Antisipasi Titik Api, DLH dan Damkar Semarang Rutin Semprot Zona Rawan TPA Jatibarang

waktu baca 2 menit
Senin, 20 Jul 2026 20:16 27 Fajrul Amienurrahman Mahmud

NALARMEDIA.COM – Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang, melalui sinergi Dinas Lingkungan Hidup (DLH) dan Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar), terus memperkuat langkah antisipasi kebakaran di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Jatibarang. Tim gabungan ini meningkatkan intensitas penyemprotan air untuk mendinginkan sejumlah area yang rawan memunculkan titik api.

Pemkot mengambil langkah preventif ini untuk merespons lonjakan suhu udara selama puncak musim kemarau 2026. Cuaca panas yang ekstrem menyimpan potensi besar untuk memicu kebakaran hebat pada tumpukan sampah, terutama di sekitar zona aktif pembuangan.

Kepala DLH Kota Semarang, Glory Nasarani, menyebutkan bahwa timnya kini menjadwalkan kegiatan pendinginan setiap dua hari sekali. Pihaknya merumuskan kebijakan tersebut setelah mengamati kondisi cuaca yang semakin kering, sehingga TPA membutuhkan pengawasan yang jauh lebih ketat.

“Awalnya pendinginan direncanakan satu minggu sekali, tetapi melihat kondisi di lapangan kami bersama Damkar sepakat meningkatkan frekuensinya menjadi dua hari sekali sebagai langkah antisipasi,” ujar Glory, Jumat (17/7/2026).

Glory memaparkan bahwa petugas memfokuskan penyemprotan air secara berkala pada zona-zona yang memiliki potensi tinggi menghasilkan hawa panas akibat proses dekomposisi sampah. Petugas baru saja merampungkan pendinginan terakhir di zona 1 dan zona 2, serta telah menyusun jadwal rutin untuk agenda penyemprotan berikutnya.

Ia menilai sinergi apik antara DLH dan Damkar ini membuktikan komitmen nyata Pemkot Semarang dalam memperkuat kesiapsiagaan jajarannya menghadapi ancaman musim kemarau.

Selain menstabilkan suhu tumpukan sampah, inisiatif ini juga berfungsi menekan risiko kebakaran yang bisa melumpuhkan operasional TPA sekaligus membawa dampak buruk bagi kesehatan lingkungan sekitar.

“Kami berupaya menjaga agar tidak muncul titik api. Karena itu pendinginan dilakukan pada siang hari ketika suhu sedang tinggi sehingga hasilnya lebih optimal,” jelasnya.

Glory menambahkan bahwa instansinya sangat bergantung pada dukungan penuh dari Dinas Pemadam Kebakaran. Kolaborasi ini terjalin karena proses pendinginan menuntut suplai air dalam jumlah masif dan pengerjaannya harus berlangsung secara berkesinambungan.

Di sisi lain, DLH juga memberi peringatan keras kepada masyarakat agar tidak membakar sampah sembarangan di dekat kawasan TPA Jatibarang. Mereka mengkhawatirkan angin kencang akan membawa bara api dari pembakaran terbuka, lalu menyambar gunungan sampah yang mengering.

“Kami berharap masyarakat ikut menjaga TPA Jatibarang dengan tidak membakar sampah di sekitar lokasi. Pencegahan menjadi langkah paling efektif untuk menghindari kebakaran saat musim kemarau,” kata Glory.

DLH memancarkan optimisme bahwa kolaborasi solid dengan Damkar serta dukungan penuh masyarakat mampu meredam potensi kebakaran di TPA Jatibarang. Dengan begitu, pelayanan pengelolaan sampah di Kota Semarang bisa terus beroperasi dengan aman dan optimal sepanjang musim kemarau melanda.

Fajrul Amienurrahman Mahmud

LAINNYA