendidikan, melainkan juga pada kemampuannya mewujudkan kemandirian ekonomi masyarakat. Oleh karena itu, ia berharap para pengurus baru SI Jawa Tengah mampu mewujudkan warisan perjuangan tersebut melalui berbagai program konkret yang langsung menyentuh pelaku usaha kecil maupun sektor ekonomi kerakyatan.

“Perjuangan ekonomi ini sangat luar biasa, terutama ekonomi kerakyatan, UMKM, dan usaha menengah. Karena ekonomi kerakyatan inilah yang menopang berdirinya Negara Republik Indonesia dengan kuat,” kata dia.

Gus Yasin sapaan akrabnya kembali mengingatkan bahwa dalam sejarah kemerdekaan, para pahlawan tidak cuma mengandalkan strategi maupun kekuatan fisik semata. Di barisan belakang, masyarakat dan para pelaku usaha terus menyuplai kebutuhan logistik sekaligus menopang roda perjuangan bangsa.

“Salah satu kekuatan saat itu adalah Syarikat Dagang Islam. Ini menunjukkan bahwa ekonomi rakyat memiliki peran sangat besar dalam perjalanan bangsa,” ujarnya.

Menurut Gus Yasin, semangat historis tersebut masih sangat relevan untuk konteks hari ini. Ia memandang organisasi seperti SI memegang posisi strategis untuk mengembangkan usaha kecil, memperluas jangkauan pemberdayaan ekonomi umat, serta meningkatkan kualitas sumber daya manusia secara keseluruhan.

Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa pemerintah daerah tidak mungkin bekerja sendiri untuk memacu pertumbuhan ekonomi. Pemerintah sangat membutuhkan kolaborasi erat bersama organisasi-organisasi yang memiliki akar kuat di tengah masyarakat, salah satunya adalah SI.

“Kami tidak mungkin membangun Jawa Tengah sendirian. Kami membutuhkan organisasi yang dekat dengan masyarakat. Syarikat Islam sudah mengakar sampai daerah-daerah,” katanya.

Menanggapi hal tersebut, Presiden Pimpinan Pusat Syarikat Islam, Hamdan Zoelva, turut menegaskan bahwa kebangkitan ekonomi rakyat kini menduduki posisi sebagai fokus utama gerakan SI.

Hamdan menjelaskan, selama beberapa tahun terakhir, SI sudah memantapkan arah perjuangannya untuk memperkuat “dakwah ekonomi”. Gerakan ini bertujuan untuk memadukan nilai-nilai keislaman dengan berbagai langkah nyata untuk membangun kemandirian ekonomi umat.

Ia memandang bahwa tantangan terbesar umat saat ini tidak hanya berkutat pada persoalan dakwah, tetapi meluas hingga isu pemerataan ekonomi. Atas dasar itulah, organisasi keagamaan harus hadir untuk mendampingi masyarakat dalam mendapatkan akses modal usaha, program pelatihan, pengurusan sertifikasi halal, hingga pengembangan ekonomi yang berbasis komunitas.

“Kita sering berbicara soal persoalan umat, tetapi akar masalahnya sering kali adalah ekonomi. Karena itu Syarikat Islam kembali kepada semangat awalnya, yaitu membangun kekuatan ekonomi rakyat,” ujar Hamdan.

Hamdan kemudian mengulas kembali bahwa semangat kebangkitan ekonomi ini sebenarnya sudah menjadi warisan sejak SI pertama kali berdiri di kawasan Laweyan, Surakarta, pada tahun 1905. Kala itu, organisasi ini lahir berkat solidaritas para pedagang pribumi yang bertekad kuat untuk mengangkat posisi ekonomi masyarakat demi melawan dominasi pemerintah kolonial.

Setelah melewati perjalanan lebih dari satu abad, semangat tersebut terbukti tetap relevan hingga saat ini. Bersamaan dengan langkah pemerintah yang terus mendorong pertumbuhan ekonomi kerakyatan, SI mendapat harapan besar untuk kembali menjadi motor penggerak yang melahirkan para wirausaha baru, mengokohkan fondasi UMKM, serta memperluas jangkauan kesejahteraan masyarakat langsung dari akar rumput.

“Kalau dulu Syarikat Islam menjadi motor kebangkitan ekonomi rakyat sebelum kemerdekaan, kini tantangannya adalah bagaimana kembali menjadi penggerak ekonomi umat di era modern,” kata Hamdan.

Fajrul Amienurrahman Mahmud

LAINNYA