Kiai Jateng Berharap Gus Rozin Tuntaskan Program PWNU Sebelum Maju PBNU

waktu baca 3 menit
Senin, 27 Jul 2026 19:44 12 Fajrul Amienurrahman Mahmud

NALARMEDIA.COM – Sejumlah kiai Nahdlatul Ulama (NU) di Jawa Tengah meminta KH Abdul Ghaffar Rozin (Gus Rozin) agar tidak tergesa-gesa maju mencalonkan diri sebagai Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU). Para tokoh agama ini menilai Gus Rozin harus memprioritaskan tugas dan tanggung jawabnya saat ini sebagai Ketua PWNU Jawa Tengah.

Para kiai menyampaikan imbauan tersebut mengingat PWNU Jawa Tengah masih memiliki banyak pekerjaan rumah dan program strategis yang menanti penyelesaian. Gus Rozin perlu membereskan beberapa fokus utama, mulai dari penguatan sektor pendidikan, konsolidasi internal organisasi, hingga peningkatan kualitas pelayanan bagi warga nahdliyin sesuai dengan janji kampanyenya saat mencalonkan diri memimpin PWNU Jateng.

Lebih lanjut, para kiai menganggap posisi Ketua PWNU Jawa Tengah memikul tanggung jawab yang sangat besar, mengingat provinsi ini menaungi basis warga, pesantren, lembaga pendidikan, serta struktur kepengurusan NU yang masif. Oleh karena itu, Gus Rozin wajib membuktikan keberhasilannya merealisasikan program di tingkat provinsi sebelum melangkah untuk mengambil tanggung jawab yang jauh lebih luas di PBNU.

“Gus Rozin memiliki kapasitas dan masa depan yang panjang di NU. Namun, sebaiknya amanah sebagai Ketua PWNU Jawa Tengah dituntaskan terlebih dahulu. Menyelesaikan amanah yang sedang diemban adalah prioritas, dan itu adalah jalan terbaik menuju amanah yang lebih besar. Masih banyak program yang perlu diwujudkan dan dirasakan manfaatnya oleh PCNU, pesantren, lembaga pendidikan, serta warga NU,” kata K.H. Akomadhien Shofa, kyai muda NU dari Sirampog, Benda, Brebes, pada acara sarasehan kiai kampung di Ponpes Wali, Tuntang, Sabtu 25 Juli 2026.

Para kiai juga menegaskan bahwa mereka sama sekali tidak bermaksud menghalangi hak politik Gus Rozin untuk masuk dalam bursa pencalonan Ketua Umum PBNU. Mereka justru menunjukkan sikap ini sebagai bentuk kepedulian agar pengurus menjalankan setiap jenjang amanah organisasi secara tuntas, terukur, dan penuh tanggung jawab kepada seluruh warga NU.

Selain itu, para tokoh pengasuh pesantren ini mengingatkan publik bahwa indikator kepemimpinan organisasi tidak hanya bergantung pada banyaknya dukungan atau ramainya wacana pencalonan. Semua pihak harus menjadikan rekam jejak penyelesaian program, kemampuan merajut kekompakan antar-pengurus, serta keberhasilan menunaikan janji organisasi sebagai tolok ukur utama dalam menilai kesiapan figur calon pemimpin PBNU.

“Jangan sampai pekerjaan di Jawa Tengah belum selesai, tetapi perhatian sudah beralih ke tingkat pusat. Menuntaskan amanah di PWNU justru akan menjadi bukti kepemimpinan dan modal penting bagi Gus Rozin pada masa mendatang,” ujar Gus Anis Maftukhin.

Hingga artikel ini tayang, pihak Gus Rozin maupun pengurus PWNU Jawa Tengah belum memberikan tanggapan resmi terkait harapan para kiai tersebut. Tim redaksi terus berusaha menghubungi pihak terkait untuk meminta penjelasan lebih lanjut mengenai progres pelaksanaan program kerja PWNU Jawa Tengah sekaligus memastikan sikap Gus Rozin dalam merespons wacana pencalonannya sebagai Ketua Umum PBNU.

Fajrul Amienurrahman Mahmud

LAINNYA