Gubernur Jateng Dorong Iwapi Manfaatkan Aset Daerah untuk Tingkatkan Ekonomi

waktu baca 3 menit
Sabtu, 25 Jul 2026 15:14 14 Fajrul Amienurrahman Mahmud

NALARMEDIA.COM – Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, mengajak Ikatan Wanita Pengusaha Indonesia (Iwapi) untuk memaksimalkan penggunaan aset pemerintah provinsi. Langkah strategis ini bertujuan untuk memajukan usaha para anggota sekaligus memperkuat roda perekonomian daerah.

Ahmad Luthfi menyampaikan inisiatif tersebut ketika menghadiri acara Pengukuhan Dewan Pengurus Daerah (DPD) Iwapi Jawa Tengah periode 2026–2031. Acara ini berlangsung di Gedung Gradhika Bhakti Praja, Semarang, pada Jumat, 24 Juli 2026.

Ia menaruh harapan besar agar Iwapi tidak sekadar memperluas jejaring bisnis di antara para anggotanya. Lebih dari itu, organisasi ini harus memberikan manfaat yang nyata bagi masyarakat luas dengan cara memajukan berbagai potensi daerah yang ada.

“Jangan cari untung saja, tetapi harus punya dampak bagi masyarakat di mana IWAPI berada,” tegasnya.

Jawa Tengah menyimpan potensi yang sangat besar bagi para pelaku usaha perempuan. Mereka bisa mengelola beragam sumber daya, mulai dari aset pemerintah, kawasan perkebunan, sampai peluang ekonomi di tingkat kabupaten dan kota. Oleh karena itu, Luthfi meminta pengurus Iwapi untuk proaktif menjalin kolaborasi dengan pemerintah daerah demi mengoptimalkan seluruh potensi tersebut.

“Datangi bupati dan wali kota. Tanyakan potensi apa yang bisa dikembangkan di daerah. Iwapi harus hadir memberikan solusi dan manfaat,” ujarnya.

Pada kesempatan yang sama, Luthfi turut mendorong para pengusaha perempuan ini untuk mendampingi para pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di wilayah mereka masing-masing agar bisa terus berkembang. Pendampingan UMKM ini harus berjalan secara komprehensif, mencakup perluasan akses permodalan, peningkatan kualitas kemasan produk, strategi pemasaran, sampai pembukaan jalur ekspor.

Ia menambahkan bahwa pertumbuhan ekonomi Jawa Tengah pada Triwulan I tahun 2026 telah menyentuh angka 5,89 persen, melampaui rata-rata pertumbuhan nasional. Semua pihak, termasuk organisasi pengusaha perempuan, harus berkolaborasi erat untuk mempertahankan dan meningkatkan pencapaian positif ini.

Merespons hal tersebut, Ketua DPD Iwapi Jawa Tengah, Ning Wahyu Astutik, menjelaskan bahwa organisasinya saat ini sudah membentuk kepengurusan tingkat cabang di seluruh wilayah Jateng dan merangkul hingga 3.000 anggota. Menatap periode 2026–2031, Iwapi memasang target untuk memperluas kepengurusan sampai ke tingkat kecamatan. Mereka juga berfokus pada peningkatan kapasitas sumber daya manusia dan percepatan digitalisasi bagi para pelaku usaha perempuan melalui berbagai pelatihan pemasaran digital.

“Kami ingin usaha anggota Iwapi naik kelas dan semakin mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi,” ujar Ning.

Sejalan dengan visi tersebut, Ketua Umum DPP Iwapi, Nita Yudi, menyoroti bahwa digitalisasi masih menjadi tantangan utama bagi pelaku UMKM perempuan. Untuk mengatasi masalah ini, Iwapi telah meluncurkan platform Iwapi Digital yang berfungsi sebagai pusat informasi organisasi sekaligus alat untuk memperkuat jaringan bisnis para anggotanya.

Nita juga memaparkan bahwa Iwapi kini menaungi lebih dari 40 ribu anggota yang tersebar di 38 provinsi serta 259 kabupaten/kota. Organisasi ini terus bergerak aktif memperluas jejaring hingga ke tingkat internasional guna membuka peluang pasar ekspor yang lebih lebar bagi para pengusaha perempuan di Indonesia.

Fajrul Amienurrahman Mahmud

LAINNYA