Wali Kota Agustina Tegaskan Pemkot Semarang Hadir Dampingi Anak Yatim dan Keluarga Berduka

waktu baca 3 menit
Jumat, 26 Jun 2026 14:22 65 Fajrul Amienurrahman Mahmud

NALARMEDIA.COM – Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng, menilai tugas pemerintah tidak cukup hanya sebatas membangun infrastruktur fisik seperti jalan dan jembatan. Pemerintah wajib turun langsung mendampingi masyarakat yang sedang melewati masa sulit, khususnya anak-anak yang kehilangan orang tua serta keluarga yang tengah berduka.

Agustina menegaskan komitmen ini ketika ia menghadiri acara Penyaluran Santunan untuk 1.000 Anak Yatim Piatu sekaligus meresmikan aplikasi E-SANKEM (Elektronik Santunan Kematian). Dinas Sosial Kota Semarang menyelenggarakan acara tersebut pada hari Kamis (25/6).

Ia memaparkan bahwa pembangunan yang adil harus menyentuh kelompok masyarakat rentan. Oleh sebab itu, Pemerintah Kota Semarang terus menggenjot program perlindungan sosial supaya seluruh warga mendapat pendampingan nyata saat menghadapi masalah hidup.

“Hari ini kita ingin memastikan bahwa anak-anak yatim tetap memiliki harapan dan masa depan. Pemerintah Kota Semarang hadir untuk mendampingi mereka. Begitu juga ketika ada keluarga yang kehilangan anggota keluarganya, pemerintah harus hadir untuk membantu dan meringankan bebannya,” ujar Agustina.

Pada acara tersebut, Pemkot menyalurkan bantuan berupa uang saku, paket sembako, dan buku Iqro’ kepada 1.000 anak yatim, piatu, maupun yatim piatu.

Pemerintah Kota Semarang menggandeng Yayasan Al Fatihah untuk mendistribusikan bantuan ini sebagai wujud syukur menyambut Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 Hijriah.

Agustina memandang kepedulian terhadap anak yatim sebagai investasi sosial untuk masa depan Kota Semarang, bukan sekadar acara seremonial. Ia menekankan bahwa semua anak memiliki hak yang sama untuk tumbuh, belajar, dan menggapai cita-cita mereka tanpa ada pengecualian.

“Kita ingin anak-anak ini tetap percaya bahwa masa depan mereka cerah. Tugas kita bersama, pemerintah dan masyarakat, adalah memastikan mereka mendapatkan dukungan, kasih sayang, serta kesempatan yang sama untuk berkembang menjadi generasi yang sehat, cerdas, dan berakhlak baik,” tuturnya.

Selain mendistribusikan santunan, Agustina juga meluncurkan aplikasi E-SANKEM. Pemkot Semarang menciptakan inovasi digital ini untuk memberikan pelayanan yang lebih cepat dan humanis kepada masyarakat.

Lewat aplikasi tersebut, warga kini bisa mengajukan santunan kematian secara elektronik dan terintegrasi, menggantikan sistem manual yang lama. Sistem baru ini membantu warga mendapatkan pelayanan yang lebih mudah, transparan, serta bisa mereka pantau secara real-time.

Agustina menilai transformasi digital wajib memberi manfaat langsung bagi masyarakat, khususnya bagi warga yang tengah tertimpa musibah.

“Saat keluarga sedang berduka, mereka seharusnya tidak dibebani proses birokrasi yang panjang dan berbelit. Pemerintah harus hadir membantu, mempermudah, dan memberikan pelayanan yang cepat sehingga masyarakat dapat fokus mendampingi keluarganya,” tegasnya.

Kehadiran E-SANKEM membuktikan komitmen Pemkot Semarang untuk menciptakan layanan publik yang responsif. Inovasi ini juga menunjukkan bahwa pemerintah memanfaatkan digitalisasi untuk melayani warga secara lebih baik dan manusiawi, bukan sekadar mengikuti tren teknologi.

Wali Kota Semarang tersebut juga mengajak seluruh elemen masyarakat agar terus memupuk semangat gotong royong dan kepedulian sosial. Ia percaya bahwa indikator keberhasilan sebuah kota mencakup kemampuan pemerintah menjaga dan melindungi warganya, bukan sekadar mendirikan bangunan fisik.

“Kota yang hebat adalah kota yang tidak membiarkan warganya menghadapi kesulitan sendirian. Ketika ada anak yang membutuhkan perhatian, kita hadir. Ketika ada keluarga yang berduka, kita hadir. Ketika masyarakat membutuhkan pelayanan yang lebih baik, pemerintah harus hadir dengan solusi. Itulah Semarang yang terus kita bangun bersama,” pungkasnya.

Fajrul Amienurrahman Mahmud

LAINNYA