22 PCNU se-Jateng Resmi Deklarasikan Dukungan untuk Gus Yusuf Maju Caketum PBNU

waktu baca 3 menit
Minggu, 19 Jul 2026 17:14 33 Fajrul Amienurrahman Mahmud

NALARMEDIA.COM – Arus dukungan terhadap KH Muhammad Yusuf Chudlori (Gus Yusuf) untuk menduduki kursi Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) terus mengalir deras. Sebanyak 22 Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) se-Jawa Tengah secara resmi meminta Pengasuh Pondok Pesantren API Tegalrejo, Magelang, tersebut untuk maju meramaikan bursa pemilihan pada Muktamar NU mendatang.

Puluhan pengurus cabang dan masyayikh menyuarakan aspirasi tersebut melalui sebuah maklumat deklarasi dukungan. Pertemuan strategis ini berlangsung di Aula Pesantren Asrama Perguruan Islam (API) Tegalrejo, Kabupaten Magelang, pada Sabtu (18/7/2026). Mereka menginginkan nakhoda baru PBNU kelak mampu merangkul seluruh elemen dan mengembalikan fokus organisasi pada jalur pelayanan (khidmah) umat.

Jajaran PCNU memandang NU saat ini sangat membutuhkan sosok pemimpin yang sejuk dan piawai menjaga keseimbangan di tengah dinamika internal. Mereka berharap PBNU tidak lagi tersandera oleh konflik, melainkan berfokus memperkuat kualitas pelayanan pendidikan, pesantren, kesehatan, pemberdayaan ekonomi, serta merapikan sistem kaderisasi dari tingkat pusat hingga ranting.

Isi maklumat itu turut menegaskan kriteria kepemimpinan NU yang ideal. Para kiai mensyaratkan calon pemimpin harus berpegang teguh pada prinsip Ahlussunnah wal Jama’ah an-Nahdliyah, mematuhi Qanun Asasi, serta menjaga nilai dan tradisi warisan para pendiri (muassis) NU.

“Atas dasar tanggung jawab moral dan kecintaan kepada Nahdlatul Ulama, kami memandang perlunya hadir kepemimpinan yang mampu menjadi aras persatuan, merangkul seluruh kader dan kekuatan NU tanpa membeda-bedakan latar belakang, serta mengembalikan orientasi organisasi sepenuhnya untuk khidmah kepada umat dan jam’iyah,” terang KH Ahmad Fauzan, Ketua PCNU Kab. Semarang, mewakili PC-PC NU di Jawa Tengah.

Melalui maklumat tersebut, 22 PCNU di Jawa Tengah secara kompak menyuarakan deklarasi langsung.

“Dengan memohon pertolongan dan ridha Allah SWT serta mempertimbangkan aspirasi para masyayikh dan pengurus Nahdlatul Ulama di berbagai daerah, kami meminta dan mendukung KH Muhammad Yusuf Chudlori untuk bersedia maju dan berkhidmah sebagai calon Ketua Umum PBNU pada Muktamar Nahdlatul Ulama mendatang.”

Jajaran pengurus meyakini Gus Yusuf memiliki kualifikasi yang sangat mumpuni. Sang kiai memiliki akar tradisi pesantren yang kuat, mengantongi segudang pengalaman berorganisasi, serta sanggup menjembatani komunikasi antarkelompok di dalam tubuh NU.

Menanggapi dorongan masif tersebut, Gus Yusuf menyampaikan apresiasi mendalam. Ia menegaskan bahwa dorongan pencalonan ini merupakan sebuah amanah suci, bukan sekadar ajang perebutan jabatan struktural.

“Saya matur nuwun atas kepercayaan dan dawuh para kiai serta sahabat-sahabat PCNU. Bagi saya, ini bukan soal jabatan, tetapi soal khidmah. Jika para masyayikh dan jam’iyah memang menghendaki dan memberi amanah, insyaallah saya siap menjalankannya dengan sebaik-baiknya. Yang terpenting, NU harus kembali guyub, solid, dan fokus melayani umat,” kata Gus Yusuf.

Kiai kharismatik asal Magelang ini menambahkan bahwa ajang Muktamar NU kelak harus bertransformasi menjadi momentum perekat persatuan jamaah.

“NU ini pesantren besar kita bersama. Muktamar harus menjadi jalan untuk menyatukan, bukan memisahkan. Siapa pun yang diberi amanah, tugas utamanya adalah membuat NU semakin guyub dan menghadirkan manfaat yang benar-benar dirasakan oleh umat,” pungkasnya.

Acara pembacaan maklumat dukungan ini juga menyedot perhatian banyak elemen tokoh penting. Perwakilan Himpunan Alumni Santri Lirboyo (Himasal), Itiihadul Mutakhorijin Al-Falah Ploso (IMAP), Alumni Asrama Perguruan Islam Tegalrejo, hingga deretan kiai sepuh NU dari berbagai kabupaten/kota di Jawa Tengah turut hadir memberikan restu.

Sebagai informasi, deretan 22 PCNU yang menyatakan komitmen mengawal Gus Yusuf meliputi PCNU Kabupaten Magelang, Kota Magelang, Purworejo, Temanggung, Wonosobo, Sukoharjo, Boyolali, Karanganyar, Sragen, Cilacap, Salatiga, Demak, Kudus, Kendal, Kabupaten Semarang, Kota Tegal, Kabupaten Tegal, Pemalang, Batang, Kabupaten Pekalongan, Wonogiri, dan Kota Surakarta.

Fajrul Amienurrahman Mahmud

LAINNYA