Terima Tim Verifikasi Kemensos, Wali Kota Agustina Kawal Pengusulan KH Sholeh Darat sebagai Pahlawan Nasional

waktu baca 3 menit
Rabu, 15 Jul 2026 11:17 36 Fajrul Amienurrahman Mahmud

NALARMEDIA.COM – Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng, menyambut langsung kunjungan Tim Peneliti dan Pengkaji Gelar Pusat (TP2GP) Kementerian Sosial (Kemensos) RI. Pertemuan strategis ini berlangsung di Kantor Wali Kota Semarang, Kompleks Balai Kota Semarang, pada Selasa (14/7/2026). Lawatan ini menandai tahapan penting dalam proses verifikasi lapangan mengenai usulan gelar Pahlawan Nasional untuk KH Sholeh Darat, seorang ulama besar asal Kota Semarang yang menyebarkan syiar Islam pada kurun waktu 1820 hingga 1903.

Rombongan TP2GP membawa sejumlah tokoh penting, seperti Staf Ahli Menteri Sosial Bidang Aksesibilitas Sosial, Abdul Muis, S.Sos., MPM; Sejarawan Universitas Diponegoro, Prof. Dr. Yety Rochwulaningsih, M.Si; dan perwakilan Dinas Sosial Provinsi Jawa Tengah, Adoniati Meyria Widaningtyas H, SH., M.Si. Ahli waris KH Sholeh Darat, Muhamad Agus Taufiq, turut mendampingi rombongan tersebut. Jajaran Tim Peneliti dan Pengkaji Gelar Daerah (TP2GD) Kota Semarang, yang melibatkan unsur pemerintah daerah, TNI-Polri, akademisi, dan pakar sejarah, menerima kedatangan mereka dengan hangat.

Saat memberikan sambutan, Agustina Wilujeng menegaskan posisi penting KH Sholeh Darat di mata masyarakat Kota Semarang. Ia menilai sang ulama bukan sekadar penghias catatan sejarah, melainkan figur sentral yang sukses mempertahankan tata nilai dan identitas budaya masyarakat lokal dari gempuran penjajahan Hindia Belanda. Agustina juga memuji jasa besar KH Sholeh Darat yang berani menerjemahkan berbagai kitab keagamaan, termasuk Al-Qur’an, ke dalam bahasa yang mudah masyarakat awam pahami. Langkah revolusioner ini membuat ajaran agama menyebar sangat luas hingga menjangkau seluruh pelosok Jawa Tengah.

“Pengusulan beliau sebagai pahlawan nasional bukan hanya semata-mata untuk memberikan penghormatan kepada tokoh, tapi lebih dari itu adalah sebuah ikhtiar untuk menghadirkan keteladanan yang memberi arah pada perjalanan perjuangan bangsa ini,” ujar Agustina.

Wali Kota menambahkan bahwa sang ulama berhasil mencetak murid-murid luar biasa, seperti KH Ahmad Dahlan, KH Hasyim Asy’ari, hingga RA Kartini, yang kelak menjelma menjadi deretan tokoh nasional. Jejak pemikiran para tokoh besar tersebut sering kali mengutip nama serta karya-karya sang guru. Membuktikan keseriusannya, Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang berkomitmen mengawal ketat seluruh tahapan pengusulan ini. Pemkot merapatkan barisan mulai dari proses penyusunan dokumen, penguatan bukti kajian akademik, hingga pembentukan TP2GD yang menyatukan kekuatan pemerintah, akademisi, sejarawan, dan tokoh masyarakat.

Mewakili TP2GP, Abdul Muis membeberkan hasil sidang tim pusat. Ia menyatakan proses usulan gelar KH Sholeh Darat telah memenuhi syarat, meskipun tim pusat memberikan sejumlah catatan penyempurnaan. Saat ini, tim akademik penyusun naskah tengah menindaklanjuti catatan tersebut. Abdul Muis menekankan kepada tim daerah agar memperkuat sumber data primer. Ia juga meminta tim menyusun narasi yang lebih tajam mengenai kontribusi nyata KH Sholeh Darat dalam membangkitkan kesadaran kebangsaan masyarakat pada era kolonial.

Tim Kemensos menjadwalkan agenda verifikasi lapangan ini bergulir sejak 14 hingga 16 Juli 2026. Kegiatannya mencakup pertemuan mendalam dengan TP2GD Kota Semarang, serta peninjauan langsung ke sejumlah lokasi bersejarah dan fasilitas monumental yang memiliki kaitan erat dengan rekam jejak KH Sholeh Darat. Usai menuntaskan tahapan ini, tim akademik menargetkan proses revisi naskah rampung antara akhir Juli hingga 10 Agustus 2026. Setelah dokumen sempurna, tim akan meneruskannya ke pusat untuk masuk ke tahap pembahasan lanjutan.

Melalui seluruh rangkaian proses ini, Pemkot Semarang menaruh harapan besar agar kajian akademik mengenai rekam jejak dan jangkauan pengaruh KH Sholeh Darat menjadi semakin kuat. Pemerintah menilai langkah pengusulan ini memegang peran krusial dalam merawat memori kolektif bangsa, sekaligus menghadirkan sosok teladan yang menginspirasi generasi muda masa kini.

Fajrul Amienurrahman Mahmud

LAINNYA