Julian Quinones merayakan gol kemenangan atas Ekuador di laga Piala Dunia 2026. NALARMEDIA.COM – Tim nasional Meksiko terus melanjutkan tren positif mereka di ajang Piala Dunia 2026. Skuad asuhan pelatih Javier Aguirre ini sukses melangkah ke babak 16 besar seusai menaklukkan Ekuador dengan skor meyakinkan 2-0.
Pertandingan di Stadion Mexico City ini sempat tertunda selama satu jam akibat cuaca buruk. Namun, jeda tersebut justru menambah semangat skuad tuan rumah. Mereka langsung mengambil inisiatif serangan dan menekan sejak wasit meniup peluit tanda pertandingan mulai.
Beberapa pemain andalan seperti Gilberto Mora, Luis Romo, dan Raul Jimenez terus menggempur pertahanan lawan pada 15 menit awal laga. Ekuador sempat membalas serangan lewat sepakan John Yeboah pada menit ke-18, tetapi bola masih membentur tiang gawang luar.
Empat menit berselang, Meksiko akhirnya memecah kebuntuan. Julian Quinones berhasil memanfaatkan umpan lambung akurat dari Roberto Alvarado. Quinones berlari kencang menembus lini belakang Ekuador dan melepaskan tembakan keras yang gagal penjaga gawang Hernan Galindez hentikan.
Gol pembuka ini langsung membuat seisi stadion bergemuruh. Memasuki menit ke-31, Quinones kembali menciptakan peluang emas dengan menyodorkan umpan matang kepada Raul Jimenez. Jimenez sukses mengonversi umpan tersebut menjadi gol kedua bagi El Tri.

Lini belakang Meksiko yang Cesar Montes dan Johan Vasquez pimpin tampil sangat solid sepanjang laga. Kiper Raul Rangel juga menunjukkan kelasnya dan kini mencatatkan rekor tak kebobolan dalam empat pertandingan berturut-turut.
Penderitaan Ekuador bertambah parah pada masa tambahan waktu. Wasit memberikan kartu merah langsung kepada Piero Hincapie seusai sang pemain terlibat adu mulut dengan penyerang Meksiko, Santiago Gimenez.
Pada laga babak 16 besar nanti, Meksiko bersiap menantang pemenang antara Inggris dan Republik Demokratik Kongo pada 5 Juli mendatang di stadion yang sama. Laga ini juga mencatatkan sejarah baru bagi Gilberto Mora (17 tahun 259 hari) yang menjadi pemain termuda kedua yang tampil sebagai starter dalam fase gugur Piala Dunia setelah legenda Brasil, Pele.
Menyikapi kemenangan ini, penyerang Meksiko Julian Quinones menegaskan pentingnya solidaritas tim. “Kerja sama tim adalah hal yang paling penting hari ini. Anda bisa saja tampil menonjol secara individu, tetapi hal itu hanya mungkin terjadi karena performa tim yang luar biasa. Itulah pola pikir kami. Kami harus terus berjuang. Begitulah hidup: Anda berjuang, berjuang, dan berjuang sampai Anda mendapatkan apa yang Anda inginkan. Terima kasih kepada semua orang yang telah mendukung dan percaya kepada kami.”
Gelandang Meksiko, Erik Lira, juga menyuarakan semangat yang sama. “Kami tahu Ekuador akan menjadi lawan yang sangat tangguh. Mereka adalah tim dengan kualitas luar biasa dan diperkuat pemain-pemain kelas dunia. Mereka patut mendapatkan rasa hormat penuh dari kami, tetapi kami berbicara di atas lapangan dan menunjukkan apa yang kami inginkan. Kami tidak akan cepat puas dengan apa pun.”
Sementara itu, gelandang Ekuador John Yeboah mengakui dukungan suporter tuan rumah sangat memengaruhi jalannya pertandingan. “Saya rasa seluruh penonton terus memberikan tekanan, dan hal itu memberi mereka dorongan energi yang besar. Kami juga merasakan energi yang sama saat melawan Jerman, jadi kami tahu persis bagaimana rasanya. Dan ya, tentu saja kami sangat terpukul.”
Pelatih Kepala Ekuador, Sebastian Beccacece, turut mengapresiasi perjuangan anak asuhnya meski harus tersingkir. “Kami kalah dominan di babak pertama. Setelah itu kami mencoba bangkit dan melawan, tetapi kami gagal mencetak gol yang bisa menjadi titik balik bagi kami. Saya berterima kasih kepada seluruh pemain dan masyarakat Ekuador atas perjalanan serta petualangan bersama mereka ini. Saya hanya ingin mengucapkan terima kasih.”