Wagub Taj Yasin Dorong TMMD Jangkau Desa Terpencil demi Buka Akses dan Peluang Ekonomi Baru

waktu baca 4 menit
Kamis, 16 Jul 2026 16:54 37 Fajrul Amienurrahman Mahmud

NALARMEDIA.COM – Wakil Gubernur (Wagub) Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen, menginstruksikan agar Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) terus menyasar berbagai desa terpencil. Ia berharap program pembangunan infrastruktur seperti jalan, jembatan, irigasi, serta pemberdayaan masyarakat ini mampu membuka peluang ekonomi baru bagi warga setempat.

Taj Yasin menyampaikan arahan tersebut saat memimpin Upacara Pembukaan TMMD Reguler ke-129 dan TMMD Sengkuyung Tahap III Tahun Anggaran 2026 sebagai inspektur upacara. Acara pembukaan ini berlangsung di Lapangan Desa Bingkeng, Kecamatan Dayeuhluhur, Kabupaten Cilacap, pada Rabu (15/7/2026). Pemerintah menggelar program ini secara serentak pada 35 kabupaten/kota di seluruh Jawa Tengah hingga 13 Agustus 2026 mendatang.

Tokoh yang akrab dengan sapaan Gus Yasin ini menegaskan bahwa pemerintah memilih lokasi pelaksanaan TMMD murni berdasarkan tingkat kebutuhan masyarakat. Tim secara khusus memprioritaskan kawasan yang selama ini masih terkendala oleh minimnya akses infrastruktur.

“TMMD kita laksanakan di daerah-daerah yang memang masih membutuhkan, daerah terpencil yang aksesnya masih kurang. Yang dibangun adalah jalan ekonomi di pedesaan untuk para petani,” ujarnya.

Wagub kembali menegaskan bahwa proyek pembangunan infrastruktur desa ini tidak sekadar mengejar target pengerjaan fasilitas fisik. Lebih dari itu, langkah strategis ini menjadi wujud nyata upaya pemerintah menghadirkan peran negara hingga ke wilayah pelosok.

“Ini bentuk kehadiran pemerintah. Kehadiran TNI, Polri, pemerintah provinsi, hingga pemerintah kabupaten, benar-benar harus dirasakan masyarakat,” katanya.

Memasuki tahun ini, institusi terkait menggelar TMMD secara serempak menyapu seluruh wilayah kabupaten/kota di Jawa Tengah. Langkah masif ini pemerintah ambil guna mempercepat pemerataan pembangunan pedesaan, sekaligus menyemarakkan peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia.

“Semoga masyarakat benar-benar merasakan makna kemerdekaan, melalui pembangunan yang nyata,” ucapnya.

Melalui amanatnya, Gus Yasin menyoroti jejak panjang TMMD yang sukses menjadi bukti nyata kemanunggalan TNI bersama rakyat selama lebih dari empat dekade. Ia menilai kolaborasi apik antara prajurit TNI, jajaran pemerintah daerah, dan masyarakat sangat efektif mempercepat laju pembangunan, terutama bagi daerah yang terisolasi, kawasan tertinggal, hingga permukiman perkotaan yang kumuh.

“Desa merupakan fondasi pembangunan nasional. Ketika desa maju, masyarakat menjadi lebih sejahtera,” beber wagub.

Ia kemudian membeberkan bahwa pelaksanaan TMMD 2026 berjalan mulus berkat sinergi solid antara TNI Angkatan Darat, Pemprov Jawa Tengah, dan pemerintah kabupaten/kota. Pemprov Jateng bahkan menyuntikkan dukungan anggaran senilai Rp33,2 miliar untuk menyukseskan program ini.

