Dishub Semarang Siapkan Timbangan Portabel untuk Awasi Truk Overload di Jalur Silayur

waktu baca 2 menit
Kamis, 23 Apr 2026 13:30 3 Ella Elisa

NALARMEDIA.COM – Pemerintah Kota Semarang terus mencari solusi untuk menekan angka kecelakaan truk di kawasan Tanjakan Silayur, Jalan Prof Hamka, Kecamatan Ngaliyan. Selain memasang portal pembatas kendaraan besar, Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Semarang kini tengah menyiapkan timbangan portabel untuk mengawasi kendaraan angkutan barang yang diduga kelebihan muatan.

Kepala Dinas Perhubungan Kota Semarang, Danang Kurniawan, mengatakan alat tersebut akan digunakan untuk mendeteksi truk overload agar tidak memaksakan melintas di jalur rawan kecelakaan.

“Kami sedang menyiapkan timbangan portabel untuk pengawasan kendaraan angkutan barang dan truk. Ini sebagai langkah pengendalian agar kendaraan dengan muatan berlebih tidak memaksakan melintas di jalur rawan,” ujarnya, Rabu (22/4/2026).

Menurut Danang, penggunaan timbangan portabel akan melengkapi sistem pembatasan kendaraan yang sudah lebih dulu dirancang, yakni pemasangan portal untuk kendaraan sumbu tiga di sejumlah titik masuk menuju kawasan Silayur.

Saat ini, kendaraan dengan muatan lebih dari 8 MST telah dilarang melintas di kawasan Silayur mulai pukul 05.00 WIB hingga 23.00 WIB. Kebijakan itu diterapkan untuk mengurangi risiko kecelakaan akibat rem blong maupun kendaraan gagal menanjak.

Meski begitu, Danang mengakui potensi kecelakaan di jalur tersebut tidak bisa dihilangkan sepenuhnya. Namun, pengawasan yang lebih ketat diharapkan mampu menekan tingkat fatalitas kecelakaan.

“Apakah kecelakaan bisa hilang sepenuhnya? Mungkin tidak. Tapi setidaknya kita bisa menekan dampaknya agar tidak fatal,” katanya.

Ia menambahkan, salah satu persoalan yang masih terjadi adalah banyak kendaraan berat yang tidak melewati jembatan timbang, sehingga pelanggaran muatan sulit terdeteksi sejak awal.

Langkah ini diambil menyusul kecelakaan berulang di Tanjakan Silayur. Terbaru, sebuah truk bermuatan triplek terguling saat gagal menanjak pada Rabu dini hari. Dari hasil pemeriksaan awal, muatan truk diduga mencapai 16,7 ton, melebihi kapasitas kendaraan. (*)

LAINNYA