Program Strategis Gubernur Ahmad Luthfi Sukses Raih Apresiasi Nasional dan Akademisi

waktu baca 3 menit
Jumat, 26 Jun 2026 14:29 61 Fajrul Amienurrahman Mahmud

NALARMEDIA.COM – Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, sukses meraih berbagai apresiasi dari pemerintah pusat dan kalangan akademisi berkat sejumlah program strategis serta kebijakan inovatifnya.

Apresiasi tersebut mengemuka dalam acara Focus Group Discussion (FGD) Penilaian Tahap II Penghargaan Pembangunan Daerah Tingkat Provinsi Tahun 2026. Bappeda Provinsi Jawa Tengah menyelenggarakan kegiatan ini pada hari Kamis, 25 Juni 2026.

Taufik Hanafi selaku Perencana Ahli dari Kementerian PPN/Bappenas secara langsung mengakui berbagai capaian luar biasa yang Jawa Tengah torehkan di bawah kepemimpinan Ahmad Luthfi.

Ia menyoroti program Dokter Spesialis Keliling (Speling) sebagai salah satu inovasi terbaik. Program ini menerjunkan langsung para dokter spesialis untuk proaktif memeriksa kesehatan warga. Selain itu, ia juga memuji langkah nyata pemerintah provinsi dalam memajukan sektor pendidikan, sekolah vokasi, hingga optimalisasi Balai Latihan Kerja (BLK).

“Strategi keberlanjutan ini perlu dibagikan agar bisa direplikasi di daerah lain,” katanya.

Taufik menambahkan bahwa Menteri PPN/Bappenas selalu mengedepankan prinsip trisula pembangunan. Prinsip penting ini mencakup peningkatan pertumbuhan ekonomi, percepatan pengentasan kemiskinan, serta pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) di sektor tenaga kerja.

“Kalau kami lihat apa yang dilakukan Gubernur Jawa Tengah dalam kerja-kerjanya, sudah mencakup ketiganya itu secara terintegrasi,” katanya.

Pendapat senada juga datang dari Ahmad Dading Gunadi, Kepala Biro Perencanaan, Organisasi, dan Tata Kelola Kementerian PPN/Bappenas. Ia memuji keberhasilan Jawa Tengah dalam menggenjot pertumbuhan ekonomi hingga melampaui rata-rata nasional, serta menekankan betapa pentingnya menjaga keberlanjutan tren positif tersebut.

Ahmad Dading turut memberikan pujian khusus untuk program Speling karena berhasil menjangkau masyarakat hingga ke pelosok desa. Tidak hanya itu, Provinsi Jawa Tengah juga mencatatkan rekor tertinggi se-Indonesia dalam mencapai sasaran program Cek Kesehatan Gratis (CKG).

“Speling ini sangat bagus dengan jangkauan capaian angka yang luar biasa. Program ini baru di pemerintahan Gubernur Ahmad Luthfi,” ujarnya.

Dari kalangan kampus, Ridwan Sutriadi selaku Akademisi Fakultas Arsitektur, Perencanaan, dan Pengembangan Kebijakan ITB, menyoroti strategi jitu Jawa Tengah dalam mengelola pembangunan daerah. Ia merujuk pada keberhasilan pengembangan wilayah, mitigasi perubahan iklim, serta perencanaan tata ruang. Ridwan juga mengapresiasi komitmen kuat Jawa Tengah dalam menyukseskan program prioritas nasional.

Merespons berbagai apresiasi tersebut, Gubernur Ahmad Luthfi memaparkan rincian capaian kinerja pembangunan provinsinya. Ia mencatat pertumbuhan ekonomi pada triwulan I-2026 menembus angka 5,89%, jauh lebih unggul dari rata-rata nasional yang berada di angka 5,61%. Selain itu, pemerintah provinsi berhasil menekan angka kemiskinan per September 2025 menjadi 9,39% dari sebelumnya 9,58%. Indeks Pembangunan Manusia (IPM) 2025 juga naik menjadi 74,77, dan Tingkat Pengangguran Terbuka pada Februari 2026 sukses turun menjadi 4,24%.

Kinerja gemilang ini berlanjut pada sektor investasi. Selama tahun 2025, Jawa Tengah sukses menarik investasi hingga Rp110,02 triliun. Rinciannya mencakup Penanaman Modal Asing sebesar Rp50,86 triliun, Penanaman Modal Dalam Negeri Rp37,64 triliun, dan sektor UMK menyumbang Rp21,52 triliun. Aliran dana tersebut berhasil membiayai 105.078 proyek serta menyerap hingga 418.138 tenaga kerja lokal.

“Investasi untuk triwulan I-2026 ini sudah terealisasi Rp23,02 triliun dan mampu menyerap 92.000 tenaga kerja,” jelas Ahmad Luthfi.

Gubernur Luthfi juga membeberkan suksesnya eksekusi program strategis nasional di wilayahnya. Program Makan Bergizi Gratis (MBG) telah menyasar lebih dari 9 juta penerima manfaat. Sementara untuk program 3 Juta Rumah, pemerintah provinsi merealisasikan penanganan 20.253 unit Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) pada tahun 2025 dan menyelesaikan 3.844 unit FLPP pada awal 2026.

Tidak berhenti di situ, Jawa Tengah juga menginisiasi program Sekolah Rakyat di 14 titik untuk mendidik 1.275 siswa, serta membangun Sekolah Garuda di enam lokasi strategis. Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) mencetak rekor nasional dengan menjangkau 9,5 juta warga. Di sektor ekonomi desa, pemerintah provinsi sukses membentuk 8.523 Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP), di mana 6.271 unit di antaranya sudah beroperasi penuh.

“Speling ini kami kolaborasi dengan kabupaten/kota serta seluruh rumah sakit, baik milik pemerintah daerah maupun swasta. Antusias masyarakat luar biasa. Program ini juga kami gandengkan dengan gerakan pangan murah,” katanya.

Fajrul Amienurrahman Mahmud

LAINNYA