Gus Yasin turut menginstruksikan pemerintah daerah beserta Satgas TMMD agar aktif mengintegrasikan berbagai program prioritas nasional selama pengerjaan di lapangan. Program tersebut merangkum sektor ketahanan pangan, konsep pertanian terpadu, rehabilitasi rumah tidak layak huni (RTLH), penyediaan pasokan air bersih dan sanitasi, percepatan penurunan angka stunting, penguatan fasilitas posyandu, gerakan penanaman pohon, hingga perbaikan sarana tempat ibadah.

Dari sudut pandangnya, TMMD bukan cuma soal fisik, tetapi juga bertransformasi menjadi instrumen strategis untuk membangun kualitas sumber daya manusia (SDM) lewat serangkaian kegiatan nonfisik.

“Kita tidak hanya membangun fisiknya, tetapi juga membangun mental masyarakat. Ketahanan keluarga harus diperkuat,” tegasnya.

Menambahkan keterangan Wagub, Komandan Kodim 0703/Cilacap, Letkol Inf Aryudha Sakti, menjelaskan alasan pemilihan Desa Bingkeng sebagai target lokasi TMMD. Ia menyebut masyarakat setempat selama ini sangat merindukan kehadiran akses jalan yang lebih memadai untuk menunjang rutinitas mobilitas harian dan aktivitas perputaran ekonomi mereka.

“Wilayah Bingkeng menjadi prioritas karena masyarakat membutuhkan akses jalan. Dengan adanya TMMD, masyarakat tidak merasa jauh dari pemerintah daerah maupun TNI,” ujarnya.

Menyasar Desa Bingkeng, tim TMMD akan mengerahkan tenaga untuk membangun infrastruktur jalan sepanjang 800 meter dengan spesifikasi lebar empat meter. Mereka juga akan mendirikan talud sepanjang 120 meter, sekaligus merampungkan pembangunan satu unit jembatan guna menyambung jalur vital perputaran ekonomi warga.

Tak hanya jalan dan jembatan, petugas turut mengeksekusi program rehabilitasi terhadap dua unit RTLH dengan memanfaatkan kucuran dana CSR dari Baznas, serta menuntaskan target penanaman 1.000 bibit pohon untuk menghijaukan lingkungan.

Tim pelaksana juga membekali program ini dengan puluhan kegiatan nonfisik yang menyentuh langsung denyut nadi warga. Warga bisa mengakses berbagai kemudahan seperti layanan kesehatan rutin, pemasangan KB gratis, posko pengobatan cuma-cuma, serta fasilitas pembuatan dokumen kependudukan kilat. Agenda ini semakin padat dengan hadirnya sesi penyuluhan bela negara, kampanye pencegahan stunting dan pernikahan dini, sosialisasi ketahanan keluarga antinarkoba, kelas pelatihan kewirausahaan, kursus tata boga, hingga lokakarya budi daya ikan.

Dandim memberikan apresiasi setinggi-tingginya atas antusiasme dan tingginya partisipasi masyarakat dalam menyukseskan pelaksanaan TMMD ini. Jauh sebelum seremoni pembukaan berlangsung, warga telah membaur bersama personel TNI untuk bergotong royong menyiapkan berbagai kebutuhan pekerjaan di lapangan.

Menutup rangkaian acara tersebut, Wagub Taj Yasin menyerahkan Bantuan Keuangan Sarana dan Prasarana Pedesaan kepada jajaran Pemerintah Kabupaten Cilacap. Pemerintah menggelontorkan dana segar sebesar Rp22,731 miliar untuk mendanai 215 titik kegiatan strategis di wilayah tersebut.

Pemprov juga mengucurkan Bantuan Keuangan TMMD dengan nilai mencapai Rp984 juta untuk membiayai empat tahap pelaksanaan TMMD di Kabupaten Cilacap. Terakhir, Taj Yasin secara simbolis menyerahkan Bantuan Keuangan Pemerintah Desa yang khusus diperuntukkan bagi program rehabilitasi RTLH dengan pagu anggaran senilai Rp5,14 miliar.

Fajrul Amienurrahman Mahmud

LAINNYA