Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng temui warga Mangkang bahas kesehatan dan infrastruktur. NALARMEDIA.COM – Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng, turun langsung menemui warga Kelurahan Mangkang Kulon dan Mangkang Wetan, Kecamatan Tugu, pada Jumat (10/7). Melalui dialog interaktif tersebut, Agustina menyerap berbagai persoalan warga dan langsung menyiapkan langkah penanganan komprehensif yang mencakup sektor jaminan sosial, kesehatan masyarakat, hingga perbaikan infrastruktur pengairan sawah.
Program pembenahan hunian untuk mempercepat pengentasan kemiskinan ekstrem menjadi salah satu fokus utama kunjungan ini. Agustina mematok target tinggi untuk menuntaskan perbaikan ribuan unit Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) di seluruh wilayah Kota Semarang pada tahun ini.
“Prioritas utama di tahun ini, kami menargetkan penyelesaian 2.500 unit RTLH untuk kita bereskan bersama. Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang mengalokasikan 1.500 unit, dan kami mendapatkan dukungan tambahan dari pemerintah pusat sebanyak 1.000 unit, serta stimulan dari pemerintah provinsi,” ujarnya di sela-sela dialog bersama warga.

Wali Kota menegaskan, apabila kuota anggaran reguler dari pemerintah belum mampu menutup kebutuhan lapangan, Pemkot Semarang siap mengambil langkah taktis. Pemerintah akan merangkul perusahaan swasta untuk menyalurkan dana bantuan melalui skema tanggung jawab sosial atau Corporate Social Responsibility (CSR).
Di luar penataan infrastruktur hunian, Agustina juga menaruh perhatian ekstra pada masalah kesehatan masyarakat setempat. Ia menginstruksikan jajaran Puskesmas agar bekerja lebih proaktif menjemput bola, terutama setelah mendengar keluhan mengenai warga yang mendesak membutuhkan pertolongan medis.
“Saat meninjau lingkungan tadi, saya melihat ada beberapa hal yang harus segera diintervensi. Masyarakatnya juga secara kesehatan saya minta dicek. Saya berharap jajaran Puskesmas untuk lebih rajin turun ke lapangan, tadi ada laporan warga yang terkena stroke dan saya minta itu segera ditangani dengan cepat,” jelasnya.

Tidak hanya mengurusi sektor sosial dan kesehatan, kunjungan ini juga menjadi ajang bagi Agustina untuk menyelesaikan masalah pengairan lahan pertanian. Saat meninjau lokasi, ia menemukan penyempitan saluran air (bottleneck) dan ukuran pintu air yang terlampau kecil. Kondisi ini membuat debit air sungai sering meluap dan merendam permukiman sebelum sukses mengairi area persawahan.
Merespons kendala teknis tersebut, Agustina langsung memerintahkan Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kota Semarang untuk turun tangan. Ia meminta petugas DPU segera menormalisasi sungai, memperlebar saluran air, dan meremajakan sistem pintu pengairan di kawasan Mangkang.
“Ada kendala saluran yang menyempit dari sungai ke pintu menuju sawah, dimensinya agak kecil sehingga memicu limpasan ke pemukiman. Saya sudah meminta Dinas PU untuk mengecek dan memperlebar saluran tersebut. Pola penanganannya adalah dengan mengganti pintu air yang lama dengan dimensi yang jauh lebih besar agar pengairan sawah lancar tanpa merendam rumah warga,” katanya.
Lewat agenda temu warga ini, Agustina membuktikan bahwa peninjauan lapangan memegang peran vital bagi Pemkot Semarang dalam menyerap aspirasi nyata dari akar rumput. Pendekatan langsung ini memastikan setiap kebijakan pemerintah daerah selalu akurat, adaptif, dan mampu menuntaskan permasalahan mendasar masyarakat secara tepat sasaran.