Wujudkan Ekosistem Sekolah Ramah Anak, Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng Tegas Hapus Bullying

waktu baca 3 menit
Rabu, 22 Jul 2026 15:58 27 Fajrul Amienurrahman Mahmud

NALARMEDIA.COM – Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng, menegaskan komitmen kuatnya untuk menciptakan lingkungan yang aman dan ramah bagi tumbuh kembang anak di setiap sudut kota. Ia menyampaikan gagasan tersebut saat membuka secara resmi acara Konferensi Anak Kota Semarang Tahun 2026 di Balai Kota Semarang, Rabu (22/7). Acara ini sukses mempertemukan sekitar 300 anak dari berbagai latar belakang.

Saat berdialog langsung dengan para peserta, Agustina menekankan bahwa meraih predikat Kota Layak Anak (KLA) bukanlah satu-satunya tujuan utama pemerintah daerah. Ia lebih memprioritaskan upaya pemerintah untuk memastikan anak-anak benar-benar merasa aman dan nyaman saat beraktivitas di lapangan. Ia juga menjamin jajaran dinas akan menjadikan aspirasi anak-anak dari forum ini sebagai pijakan penting untuk merencanakan pembangunan daerah.

“Yang kita lakukan mati-matian adalah berpikir bagaimana anak-anak itu dapat nyaman. Stick on yang kecil-kecil tadi membantu para kepala dinas untuk mengambil keputusan menjadi referensi yang penting,” ujar Agustina.

Merespons dinamika era digital, Agustina menyatakan kesiapan Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang untuk tampil sebagai pionir dalam mempromosikan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 17 Tahun 2025 tentang Pelindungan Anak dalam Sistem Elektronik (PP Tunas). Pemkot Semarang telah menyiapkan sejumlah langkah strategis, mulai dari menyelenggarakan edukasi cyber-parenting, memperkuat literasi digital di sekolah, hingga mengetatkan pengawasan terhadap platform digital.

“Kota Semarang sudah mencanangkan berbagai macam hal berkaitan dengan bagaimana anak-anak dapat tumbuh dengan aman, baik, dan mendapat support. Namun, kita tidak akan ada di dalam pikiran bagaimana menciptakan handphone ini aman bagi anak-anak tanpa bertanya langsung kepada mereka,” tuturnya.

Selain menyoroti persoalan ranah digital, Agustina juga menaruh perhatian mendalam pada upaya pencegahan kasus perundungan (bullying) di lingkungan sekolah. Ia mengingatkan semua pihak bahwa tindakan bullying selalu meninggalkan efek trauma psikologis yang berkepanjangan bagi korban. Oleh karena itu, ia mengajak anak-anak untuk membangun gerakan pencegahan secara bersama-sama.

“Bagi saya sebagai Wali Kota, saya berkomitmen bahwa bullying tidak boleh ada di mana pun karena dampaknya sangat membekas. Jika anak-anak setuju, mari kita buat forum anti-bullying di sekolah masing-masing,” tegasnya.

Komitmen penuh Agustina tersebut sukses menuai apresiasi dari Kepala Perwakilan UNICEF Wilayah Jawa-Bali, Arie Rukmantara, yang hadir mengisi acara sebagai keynote speaker. Pada kesempatan emas ini, UNICEF secara resmi menunjuk Kota Semarang untuk bertindak sebagai tuan rumah penyelenggaraan program penguatan keterampilan Science, Technology, Engineering, and Math (STEM) khusus bagi para remaja putri.

“Kota Semarang akan jadi tuan rumah program transisi pembahasan science, technology, engineering, and math dari UNICEF. Kami mengapresiasi komitmen Kota Semarang untuk membuat konferensi ini karena benar-benar menunjukkan Kota Layak Anak utama yang membangun kotanya bersama anak-anak,” puji Arie.

Panitia Konferensi Anak 2026 juga menggelar sesi diskusi kelompok melalui 5 klaster untuk merumuskan Suara Anak Kota Semarang 2026. Langkah ini bertujuan untuk memastikan suara dan aspirasi anak-anak masuk secara utuh ke dalam agenda Musrenbang Perempuan dan Anak. Mengakhiri sesi dialog, Agustina membakar semangat para generasi muda Kota Semarang agar terus berani mengejar cita-cita dan senantiasa menjaga kerukunan antar sesama.

“Anak-anak hebat Kota Semarang, teruslah belajar, berani bermimpi besar, dan jangan pernah takut gagal. Gantungkan cita-citamu setinggi langit, karena Pemerintah Kota Semarang akan selalu mendukung dan melindungi kalian,” pungkasnya.

Fajrul Amienurrahman Mahmud

LAINNYA