Wali Kota Semarang Instruksikan Siaga Penuh Hadapi Puncak Kemarau Ekstrem

waktu baca 4 menit
Senin, 27 Jul 2026 13:11 11 Fajrul Amienurrahman Mahmud

NALARMEDIA.COM – Menghadapi puncak musim kemarau tahun 2026, Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng, menginstruksikan seluruh jajaran terkait untuk bersiaga penuh. Instruksi ini menyasar Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar), Dinas Kesehatan (Dinkes), Dinas Lingkungan Hidup (DLH), hingga para camat dan lurah. Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang mengambil langkah proaktif ini untuk menekan dampak buruk cuaca ekstrem, seperti ancaman kebakaran, kekeringan, polusi udara, hingga masalah kesehatan masyarakat.

“Keselamatan warga dan perlindungan lingkungan adalah prioritas utama kita bersama. Saya minta seluruh pihak, dari jajaran dinas hingga tingkat RT/RW, bergerak cepat melakukan mitigasi dan pemantauan secara ketat,” ujar Agustina pada Minggu (26/7).

Pemkot Semarang menyadari bahwa mitigasi bencana menuntut kerja sama dari seluruh elemen masyarakat, bukan sekadar bergantung pada petugas lapangan. Oleh karena itu, pemerintah mendorong warga agar meningkatkan kewaspadaan dan menghidupkan kembali Sistem Keamanan Keliling (Siskamling) di lingkungan tempat tinggal masing-masing.

“Saya minta masyarakat lebih waspada dan tidak melakukan tindakan berisiko seperti membakar sampah atau buang puntung rokok sembarangan. Kita juga gerakkan peronda malam untuk mengawasi area rawan titik api di lingkungan masing-masing,” tambahnya.

Untuk mencegah insiden kebakaran, Damkar Kota Semarang telah mengedarkan Surat Imbauan Nomor B/276/000.1.10/VII/2026 kepada seluruh wilayah kecamatan dan kelurahan. Para petugas juga proaktif menginspeksi sistem proteksi kebakaran di 1.500 gedung perkantoran maupun komersial, serta mewajibkan rekomendasi perlindungan api sebagai syarat penerbitan Persetujuan Bangunan Gedung (PBG).

Selain itu, petugas meningkatkan intensitas patroli keliling di area lahan kosong yang rentan terbakar, terutama pada jam rawan cuaca panas ekstrem antara pukul 10.00 hingga 13.00 WIB. Pemkot meminta warga yang melihat potensi kebakaran untuk segera melapor melalui Call Center 112 atau menghubungi WhatsApp resmi Damkar Kota Semarang pada nomor 0815 6971 113 dan 0815 6770 0113.

Pada saat yang sama, DLH Kota Semarang berfokus pada pencegahan kebakaran di area permukiman warga. Mereka aktif mengedukasi masyarakat agar tidak membakar sampah sembarangan dan segera membersihkan ilalang kering di sekitar bangunan. Bersama aparat kewilayahan setempat, DLH juga rutin memantau lingkungan, memasang papan peringatan, dan mengangkut tumpukan sampah dari area pembuangan ilegal.

Penanganan khusus juga berlangsung di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Jatibarang. DLH dan Damkar menjalin kolaborasi untuk melaksanakan patroli pengecekan titik api secara rutin, menempelkan stiker larangan merokok, membagikan pamflet edukasi, dan menimbun tumpukan sampah menggunakan tanah (cover soil). Tim gabungan ini juga mengendalikan risiko kebakaran melalui metode flaring (pengelolaan gas metan), mendinginkan area tumpukan sampah dengan penyiraman setiap dua hari sekali, dan menginstalasi sistem pipa injeksi air di titik-titik krusial.

Beralih ke sektor kesehatan, Dinkes Kota Semarang telah menyiapkan seluruh pusat kesehatan masyarakat (puskesmas) dan fasilitas medis lainnya untuk mencegah lonjakan kasus penyakit bawaan cuaca ekstrem.

“Ancaman kemarau tidak hanya berdampak pada ketersediaan air bersih, tetapi juga berisiko memicu lonjakan penyakit seperti Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) dan diare. Saya minta Dinkes bergerak cepat memastikan seluruh puskesmas siaga penuh melayani warga,” tegas Agustina.

Pemerintah menjamin semua fasilitas kesehatan tingkat pertama dan layanan gawat darurat tetap beroperasi maksimal selama 24 jam untuk melayani masyarakat. Selain itu, Pemkot memastikan ketersediaan pasokan medis yang memadai, mulai dari stok obat-obatan hingga layanan dukungan psikologis.

“Kami memastikan pelayanan kesehatan primer hingga layanan ambulans kegawatdaruratan gratis 24 jam siap merespons cepat. Kebutuhan obat-obatan, cairan medis, hingga dukungan kesehatan jiwa bagi warga terdampak bencana kemarau maupun kebakaran harus terjamin dengan baik,” lanjutnya.

Dinkes Kota Semarang juga memperkuat sistem pengawasan (surveilans) penyakit dan kolaborasi lintas lembaga untuk meminimalisasi risiko kesehatan selama musim kering ini. Mereka melakukan mitigasi komprehensif melalui peningkatan mutu layanan kesehatan dan edukasi publik, mengingat cuaca ekstrem kerap memicu penyakit menular maupun tidak menular, gangguan psikologis, hingga masalah pernapasan akibat polusi udara.

Sebagai realisasi nyata di lapangan, Dinkes rutin menginspeksi standar kebersihan pada depot air minum isi ulang dan pusat pengelolaan makanan. Mereka juga kembali menggalakkan program Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN 3M Plus) untuk mencegah potensi wabah Demam Berdarah Dengue (DBD) di tengah masyarakat.

Lebih lanjut, Agustina mendorong masyarakat dan pelaku usaha untuk meningkatkan kewaspadaan mandiri. Ia menyarankan warga agar rutin mengecek kondisi instalasi listrik dan selang kompor gas, serta menyediakan Alat Pemadam Api Ringan (APAR) di area masing-masing. Warga juga diharapkan disiplin menjaga keamanan lingkungan dari potensi kebakaran serta konsisten menerapkan pola hidup sehat.

“Jangan lupa minum yang cukup, menerapkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), merebus air sebelum dikonsumsi, kalau bisa pakai masker. Terus kalau merasa sakit atau tidak enak badan langsung periksa ke puskesmas atau ke dokter,” pungkasnya.

Fajrul Amienurrahman Mahmud

LAINNYA